
Ingin rasanya Alea mengumpat pada mahasiswanya yang bernama Alisa itu, akan tetapi imagenya sebagai seorang dosen yang di kenal baik hati, penyabar dan tidak sombong harus tetap terjaga.
###
Malam harinya Alea sudah siap dengan gaun malam berwarna hitam panjang yang hampir menutupi hingga telapak kakinya, gaun tersebut nampak terbuka di bagian belakang dan lengannya, menampilkan kulit putih dan mulus perempuan itu.
Andika bahkan tidak berkedip sama sekali saat melihat Alea menuruni anak tangga di bantu seorang pelayan yang menenteng high heelsnya.
Andika nampak takjub sekaligus heran akan tetapi laki-laki itu segera mengerti saat melihat cara jalan Alea yang berjinjit, perempuat itu tidak nyaman mengenakan high heelsnya menuruni anak tangga.
"Kenapa hig heelsnya nggak di pake?. "Tegur Andika basa basi, sesaat setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Udah nggak usah banyak bacot, ayo nyalain mobilnya, aku mau nanti kita cepat pulang yah Andika. " Balas Alea.
"Kenapa?. "
"Nggak usah tanya kenapa, kamu lupa kejadian pada saat kita pergi ke pesta teman kamu yang terakhir kalinya kita berdua berakhir kayak gimana? Intinya aku mau nanti minimal kita berada di gedung pesta itu setengah jam. " Pekik Alea.
"Nggak bisa gitu dong Alea, ini urusan bisnis bukan kondangan di kampung yang abis ngasih amplop, makan terus pulang!. " Cibir Andika.
Alea memutar bola matanya dengan malas.
__ADS_1
"Yaudah 45 menit.... " Tawar Alea.
"Alea mana bisa gitu.... "
"50 menit deh, gimana?. "
"Kamu tuh udah kayak ibu-ibu yang lagi nawar ikan di pasar tau nggak. " Ejek Andika.
Alea yang mendengar itu sontak menatap sinis ke arah Andika.
"60 menit! Nggak ada tawar menawar lagi deal!. " Tegas Alea.
"Alea... "
Andika yang mengetahui jika Alea tidak pernah bermain-main dengan ancamannya itupun hanya bisa pasrah dan mengalah menuruti permintaan istrinya tersebut.
"Oke oke, 1 jam, kita berada di pesta itu hanya 1 jam, puas?. " Balas Andika kemudian.
"Oke, lets go honey.... " Pekik Alea kegirangan.
Andika dengan kesal menancap gas mobilnya dengan kecepatan penuh berharap hal tersebut akan membuat Alea ketakutan dan menjerit histeris layaknya permepuan pada umumnya.
__ADS_1
Namun, sayangnya cara itu sama sekali tidak berlaku untuk Alea, perempuan itu justru nampak lebih enjoy dan santai di tempat duduknya bernyanyi mengikuti alunan musik yang terputar dari pemutar musik di dalam mobil tersebut.
"Kau harus bisa... bisa berlapang dada.. Kau harus bisa... bisa ambil hikmahnya... " Lantunan suara dan musik dari Sheila on 7 menemani perjalanan mereka.
Alea mengikuti lirik lagu tersebut dengan suara cemprengnya, sambil bergoyang tidak karuan.
"Argghhhh sialan!. " Batin Andika melirik kesal pada Alea yang tidak bisa berhenti bergerak di tempat duduknya.
Andika hanya bisa menggerutu dalam diam, percuma saja mengomel ataupun memarahi istrinya itu, suaranya tidak akan terdengar dan tenggelam oleh suara musik yang volumenya sengaja di putar keras.
Tidak lama kemudian mobil mereka sudah sampai di halaman gedung tempat resepsi pernikahan itu berlangsung.
Alea dengan cepat turun dari mobil, di ikuti Andika yang berjalan di belakangnya.
"Alea jalannya jangan cepet-cepet, kita sapa pengantinnya dulu, ingat jaga image!. " Seru Andia yang seketika membuat langkah Alea terhenti dan berbalik arah untuk menggandeng tangan Andika.
"Hehehe maaf Dik, aku udah nggak sabar pengen cepet-cepet pulang. " Balas Alea.
"Huussh jangan bikin aku kesal, ada banyak orang yang akan memperhatikan kita sekarang, ayo masuk. " Tegur Andika kembali memperingati Alea untuk bersikap manis.
Mereka berdua berjalan beriringan memasuki gedung resepsi tersebut dengan saling berangkulan mesra, benar saja semua mata yang ada di ruangan tersebut langsung tertuju pada keduanya.
__ADS_1
Alea dan Andika memperlihatkan senyuman terbaik mereka dan berjalan dengan cepat untuk menyapa kedua mempelai yang saat ini sudah duduk di atas pelaminan menyambut para tamu yang hadir di acara mereka.
Bersambung...