Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 66 : Perkenalan Alea dan Aluna


__ADS_3

"Ya udah biar kau aja yang naik taxi, kalian naik mobil berdua saja pulangnya. " Ujar Alea kemudian.


###


Andika sontak terbangun menegakkan tubuhnya kembali mendengar ucapan Alea barusan.


"Kita akan pulang bersama-sama, tidak ada yang boleh pulang sendiri!. " Tegas Andika, lalu kembali berbaring memunggungi Alea.


"Heh dasar, tukang ngatur!. " Balas Alea.


Andika kemudian menutup kepalanya dengan bantal agar tidak mendengar ocehan Alea selanjutnya.


###


Sementara di ruangan lain, kamar 211. Marvel nampak mendekatkan telinganya ke tembok, diam-diam mendengarkan percakapan suami istri itu.


Marvel benar-benar tidak menduga jika laki-laki yang memanggil Alea di hari pertama kali mereka bertemu adalah suami dari perempuan itu.


Padahal Marvel baru saja mulai menanam bibit-bibit cintanya pada Alea. Namun, belum sempat bibit itu tumbuh ternyata perempuan yang di taksirnya sudah memiliki suami. Ada rasa kecewa di dalam diri Marvel.


Makanya, pada saat dalam perjalanan menuju ke hotel Marvel tidak terlalu banyak bicara karena merasa tidak nyaman dan tidak ingin di anggap sebagai pebinor atau perebut bini orang.


Di tambah tatapan dan nada bicara suami Alea yang selalu datar dan sinis.


"Andika? Andika! dimana aku pernah mendengar nama itu. " Gumam Marvel sembari mengernyitkan alisnya.


Seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam benaknya.


"Aku juga sepertinya pernah melihat laki-laki itu? Tapi dimana yah?. " Ujar Marvel, mengingat-ingat dimana dirinya pernah melihat wajah Andika sebelum mereka bertemu di negara ini.

__ADS_1


Keesokan harinya, mereka bertiga benar-benar pulang menggunakan mobil yang di kendarai Marvel.


Meskipun pada awalnya Alea merengej untuk mencoba satu wahana terbang di dalam USS, namun dengan tegas Andika menolaknya.


###


2 hari kemudian.


Bandara Changi Singapore, setengah jam lagi pesawat mereka akan berangkat, namun Andika masih berdiri di ruang tunggu nampak sedang menantikan kehadiran seseorang.


Begitupun dengan Alea yang sedari tadi juga sudah gelisah dan menyuruh Andika untuk cepat-cepat, takut jika pesawat akan meninggalkan mereka.


"Andika ayo dong, pesawatnya nggak lama lagi udah mau terbang loh, mending kita tungguin teman kamu itu di atas pesawat, Aku capek nih berdiri terus. " Rengek Alea, Andika memang sudah mengatakan jika dirinya sedang menunggu temannya yang akan ikut pulang ke Indonesia. Namun Alea sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk ataupun rupa teman Andika itu.


Pengumuman keberangkatan memang sudah di umumkan 1 menit yang lalu.


Alea memasang wajah cemberut.


"Kebangetan kamu tau nggak, emang sepenting apa sih teman kamu itu. " Balas Alea, ketus.


Andika tidak menghiraukannya dan lebih fokus memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Sedetik kemudian suara seorang perempuan memanggil Andika dari kejauhan.


"Andika... Dika.... Hei... " Teriak perempuan berambut panjang berwarna coklat yang senada dengan kulit tubuhnya itu.


Andikapun sontak melambaikan tangannya.


"Oh jadi itu temannya. " Lirih Alea, merasa sedikit heran dan tidak menduga jika Andika punya seorang teman perempuan. Yang Alea dengar dari msrtuanya, Andika tidak pernah menjalin hubungan yang serius dengan perempuan manapun.


Bahkan untuk sekedar berteman sekalipun, namun ini?. Alea memperhatikan keduanya nampak sangat akrab bagaikan kawan lama yang baru saja bertemu.

__ADS_1


"Hei, sory aku telat lagi yah duh, maaf yah. " Ujar perempuan itu sembari menepuk-nepuk lengan Andika yang di balut dengan jas berwarna abu-abu tua.


Alea membuang muka, menatap ke arah lain.


"Nggak apa-apaan kok, yuk kita langsung aja pengumuman keberangkatan pesawat udah di umumin dari tadi. " Ujar Andika.


"Ya udah yuk. " Balas perempuan yang belum Alea ketahui namanya itu.


"Ayo Alea. " Ujar Andika kepada Alea yang kini sibuk dengan kopernya.


"Hmm ayo. " Balas Alea berjalan lebih dulu, diikuti Andika yang juga menenteng kopernya sendiri. Sementara teman perempuan Andika nampak heran melihat Andika juga mengajak Alea.


Sesampainya di atas pesawat, barulah Andika memperkenalkan Alea kepada Aluna.


Alea dan Andika duduk bersama, sedangkan Aluna duduk di belakang mereka.


"Eh, sampai lupa Luna, ini Alea istriku, Alea ini tuh Aluna, papanya rekan bisnis papaku dulu, dan sekarang Aluna dan aku juga jadi rekan bisnis. " Ujar Andika memperkenalkan keduanya.


Alea nampak tidak peduli namun demi kesopanan dirinya tetap tersenyum dan menyapa Aluna yang ekspresinya nampak terkejut mendengar ucapan Andika barusan.


"Hai aku Alea, istrinya Andika, hehehe. " Ujar Alea.


Aluna memperhatikan wajah Alea untuk sesaat, sebelum kemudian balas tersenyum.


"Aku Aluna, rekan bisnis Andika. " Ucap Aluna.


Alea membalasnya dengan ber 'oh ria', lalu kembali fokus memilih tontonan pada layar berukuran kecil yang ada di hadapannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2