Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 135 : Alea Adalah Pilihanku


__ADS_3

Andika meringis mulai merasa kesal dengan ucapan yang keluar dari mulut Aluna yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal.


###


"Aku dan Alea memang menikah karena perjodohan dan pada awalnya kami memang merasa tidak cocok sama sekali, akan tetapi seiring berjalannya waktu perasaan di antara kami berdua akan tumbuh aku yakin itu! Satu hal yang perlu kamu ketahui aku sama sekali tidak pernah merasa putus asa hanya karena di tolak olehmu, anggap saja waktu itu aku benar-benar menyukaimu tapi bukan berarti aku akan meninggalkan istriku hanya karena pernah menyukaimu di masa lalu, Alea adalah pilihanku dan aku sama sekali tidak pernah menyesali pilihan tersebut. " Tegas Andika yang membuat Aluna sontak terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi.


Mata Aluna nampak berkaca-kaca, sebentar lagi perempuan itu sepertinya akan menangis.


Benar saja sesaat kemudian tubuh perempuan itu bergetar, air matanya mulai menetes membasahi pipinya.


Andika yang melihat itu sontak kebingungan dan tidak tau harus berbuat apa saat melihat Aluna menangis seperti itu. Dengan pelan Andika mencoba menepuk-nepuk bahunya, berharap dengan cara itu Aluna akan berhenti.


"Hei, Hei kenapa menangis?. "


Aluna tidak menggubris perempuan itu justru semakin berani menyandarkan kepalanya ke bahu Andika.


Andika yang merasa tidak nyaman dan takut jika orang-orang di sekelilingnya menuduhnya telah membuat perempuan itu menangis hanya bisa pasrah diam dan membeku di tempatnya berharap Aluna akan segera menghentikan tangisannya.


Akan tetapi dari kejauhan, Alea yang hari itu datang mengunjungi Andika dan berniat ingin makan siang bersama suaminya itu justru harus melihat pemandangan yang membuat perasaannya teriris.


"ANDIKA!. " Teriak Alea yang sontak membuat seisi kafe melihat ke arahnya termasuk Andika yang langsung berdiri panik.

__ADS_1


Alea tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan heran itu. Andika menepis tubuh Aluna yang mencoba memegang lengannya.


"Alea?. " Pekik Andika yang langsung mencoba menghampiri istrinya tersebut namun Alea segera pergi meninggalkan kafe.


"Andika kamu mau kemana?. " Panggil Aluna, tidak terima laki-laki itu akan pergi meninggalkannya dan lebih memilih mengejar Alea.


Andika tidak menghiraukannya dan buru-buru berlari mengejar Alea yang sudah jauh dari jangkauan penglihatannya.


"Alea tunggu aku, Hei... " Teriak Andika, berharap suaranya akan di dengar.


Alea berlari memasuki lift, beruntung sebelum pintu lift tersebut benar-benar tertutup Andika berhasil menghentikannya.


"Alea, kamu salah paham yang kamu liat tadi nggak seperti yang kamu pikirin. " Cecar Andika, mencoba menjelaskan situasinya.


"Kamu salah paham Alea, aku sumpah nggak ada niat apapun semua yang kamu liat itu cuman salah paham, plis percaya sama aku. "


"Bohong, jelas-jelas kamu mau balas dendamkan ke aku? Kamu sendiri yang bilang kalau mau selingkuh itu jangan di tempat ramai tapi apa? Kamu malah terang-terangan di depan banyak orang bahkan di gedung kantor kamu sendiri Dika! Ini yang kamu bilang mau minta maaf dan perbaikin hubungan kita?. " Pekik Akea, mengeluarkan seluruh kekesalannya.


Hatinya terasa panas melihat Aluna menyandarkan kepalanya pada bahu Andika dengan mesra.


Andika menggeleng-gelengkan kepalanya, membantah seluruh ucapan Alea.

__ADS_1


"Nggak Alea, bukan begitu... Plis dengerin penjelasan aku dulu... "


"Dasar brengsek, laki-laki jahat, mesum sialan. "


Plak


Satu tamparan mengenai pipi kiri Andika yang seketika menbuat laki-laki itu terdiam membeku di tempatnya.


"Aw sakit Alea. " Rengek Andika.


"Rasain, itu akibatnya kalau kamu jadi laki-laki brengsek. " Bentak Alea.


Pintu lift terbuka, perempuan itu dengan cepat keluar dan berkari ke arah parkiran mobilnya sambil meggerutu.


"Andika brengsek, laki-laki kucing, tukang kawin! Buatan darat, macan tutul. " Umpat Alea, mengeluarkan berbagai macam bintang dari mulutnya.


Sementara Andika yang masih berada di dalam lift hanya bisa terlalu memegangi pipinya yang memerah.


"Ah sakit!. " Gumamnya, pelan.


Andika tidak berani mengejar Alea lagi, ia takut perempuan itu akan semakin beringas memukuli dirinya, lebih baik ia meminta maaf pada Alea setelah pulang kerja nanti.

__ADS_1


Saat itu tiba, perasaan Alea pasti sudah lebih tenang.


Bersambung...


__ADS_2