Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 86 : Sesuatu Yang Berharga


__ADS_3

"Kamu benar-benar perempuan gila. " Balas Andika.


###


Alea menyunggingkan senyumnya.


"Hei, tidak ada di dunia ini laki-laki yang akan menolak janda kaya raya, apalagi aku masih muda dan cantik dengan uang tirliunan itu tentunya aku akan menjadi rebutan di tambah aku masih perawan, hahahaha. " Pekik Alea sembari tertawa jahat.


Andika mengakat kedua alisnya.


"Kamu masih perawan?. " Tanya Andika dengan nada yang terdenar tidak percaya.


Alea menatap Andika dengan tatapan sombong.


"Tentu saja, kenapa? Kamu heran baru mengetahui kenyataan jika istrimu yang cantik ini masih perawan? Oh atau kamu nampak tidak percaya karena sebelumnya kamu mendapatiku di club malam? Hei aku juga punya aturan hidupku sendiri, aku tidak kekurangan uang sepanjang hidupku Andika Prasetya!clubing dan alkohol hanya hiburan dan tentunya aku menggunakan uangku sendiri, Jangan terlalu menganggap remeh orang lain yang belum kamu kenal sepenuhnya. " Cecar Alea mengembalikan ucapan Andika yang sebelumnya mengatai dirinya pemabuk dan menghasilkan uang tambahan dengan tidur dengan laki-laki manapun.


Andika nampak terperanjak untuk sesaat.


"Aku tidak akan rugi jika bercerai darimu, toh aku sudah menikahimu sesuai permintaan orang tuaku setelahnya apakah aku akan bercerai atau tidak darimu tidak akan ada masalah pada diriku, justru aku yang akan untung karena kamu akan memberikanku kompensasi yang sangat banyak, sepertinya aku akan pensiun dini dari aktivitas mengajarku karena sudah memiliki uang yang banyak darimu. " Lanjut Alea dengan bangganya.


Andika hanya terdiam di tempat duduknya, nampak sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Kamu benar. " Ujar Andika kemudian.


Alea tersenyum puas mendengarnya, sekali lagi ia berhasil memenangkan perdebatan.


"Kamu benar Alea, aku akan sangat rugi jika kita bercerai dan hanya aku yang memberikan kompensasi kepadamu, tentunya aku tidak akan mendapatkan apa-apa, maka dari itu aku harus mendapatkannya terlebih dahulu." Oceh Andika, sesaat kemudian laki-laki itu tersenyum jahil.


Suasana menjadi hening untuk sesaat.


Alea mengernyitkan wajahnya, ia tidak boleh lengah sedikitpun.


"Maksud kamu?. " Alea tidak mengerti dengan pernyataan Andika tadi.


Andika kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu menatap Alea dengan tatapan mata yang menusuk.


Alea nampaknya sudah mulai mengerti dengan arah pembicaraan Andika.


"Karena aku akan memberikanmu kompensasi untuk perceraian kita, maka dari itu aku juga harus mendapatkan sesuatu yang berharga darimu. " Lanjut Andika.


"Heh jangan macam-macam!. " Pekik Alea berjalan mundur beberapa langkah menjauhi tubuh Andika.


"Ayolah Alea, bukankah tidak adil untukku jika harus memberikanmu kompensasi yang banyak, tapi kamu tidak mau memberikan aku sesuatu sebagai kenag-kenangan? . " Goda Andika, tatapan usilnya seketika membuat Alea bergidik ngeri.

__ADS_1


Alea segera berlari naik ke atas ranjang lalu menutupi tubuhnya dengan selimut, ia tidak peduli apakah masker di wajahnya akan mengotori selimut itu atau tidak yang terpenting ia bisa jauh dari jangkauan Andika.


"Alea, ayolah, percuma saja kamu menghindar kita hanya berdua di dalam kamar ini, kamu tidak akan bisa ke mana-mana. " Pekik Andika, suaranya terdengar hampir berteriak. Namun karena kamar itu kedap suara tentunya tidak akan ada yang mendengarnya.


"Dasar sinting!. " Umpat Alea melemparkan tas mahalnya ke arah Andika tapi sayangnya lemparan nya meleset.


Andika justru lebih beringas, sesaat kemudian laki-laki itu sudah berada di atas ranjang sembari melepaskan satu persatu kancing baju kemejanya.


Alea yang menyadari hal itu kembali bersembunyi di balik selimut, namun sedetik kemudian perempuan itu mulai berteriak histeris saat Andika menarik paksa selimut tersebut.


"Aaaaahhhh, tolonggggg!. " Teriak Alea, mencoba meminta bantuan.


Percuma saja, tidak akan ada orang yang mendengarnya.


"Lepasin Andika sinting... " Gertak Alea saat tangannya berhasil di genggam Andika dengan cukup keras.


"Tidak akan sayang, karena malam ini kita akan melakukannya, hahaha. " Suara tawa Andika terdengar menggelegar di dalam kamar yang kedap suara itu.


Namun, bukan Alea namanya jika bisa di kalahkan dengan sangat mudah, dengan cepat Alea menggigit lengan Andika sekuat tenaga, lalu pada saat genggaman tangan Andika sudah mulai melemah, Alea dengan mudahnya lolos dari cengkraman Andika.


"Argghhh ALEA!. " Pekik Andika kesakitan, memegangi lengannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2