Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 32 : Hah? Minggu Depan?


__ADS_3

"Baiklah, aku mengikuti saja sepertinya ucapanmu barusan masuk akal juga. " Ujar Bu Dewi. Hal tersebut kemudian membuat Bu Widia akhirnya bisa bernafas lega.


###


Acara makan malam segera di lakukan, makan malam keluarga antara keluarga Wicaksono dan Keluarga Prasetya.


Setelah pertemuan para ibu beberapa hari yang lalu, akhirnya malam ini rencana pernikahan Alea dan Andika akan langsung di umumkan.


Hal yang di tunggu-tunggu Bu Widia dan Bu Dewi pun akhirnya terjadi. Setelah semua keluarga berkumpul dan duduk di kursinya masing-masing, papa Andika dan Papa Alea langsung saling memberi kode dan mereka kompak berdiri bersamaan.


"Ah hahahaha, kenapa rasanya sedikit canggung yah, seolah-olah apa yang akan kita katakan ini akan terjadi kepada diri kita sendiri. " Ujar Prasetyo, papa Andika.


"Mungkin karena kita sudah tidak muda lagi, jadi terasa aneh jika kita yang harus mengatakan hal ini. " Balas Pak Putra.


Keduanya pun tertawa, diikuti oleh Bu Widia dan Bu Dewi serta semua orang yang sedang berada di ruangan tersebut, tanpa terkecuali Alea dan Andika.


"Baiklah, karena saya adalah orang tua dari Andika atau pihak dari laki-laki, jadi otomatis saya yang akan mengumumkannya. " Ujar Pak Prasetyo.


Pak Putra mengangguk, pertanda laki-laki paruh baya itu telah setuju.


"Baiklah, Andika anakku, dan Alea yang sudah aku anggap seperti anakku sendiri dan akan selalu seperti itu, malam ini adalah malam yang tidak akan kalian lupakan, karena pernikahan kalian akan di laksanakan minggu depan, papa harap kalian akan menjalani hidup yang bahagia hingga maut memisahkan. " Tutur pak Prasetyo panjang lebar.


Alea yang sedang asyik menyiapkan makanan ke mulutnya seketika melongo, sementara Andika juga nampak terkejut.


"Hah? Minggu depan?. " Ujar keduanya bersamaan.

__ADS_1


Para orang tua mereka juga mengangguk bersamaan.


Seluruh anggota keluarga yang lain ikut senang menyambut pengumuman tersebut, termasuk Bu Dewi dan Bu Widia yang langsung bertepuk tangan setelah Pak Prasetya menyatakan pengumuman tersebut.


Makan malam kemudian berlanjut dengan cukup tenang.


Pengumuman pernikahan tersebut nampak mengguncang perasaan Alea, nampak dengan jelas perempuan itu langsung meninggalkan meja makan setelah acara makan malam selesai.


Andika yang melihat Alea pergi ke halaman belakang berinisiatif mengikuti perempuan yang sebentar lagi akan dah menjadi sitrinya tersebut.


Sesampainya di halaman belakang. Alea nampak berjalan mondar mandir, mulutnya tidak berhenti mengoceh suaranya bahkan bisa di dengar dengan jelas oleh Andika.


Andika lalu berjalan mendekati Alea yang nampak prustasi itu.


###


Pernikahannya sudah di depan mata, sementara usahanya untuk membuat Andika membatalkan perjodohan memuakkan tersebut selalu gagal.


"Astoget, kamu membuatku kaget!. "Pekik Alea yang sedang berjalan mondar mandir namun langkahnya tersebut harus berhenti saat mendapati Andika tiba-tiba saja sudah berdiri di hadapannya.


" Kamu masih memikirkan cara untuk membatalkan perjodohan ini?. " Tebakan Andika sangat tepat.


"Kamu nanya? Kamu masih bertanya-tanya padahal sudah tahu jawabannya? Kenapa sih kamu hanya pasrah saja menerima perjodohan ini?. " Alea bertanya balik.


"Aku sudah memberi tahu alasannya, aku tidak pernah bisa menolak permintaan orang tuaku!. " Balas Andika tegas.

__ADS_1


"Iya aku tau ini semua karena permintaan orang tuamu, orang tuaku, orang tua kita! Tapi kita berdua sama sekali tidak cocok, kau juga tahu itu, pernikahan kita tidak akan berjalan mulus" Cecar Alea.


"Aku tahu, tapi itu menurutmu, menurutku segalanya bisa di atur asal kamu mau mendengarkan dan menuruti segala ucapanku. " Ujar Andika mencoba menaklukkan Alea.


"Hah maksudmu? Kau ingin aku menjadi istri penurut yang selalu tunduk pada perintahmu? Oh tidak bisa! Itu tidak akan pernah terjadi. " Balas Alea.


"Hei.. Hei.. Hei, sabarlah dan dengarkan ucapanku terlebih dahulu. " Ujar Andika.


"Apa!?. " Tanya Alea.


"Aku akan membuat sebuah kesepakatan denganmu. " Ujar Andika.


"Kesepakatan? Maksudmu? Kamu berubah pikiran dan mau membatalkan oerjodohan ini?. " Cecar Alea, seketika dirinya seolah mendapatkan secercah harapan.


"Tidak, bukan seperti itu. " Balas Andika.


Alea harus kembali kecewa.


"Lalu, apa?. " Tanya Alea, malas.


"Kita tetap akan menikah, namun pernikahan kita itu hanya sebatas formalitas saja untuk membuat orang tua kita senangsenang saat ini, setelah menikah kamu dan aku bebas melakukan aktivitas yang biasanya sama-sama kita lakukan sebelum menikah . " Jelas Andika.


Mendengar hal tersebut, Alea nampak antusias.


"Hah? Sungguh? Jadi aku boleh clubing? Berpesta dan minum alkohol?. " Tanya Alea, kegirangan.

__ADS_1


"No, no, no! Big no! clubing, alhokol, party dan hal-hal yang dapat merusak kesehatan lainnya aku tidak akan mentolerir hal-hal tersebut dan hal-hal di luar batas lainnya." Tegas Andika.


Bersambung...


__ADS_2