
Di tempat lain. Andika yang baru saja terbangun sesaat setelah mendengar alarm ponselnya berbunyi. Laki-laki itu terkejut saat mendapati Alea sudah tidak ada di sampingnya.
###
Dengan cepat, Andika bangun dan beranjak dari tempat tidurnya.
"Alea..." Panggilnya.
"ALEA? KAMU DIMANA?. " Panggil Andika sekali lagi, namun tidak ada jawaban dari perempuan itu.
Andika lalu berpikir jika Alea saat ini sedang berusaha menjahili dirinya lagi, entah dimana gadis itu sekarang bersembunyi.
"Awas yah kalau sampai aku dapatin kamu, ATM kamu bakalan langsung aku sita. " Ancam Andika.
Biasanya ancamannya itu akan berhasil membuat Alea tidak berkutik, namun nihil. Tidak ada jawaban. Andika kemudian bergegas masuk ke kamar mandi dan ke sudut-sudut ruangan di dalam kamar hotelnya.
"Kemana perempuan gila itu pergi?." Gumam Andika merasagelisah sekaligus khawatir.
"Apa jangan-jangan dia di culik?. " pekik Andika.
Sedetik kemudian ia meggeleng.
"mana mungkin ada orang yang mau menculik perempuan gila itu. " lanjutnya.
Pandangannya kemudian teralihkan pada selembar kertas yang tergeletak di samping bantalnya.
Dengan cepat Andika meraih kertas itu, membacanya.
"Cih! Dia pikir sekarang tahun berapa? Menitipkan pesan melalui surat?. " Gumam Andika, sedikit kesal.
Ia semakin terleranjat saat membaca isi suratnya.
__ADS_1
"Yang mulia paduka raja, dayangmu ini ingin menghibur dirinya seharian. Tolong jangan cari aku yah, aku hanya ingin pergi sebentar, oh iya aku meminjam uangmu sedikit, aku akan menggantinya nanti saat kita pulang ke Indonesia. Jangan merindukanku. Tertanda Alea. " Andika membaca surat itu mengikuti nada bicara Alea, perhatiannya kemudian teralihkan pada stempel bibir pada pinggir surat.
"ALEAAAAAAAAA." teriak Andika kesal. Perempuan itu benar-benar nekat pergi sendirian.
Beberapa waktu kemudian, setelah membersihkan dirinya di kamar mandi Andika segera berpakaian dan keluar dari kamar hotelnya. Berharap istrinya itu belum pergi terlalu jauh dan hanya berjalan-jalan di sekitar hotel.
Andika sudah berkali-kali mencoba menenpon perempuan itu, namun panggilannya tidak terjawab. Sepertinya Alea sengaja mematikan ponselnya.
###
Di tempat lain. Alea dan Marvel saat ini sedang bersenang-senang menaiki wahana roller coaster. Wahana yang biasanya sangat di takuti oleh orang-orang yang phobia dengan ketinggian.
"Aaaaahhhhhhh." Teriak Alea saat roller coaster mulai melaju dengan kencang.
Alea dan Marvel berpegangan tangan dengan erat, angin menerpa tubuh mereka berdua yang saat ini berada di atas ketinggian.
20 menit kemudian, keduanya sudah berada di pintu keluar wahana, setelah mencoba beberapa wahana yang ekstrim.
"Senang banget, seru.. " Balas Alea antusias.
"Sekarang kamu mau coba yang mana lagi?. "
"Kita kesana. " Tunjuk Alea pada sebuah pondok berukuran cukup besar yang bertuliskan rumah hantu.
"Rumah hantu, kamu nggak takut?. " Tanya Marvel.
Alea menggelengkan kepalanya dan langsung menarik tangan laki-laki itu.
"Ayo Vel, kita harus cobain semua wahananya. " Ajak Alea menarik paksa Marvel yang nampaknya sedikit ragu untuk memasuki wahana tersebut.
Alea tidak peduli, Marvel mau atau tidak yang terpenting waktunya hari ini akan ia manfaatkan untuk bersenang-senang.
__ADS_1
###
Drrttt
Drrttt
Drrttt
Andika yang kalang kabut mencari Alea di sekitaran hotel, di kejutkan oleh getaran ponselnya. Tanpa melihat nama kontaknya terlebih dahulu Andika langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Heh, dimana kamu sekarang?. " Sentak Andika. menyantka orang yang menelponnya adalah Alea.
"Halo, Andika?. " Sapa suara seseorang di ujung telepon.
"Eh Ini siapa?. " Tanya Andika, sesaat setelah menyadari suara perempuan di ujung sana bukanlah suara istrinya.
Andika mengernyitkan wajahnya, lalu melihat nama kontak yang menelponnya ternyata bukanlah Alea melainkan Aluna.
"Hei, ini Aluna perasaan baru juga kemarin kita ketemu, masa kamu udah lupa aja, hehehe. " Balas perempuan itu.
"Oh, ah maaf aku tidak melihat nama kontakmu tadi. " Ujar Andika.
"Iya nggak apa-apa, kamu dimana? Ketemuam yuk, aku bosan nih. " Ajak Aluna antusias. Belum sempat Andika mengatakan setuju perempuan itu tiba-tiba saja mengatakan bahwa dirinya sudah bersiap-siap.
"Aku udah mau otw nih, kita ketemu di kafe Bugis yah. " Ujar Aluna.
"Eh tapi, aku.. " Andika ingin menolak ajakan Aluna karena belum menemukan Alea di mana-mana. Namun, karena Aluna ternyata sudah bersiap-siap mau tidak mau Andika terpaksa menuruti perempuan itu.
Ping
Sebuah pesan masuk, ternyata pesan dari Aluna yang mengirimkan lokasi cafe tempat mereka akan bertemu nanti.
__ADS_1
Bersambung...