Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 78 : Alea Terpana


__ADS_3

"Ah Aluna, kamu datang juga?. " Andika membalas sapaan perempuan cantik itu.


###


Aluna bagaikan seorang super model dengan tubuh tinggi semampai dan langsing meskipun di beberapa area tubuhnya terlihat menonjol namun, lekuk tubuh perempuan itu tetap nampak proporsional.


Laki-laki manapun pasti akan terpukau dengan kecantikannya yang sangat khas. Kulit coklat yang senada dengan rambutnya menambah kesan manis pada wajah perempuan bernama Aluna itu.


Bukan hanya laki-laki, Alea yang seorang perempuan saja ikut terpana dengan paras yang dimiliki Aluna. Diam-diam Alea mulai membandingkan dirinya dengan perempuan itu.


"Masih kalah jauh. " Batin Alea tertampar dengan fisiknya yang lebih mungil dari Aluna.


"Iya aku juga datang, aku dapat undangan juga soalnya, yah lumayan kan nambah kenalan dan kolega bisnis disini. " Ujar Aluna, bersemangat.


Andika dan Aluna kemudian bersalaman lalu bertukar pelukan, Aluna sempat melirik sebentar kepada Alea yang nampak biasa saja melihat Andika berpelukan dengan perempuan lain.


Andika juga sudah melepaskan tangannya pada pinggang Alea, sehingga Alea bisa saja dengan bebas pergi meninggalkan tempat itu.


Namun, karena Aluna tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua. Alea mengurungkan niat tersebut dan lebih memilih menunggu waktu yang tepat.


"Hei Alea, kita ketemu lagi kamu imut banget pake dress warna pink gitu. " Puji Aluna, seketika meraih tangan Alea untuk berjabat tangan.


Alea memperlihatkan senyuman terbaiknya, meskipun kedengarannya agak aneh karena dirinya di sebut imut, bukannya cantik.

__ADS_1


Wajar saja, Alea menyadari wajahnya memang lebih baby face, Orang-orang bahkan tidak akan menyangka jika umurnya saat ini sudah berada di akhir 20an.


"Hai Aluna, kamu juga cantik. " Balas Alea memuji Aluna yang memang terlihat sangat cantik malam ini di banding pertama kali mereka bertemu.


"Ah masak sih aku cantik? Makasih yah kamu orang ke 99 yang bilangin aku cantik hari ini loh, hahaha. " Balas Aluna, narsis.


Alea tidak bisa berpaling dari wajah Aluna, ia bahkan asyik memperhatikan cara Aluna tertawa yang tampak sangat gemulai dan feminim, tidak seperti dirinya yang sangat kaku.


Sungguh tingkah laku Aluna sangat berbeda jauh dari Alea yang sedikit tomboi.


"Wah, cantik banget. " Puji batin Alea, terpana.


"Kamu udah kenalan sama siapa aja disini?. " Tanya Andika kemudian.


Entah di sengaja ataupun tidak, Orang-orang yang mendengarnya juga pasti akan berpikiran yang sama dengan Alea saat ini.


"Ya udah kalau gitu ayo aku kenalin kamu sama beberapa pebisnis yang lain. " Balas Andika.


"Wah beneran? Ya udah, kita kemana dulu nih?. " Tanya Aluna, antusias.


Andika kemudian menunjuk beberapa orang yang sedang duduk di sebuah sofa yang berada di sudut ruangan. Disana ade 4 orang laki-laki yang sedang asyik membahas sesuatu.


"Kita kesana. " Lanjut Andika.

__ADS_1


Alunapun segera mengangguk setuju, lalu melangkah bersama Andika menuju ke sofa tersebut.


Sementara Alea masih berdiri di tempatnya, sama sekali tidak bergeming.


"Alea." Tegus Andika menghentikan langkahnya saat menyadari Alea tidak mengikutinya.


"Apa?. "


"Ayo cepetan kesini. " Perintah Andika.


Alea segera menggeleng.


"Aku mau pulang saja, aku bisa pulang sendiri kok. " Balas Alea, tetap kekeh pada pendiriannya yang sudah bosan berada di tempat itu.


"Nggak, kita bakalan pulang sama-sama nanti. " Tegas Andika, kembali menghampiri Alea lalu menarik tangannya.


Mau tidak mau Alea tetap harus mengikuti kemanapun suaminya itu pergi malam ini.


"Jangan keras kepala Alea kita sedang di tempat ramai sekarang, jangan membuatku malu. " Ujar Andika dengan nada pelan namun tegas, sesaat setelah dirinya dan Alea sudah kembali berjalan beriringan bersama Aluna.


Aluna yang mendengarkan perdebatan keduanyapun diam-diam menunjukkan ekspresi tidak suka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2