
"Ah aduh, aku nggak sabar mau momong cucu baru. " Oceh Bu Widia yang di sambut gelak tawa suaminya dan orang tua Alea.
###
Di sudut ruangan sebuah cafe tempat Alea biasa nongkrong bersama dua sahabatnya, kini sisa dua orang itu yang datang kesana tanpa kehadiran Alea.
Mereka tengah membicarakan Alea yang sudah meninggalkan mereka untuk menempuh kehidupan barunya.
Aurora dan Sonya merasa takjub sekaligus tidak menyangka karena sahabatnya yang barbar dan di kenal tidak suka tunduk pada aturan itu akhirnya menikah lebih dulu dengan seorang pengusaha dari golongan konglomerat yang memiliki bidang usaha di mana-mana.
"Wah nggak nyangka Alea udah nikah aja, sekarang tinggal kita berdua Son, aku yakin kedepannya Alea nggak bakalan punya waktu lagi buat kumpul bareng kita. " Tutur Aurora merasa senang sekaligus sedih sahabatnya yang gesrek itu menikah lebih dahulu.
"Kamu tenang aja, kan masih ada aku disini lagian Alea kan masih pengantin baru wajar-wajar aja dia nggak bakalan punya banyak waktu buat kita sampai beberapa minggu ke depan. " Ujar Sonya.
"Aku jadi kepikiran gimana yah malam pertama mereka, aduh pasti lucu banget mana Alea belum pernah ciuman lagi. " Pekik Aurora antusias.
"Hahaha, iya juga yah kira-kira apa yang Alea lakuin di malam pertamanya, aku yakin dia pasti bakalan kaku banget kayak kanebo kering. " Timpal Sonya.
"Sekarang mereka pasti udah sampai ke tempat bulan madu mereka. " Ujar Aurora lagi.
"Tadi pagi kamu dapat pesan dari Alea juga?. " Tanya Sonya.
__ADS_1
Aurora mengangguk.
"Katanya mereka pagi ini ke Singapore, sekarang udah pukul 2 siang artinya mereka saat ini mungkin udah sampai disana. "
"Coba deh kamu telpon nomornya, siapa tau Alea udah aktif. " Saran Sonya.
"Nggak usah, biarin aja mereka menikmati waktu honeymoonnya berdua tanpa gangguan, aku sih berharapnya Andika nggak bakalan kaget dengan karakter Alea yang kalau ngamuk udah kayak anjing betina. " Tutur Aurora.
"Hahaha iya juga yah kasian tuh si Pak Andika. " Timpal Sonya.
###
Perjalanan 1 jam 30 menit di atas pesawat di tambah 40 menit perjalanan menuju ke hotel tempat mereka akan menginap sungguh sangat melelahkan.
Mungkin karena efek kelelahan sekaligus kedinginan akibat AC semalam, Alea jadi gagal fokus saat mendorong kopernya di lobi hotel, hingga tanpa sengaja kopernya tersebut bertabrakan dengan seseorang yang baru saja akan keluar dari hotel tersebut.
Andika yang sudah berjalan lebih dahulu tidak memperhatikan Alea yang sedang kesulitan di belakangnya.
"Y-ya ampun, sory sir. " Pekik Alea saat menyadari kopernya hampir membuat seorang laki-laki terluka.
"No problem, its oky. " Balas laki-laki itu.
__ADS_1
"Hm are you ok? I'm really, really sory sir. " Ujar Alea menanyakan kembali keadaan laki-laki itu. Saat ini Alea bisa lebih jelas melihat wajah laki-laki itu yang usianya kira-kira seumuran dengan Andika.
Matanya coklat senada dengan warna rambutnya, hidungnya mancung dan senyumnya sangat manis dan ramah.
"Don't wory, i'm fine miss. " Balas laki-laki itu sembari tersenyum, menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja.
Laki-laki itu kemudian beranjak pergi meninggalkan Alea yang masih melongo karena takjub melihat ketampanan laki-laki tadi.
Andika yang menyadari jika Alea tidak ada di belakangnya segera menoleh dan menadaoati Alea sepertinya sedang membuat masalah lagi.
Andika memutuskan untuk kembali menghampiri Alea yang malah diam berdiri di tempatnya.
"Alea!. " Teriak Andika memanggil nama istrinya itu, laki-laki tadi nampak menengok sebentar saat Andika memanggil nama Alea.
"Heh, ngapain kamu bengong disitu? Laki-laki tadi itu kenapa?. " Cecar Andika sesampainya di hadapan istrinya itu.
"Eh, ah anu tadi itu aku ngga sengaja, eh maksud aku koper ku nggak sengaja ketabrak sama laki-laki tadi. " Jelas Alea panik.
"Kita baru sampai disini dan kamu sudah membuat satu masalah, kedepannya jangan membuat masalah lagi dan jangan sembarangan berbicara dengan laki-laki lain. " Tutur Andika, sinis.
Bersambung...
__ADS_1