Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 136 : Ice Cream


__ADS_3

Saat itu tiba, perasaan Alea pasti sudah lebih tenang.


###


Alea yang kini sudah mengendarai mobilnya di tengah jalan kembali melaju secara ugal-ugalan melampiaskan seluruh kekesalannya pada jalanan yang sepi.


Beruntung tidak ada pengendara lain di jalan raya itu sehingga Alea bisa melajukan mobilnya tanpa harus mendengar caci maki dari pengendara lain yang sudah pasti akan habis di salip oleh Alea yang menyetir seperti orang kesetanan.


"Arrrghhhh kenapa aku harus merasa sangat marah seperti ini, sadar Alea! Kamu nggak boleh cemburu sama laki-laki itu, calm down Alea come on!. " Pekiknya, histeris.


Alea sekuat tenaga menepis perasaan cemburu itu akan tetapi bukannya menghilang perasaan itu justru seperti menusuk-nusuk dadanya membuatnya merasa sakit.


"Arghhhh Andika, kamu buat aku hampir gila!. "


Di sela-sela gerutuannya itu tiba-tiba saja ponselnya bergetar, menandakan ada panggilan yang masuk.


Alea segera meraih ponsel di dalam tasnya dan dengan cepat mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Alea? Kamu dimana?. " Sapa suara berat seseorang di ujung telepon.


Alea segera menurunkan kecepatan mobilnya dan mengatur pernafasannya sebelum ia mulai berbicara.


"Huuuuuuffhh Haaaahhh. "


Sesaat setelah agak tenang, Alea buru-buru menyahut.


"Halo papa? Eh Alea lagi di jalan nih. " Ujar perempuan itu kemudian, ternyata orang yang menelponnya barusan adalah pak Putra Wicaksono.

__ADS_1


"Kerjaan kamu di kampus udah selesaikan? temenin papa beli ice cream dong, papa bosan nih di rumah sendirian. " Rengek pak Putra nada suaranya seperti anak kecil yang minta di temani untuk membeli ice cream pada ibunya.


Alea terlihat heran, sejak menikah dan tinggal di rumah keluarga Andika pak Putra sama sekali tidak pernah menghubunginya secara pribadi tapi kali ini, laki-laki itu tumben sekali meminta Alea menemaninya.


"Memangnya mama sama kak Aulia kemana?. "


"Biasalah kakakmu kan udah nikah dia ikut suaminya kerja ke luar kota lagi, mamamu lagi ada arisan kebetulan nggak ada orang di rumah papa kesepian udah lama juga kita nggak makan ice cream bareng, papa kangen sama kamu. " Ujar pak Putra.


Kebiasaan makan ice cream secara sembunyi-sembunyi memang sering Alea lakukan bersama papanya sejak masih kecil. Dulu Alea terpaksa makan ice cream secara sembunyi-sembunyi karena tubuhnya gampang terkena pilek, tapi sekarang pak Putra harus makan ice cream secara sembunyi-sembunyi karena pencernaannya yang mudah terganggu faktor umurnya yang sudah hampir menginjak usia 60 tahun.


Bu Dewi selalu overprotective pada mereka berdua, jadi sekali waktu papa dan anak itu akan pergi membeli ice cream secara sembunyi-sembunyi jika bu Dewi sedang tidak berada di rumah.


"Ya udah tunggu Alea udah sementara di jalan kok ini. "


"Yaudah cepetan yah keburu mamamu pulang. "


Sambungan terputus.


"Apa aku minta izin dulu yah sama Andika?. " Gumam Alea kemudian.


"Ah bodo amat lagian akukan perginya sama papa, Andika juga pasti nggak bakalan permasalahin hal ini apalagi laki-laki itu baru aja bikin aku kesel! Bodo amat dia bakalan nyariin aku kesana kemari. " Lanjut Alea dengan sengaja menonaktifkan teleponnya agar Andika kesulitan mencarinya.


Alea tersenyum puas membayangkan wajah Andika yang pastinya akan susah payah menemukannya.


Tidak lama kemudian mobil Alea berbelok ke halaman rumah orang tuanya.


Pak Putra nampak sudah menunggu di depan pintu rumah dengan wajah berseri-seri, Alea langsung turun dari mobilnya dan berlari memeluk pak Putra.

__ADS_1


"Cepet banget kamu sampenya. "


"Iyalah, Alea gitu loh pembalap handal hehehe. " Balas Alea cengngeaan.


"Alea kamu itu udah nikah kirang-kurangin balap-balapan di jalanan, sayangin nyawamu, ingat ada orang yang sedang menunggumu pulang. " Nasihat pak Putra yang seketika membuat Alea terdiam


"Papa ih, baru juga sampai udah di ceramahin aja, ya udah deh Alea pulang aja. " Alea pura-pura merajuk.


Pak Putra segera merubah nada bicaranya.


"Jangan gitu dong anak papa yang cantik, ya udah yuk kita langsung pergi aja soalnya waktu kita nggak banyak, kalau mamamu pulang bisa kena omel kita. " Ujar pak Putra.


"Tapi papa yang traktirin yah... "


"Iya beres nyonya.... " Canda pak Putra.


Mereka kembali berkendara ke salah satu toko ice cream yang berada tidak jauh dari rumah Andika.


Alea awalnya kebingungan mengapa papanya ingin makan ice cream di tempat itu dan bukannya di tempat biasa mereka membeli ice cream, namun karena pak Putra terlihat sangat bersemangat dan tidak terlalu menggubris rasa penasaran Akea.


Pada akhirnya perempuan itu hanya bisa menurut saja.


"Ayo turun. " Ujar pak Putra, laki-laki itu turun duluan di susul Alea.


"Jangan lupa pilih tempat duduk yang di sudut, Alea. " Pinta pak Putra.


Alea mengangguk dan berjalan lebih dulu masuk ke dalam toko ice cream tersebut dan memesan 4 mangkuk ice cream rasa coklat.

__ADS_1


"Loh kenapa pesannya cuman 4? Pesan 2 mangkuk lagi. " Pinta pak Putra.


Bersambung...


__ADS_2