Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 30 : Anak Kecil


__ADS_3

"Kamu ngikutin aku lagi sampai kesini?. " Tanya laki-laki itu dengan tatapan mengintimidasi.


###


Alea tidak mengelak pertanyaan laki-laki itu.


"Iya, aku emang sengaja ngikutin kamu sampai kesini. " Balas Alea.


"Kenapa?. " Tanya Andika lagi.


"Yah buat apalagi, kamu udah tau jawabannya! Aku mau kamu batalin perjodohan kita. " Ujar Alea.


Andika hanya meringis, Laki-laki itu kemudian beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke salah satu ruangan.


"Heh mau kemana kamu? Aku belum selesai ngomong! Kebiasaan banget sih main tinggal-tinggal aja. " Pekik Alea.


Andika lagi-lagi tidak menghiraukannya.


"Dasar brengsek, ah aw keningku perih, hiks. " Ujar Alea, kesakitan.


Lalu, tidak lama kemudian Andika kembali membawa sebuah kotak.


Alea menataonya dengan tatapan sinis.


"Ini semua gara-gara kamu tau nggak, seandainya kamu langsung setuju buat batalin perjodohan kita aku nggak mesti sampai kesini dan ngelukain diri aku sendiri. " Omel Alea.


"Sssstttt." Andika menempelkan jarinya ke bibir Alea yang sudah siap untuk terus mengoceh dan mengomeli laki-laki itu.

__ADS_1


Mendapati perlakuan seperti itu, Alea sontak terdiam membisu.


"Obatin dulu lukamu, kalau mau ngomel nanti aja. " Ujar Andika sembari mengeluarkan kasa gulung dan antibiotik dari dalam kotak yang di pegangnya.


Alea semakin terperangah ternyata laki-laki brengsek di hadapannya ini itu masih memiliki hati yang baik, karena ternyata kotak itu adalah kotak p3k.


Andika dengan cekatan membersihkan luka di kening Alea yang tidak terlalu parah, hanya sedikit tergores namun tetap terasa perih.


"Ah aw, pelan-pelan dong Andika. " Pekik Alea saat Andika tidak sengaja menekan luka tersebut dengan cukup keras.


"Ups, sory. " Balas Andika.


Beberapa waktu kemudian.


"Sudah selesai. " Ujar Andika.


"Makasih." Ujar Alea kemudian.


"Hmm yah sama-sama. " Balas Andika, lembut.


Alea mengerjapkan matanya berkali-kali, tidak menyangka Andika akan membalas ucapan terimakasihnya dengan nada suara yang sangat lembut.


Mereka berdua kembali bertatapan untuk sesaat, sebelum sama-sama mengalihkan pandangan ke sisi yang berlawanan.


"Lain kali nggak usah sok tau dan sok kepedean mau main badminton tapi nggak tau cara mainnya. " Ujar Andika kembali sinis. Laki-laki itu lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Heh, eh mau kemana?. " Tanya Alea, sedikit panik melihat laki-laki itu akan pergi meninggalkannya lagi.

__ADS_1


"Aku mau balikin kotak ini. " Jawab Andika.


"Dih, kamu nggak sopan banget tau nggak, udah buat kening aku luka kayak gini kamu nggak ada mau ngomong sesuatu gitu ke aku?. " Pekik Alea.


Andika nampak kebingungan.


"Hah? Ngomong apaann emangnya?. " Tanya lakiaki itu.


"Minta maaf kek, atau paling nggak nawarin bantuan buat anterin aku pulang kek terus bawa ke rumah sakit buat meriksain kening aku ini. " Ujar Alea.


"Hah? Kenapa aku harus minta maaf sama kamu?. " Balas Andika, tidak merasa melakukan kesalahan apapun terhadap Alea.


"Ih gara-gara kamu tau nggak aku mesti jauh-jauh datang kesini dan berakhir terluka kayak gini, kamu mestinya tanggung jawab. " Pekik Alea lagi.


"Heh, kamu datang kesini atas kemauan kamu sendiri yah! Aku nggak ada nyuruh kamu buat datang dan bukan aku yang buat kening kamu luka, itu ulah kamu sendiri yang sok tau, mau main badminton tapi nggak tau caranya giliran luka malah nyalahin aku! Kamu mabuk?. " Cecar Andika.


Alea yang di cecar seperti itu merasa tidak terima.


"Hah? Enak aja jangan asal nuduh yah, mana ada orang mabuk bisa sampai sejauh ini bawa mobil sendirian yang ada aku bakalan masuk ke persidangan karena berkendara sambil mabuk. " Oceh Alea panjang lebar.


"Nah itu kamu bawa mobil sendirian kesini aja bisa, kenapa aku mesti minta maaf atas kesalahan yang nggak aku perbuat dan mesti nawarin buat anterin kamu pulang?Lagian kening kamu itu nggak parah cuman ke gores dikit besok juga udah sembuh, jangan kayak anak kecil. " Balas Andika.


Kalah telak, perdebatan mereka untuk kesekian kalinya sepertinya akan kembali di menangkan oleh Andika.


"Anak kecil......?" Pekik Alea.


Andika tidak menghiraukannya, Laki-laki itu beranjak pergi meninggalkan Alea yang kembali harus merasakan gejolak emosi di dalam dadanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2