
"Dasar laki-laki jahat!. " Pekik Alea.
###
"Makasih." Ujar Alea setelah Andika berhasil mengantarnya sampai ke depan gerbang Universitas.
"Gitu doang?. " Tanya Andika, alisnya terangkat sebelah.
"Ya terus apa lagi?. "
Andika menunjuk pipinya lalu memanyunkan bibirnya, memberikan kode pada Alea untuk menciumnya sebelum turun dari mobil.
Alea yang melihat itu langsung melarikan diri turun dari mobil Andika dengan cepat.
"Dasar mesum. " Pekik Alea.
"Alea, eh tunggu kamu mau jadi istri durhaka?. " Tegur Andika.
Alea tidak menghiraukannya, perempuan itu melangkah dengan cepat memasuki gerbang tempatnya mengajar, namun Andika masih bisa mendengar umpatan Alea dari dalam mobilnya.
"Bodo amat, dasar laki-laki gila, mesum. " Perempuan itu terus mengoceh dan tidak menyadari jika beberapa orang yang berkumpul di dekat gerbang itu memperhatikannya.
"Hahahaha, Alea kamu benar-benar unik. " Oceh Andika tanpa sadar tertawa seorang diri melihat kelakuan istrinya yang sangat absurd itu.
###
Andika kembali ke kantornya dengan ekspresi wajah yang ceria, sementara Alex yang sedari tadi sudah menunggunya di ruangan itu nampak heran, karena tidak biasanya Andika bersikap demikian.
"Selamat pagi pak.... " Sapa Alex
Andika menganggukkan kepalanya sembari memberikan inteuksi pada Aleax untuk membantunya mengambilkan pakaian kerjanya di dalam lemari.
__ADS_1
"Kamu udah lama nungguin saya?. " Tanya Andika basa basi.
"Iya Pak, kan bapak yang nyuruh tadi lewat telepon. " Tutur Alex dengan ekspresi heran.
"Oh iya yah, saya sampai lupa hehehe, ya udah taru di situ saja, saya bisa pakai sendiri sekarang kamu keluar dan kembali ke pekerjaan kamu. " Perintah Andika yang langsung di turuti oleh sekertarisnya itu.
"Oh iya Alex, tunggu dulu. " Cegat Andika, sebelum sekertaris nya itu keluar dari pintu ruangannya.
Alex seketika berhenti dan kembali membalikkan badannya ke arah Andika yang saat ini sudah membuka baju kaosnya, memperlihatkan bagian atas tubuhnya yang berotot.
Alex sedikit terkejut namun ia tetap mencoba terlihat biasa-biasa saja.
"Eh i-iya pak ada apa lagi yah?. " Tanya Alex gugup, sembari menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah Andika. Suasana di ruangan itu terasa dingin untuk Alex.
"Jangan lupa, jadwal saya hari ini kamu susun dengan baik dan hubungi lagi klien kita yang ada jadwal rapat di sore hari, saya mau rapatnya di majukan karena hari ini saya mau pulang cepat. " Ujar Andika.
Alex kembali mengangguk.
" Oke, pergilah. " Usir Andika.
Alex seketika kembali berbalik ke arah pintu, tanpa berani menatap ke arah bosnya yang sedang bertelanjang dada itu.
Brak
Suara pintu yang tidak sengaja tertabrak, akibat Alex salah fokus.
"Maaf Pak saya tidak sengaja. " Pekik Alex dari luar pintu.
Andika mengernyitkan kedua alisnya.
"Ada apa dengan anak itu?. "Gumam Andika. Akan tetapi, sesaat kemudian ia baru menyadari jika dirinya saat ini sedang tidak mengenakan pakaian yang memperlihatkan dadanya yang bidang.
__ADS_1
" Sialan, Jangan-jangan dia berpikir aku sedang menggodanya?. " Pekik Andika bergidik ngeri.
###
Universitas Putra Wicaksono.
Alea baru saja selesai melakukan aktivitas mengajarnya dan berniat untuk langsung pulang ke rumah suaminya, mengingat laki-laki itu sudah memberikan ultimatum agar dirinya harus langsung pulang setelah jam kerjanya habis.
Namun, alangkah terkejutnya Alea saat dirinya baru saja akan menghentikan sebuah taxi yang lewat. Sebuah mobil berwarna Oranye terang singgah tepat di depannya.
"Heh apa-apaan!. " Sentak Alea.
Sesaat kemudian kaca mobil tersebut di turunkan, menampilkan Daniel yang sedang duduk di kursi kemudi sembari tersenyum lebar pada Alea.
"Bocah Tengik!. " Batin Alea.
Alea yang melihat itu pura-pura melihat ke arah lain dan berjalan menjauhi mobil mahasiswanya tersebut.
"Bu Alea, ayo saya antar pulang. " Pekik Daniel dari dalam mobilnya namun Akea tidak menghiraukannya.
"Ada apa dengan bocah itu, semakin hari semakin agresif saja. " Gumam Alea, merasa ngeri dengan tingkah Daniel yang semakin menjadi-jadi mendekatinya.
Beruntung sebuah taxi kembali lewat, Alea segera menyetopnya, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melarikan diri menghindari Daniel.
"Bu Alea... " Teriak Daniel yang kini sudah turun dari mobilnya.
Alea segera naik ke taxi tersebut dan usaha Daniel untuk mengantar dosennya itu kembali gagal.
Daniel terlihat kecewa.
"Ya gagal lagi deh, ya udah nggak apalah, masih ada hari esok, ku tunggu jandamu bu Alea. " Gumam Daniel.
__ADS_1
Bersambung...