
Setelah cukup lama, pilihan Alea kemudian jatuh pada tas selempang berwarna hitam dengan merk brand Hermes terkenal. Ini adalah pihak tas ke empatnya malam ini.
###
Alea selesai melakukan pembayaran, sementara Andika saat ini hanya memandanginya dengan wajah tertekuk karena lelah dan bosan.
"Ayo Andika... " Ajak Alea untuk meninggalkan toko tersebut.
"Ini sudah hampir tengah malam Alea, kita juga belum makan, mau sampai kapan kamu akan berbelanja? Belanjaanmu juga sudah sangat banyak. " Pekik Andika.
Alea menghentikan langkahnya, lalu melirik ke arloji yang di kenakannya, arloji tersebut baru saja di belinya tadi.
"Jam 11 malam? Wah cepat sekali, kalau begitu ayo kita makan. " Ucap Alea kemudian melanjutkan langkahnya, begitu pula dengan Andika.
"Kita makan apa malam ini?. " Tanya laki-laki itu.
"Nasi goreng. " Balas Alea.
"Heh? Nasi goreng kita sedang di luar negeri dan kamu hanya mau makan nasi goreng? Wah benar-benar perempuan aneh kamu ini. " Ejek Andika, speechless.
"Kenapa memangnya? Lidahku rasanya kelu jika terus-terussan makan masakan western, sudah dua hari kita disini dan aku merasa berat badanku naik karena terus-terussan makan makanan berlemak dan berminyak itu. " Oceh Alea.
"Nasi goreng juga mengandung minyak Alea. " Balas Andika.
"Bodo amat! Pokoknya aku mau nasi goreng titik. " Tegas Alea, tidak mau kalah.
Andika sudah berjanji segala keinginannya hari ini akn di turuti, otomatis Alea tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
__ADS_1
"Oke, ayo makan nasi goreng. " Ujar Andika pasrah mengikuti keinginan Alea.
Alea tersenyum penuh kemenangan karena segala permintaannya berhasil di turuti oleh Andika.
###
Di tempat lain.
Hotel, kamar 601.
Marvel sedari tadi asyik memandangi luasnya langit malam berhiaskan bintang dan bulan yang bersinar terang, seterang hatinya saat ini.
Sesekali laki-laki itu tersenyum membayangkan wajah polos seseorang. Balkon kamar hotelnya mengarah ke halaman depan hotel tersebut, sehingga Marvel juga bisa melihat dengan jelas lalu lalang pengendara dan pejalan kaki di bawah sana.
"Ah lucu sekali perempuan itu. " Gumamnya tanpa sadar.
Marvel merasa takjub dengan kepribadian Alea yang sangat ceria dan berpikiran terbuka, sama seperti dirinya.
"Apakah kita akan bertemu lagi, Alea?. " Gumam Marvel, dalm hati laki-laki itu, berharap esok hari dirinya akan kembali bertemu dengan Alea.
Ada debaran aneh saat pertama kali mereka tidak sengaja bertabrakan di lobi apartement beberapa hari yang lalu.
Hari itu sebenarnya Marvel sudah ingin mengajak Alea berkenalan, namun seorang laki-laki tiba-tiba saja memanggilnya.
Sehingga Marvel mengurungkan niatnya, hingga siang tadi saat Marvel tidak sengaja melihat Alea lagi di gedung ROYAL PLAZA ON SCOOTTS SINGAPORE.
Marvel tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan beruntungnya Alea sama sekali tidak merasa takut ataupun risih kepadanya.
__ADS_1
Sesaat kemudian, pandangan Marvel tertuju pada halaman depan Apartemntnya, sebuah mobil taxi yang singgah dan menurunkan penumpangnya.
Awalnya Marvel tidak terlalu peduli, namun saat melihat sosok perempuan yang turun dari taxi tersebut Marvel sontak bersorak.
"Wuah Alea?apakah ini sebuah takdir. " Pekik Marvel.
Namun, dedetik kemudian Marvel menyadari laki-laki yang memanggil nama Alea beberapa hari yang lalu juga ikut turun dari taxi tersebut.
"eh,laki-laki itu siapa?. " Gumam Marvel.
###
Kamar hotel Alea dan Andika, keduanya kini sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Tidak lupa Alea memasang pembatas di tengah-tengah dirinya dan Andika.
"Heh, bersenkan dulu belanjaanmu itu baru tidur. " Perintah Andika merasa tidak nyaman melihat barrang belanjaan Alea masih berserakan di lantai.
Perempuan itu sama sekali tidak peduli.
"Besok saja Andika, aku capek." Balas Alea.
"Sekarang Alea! kalau tidak aku akan mengambil kembali ATM itu!. " Perintah Andika, kali ini nada suaranya terdengar tegas.
"Huhhhhhh." Alea menghela nafasnya dengan kasar, lalu dengan terpaksa kembali turun dari kasur untuk membereskan barang belanjaannya tadi sambil terus menggeruru.
"Laki-laki jahat!. " Umpat Alea.
__ADS_1
Bersambung....