
Alea dan Andika kemudian masuk ke dalam mobil, mereka duduk berdampingan di kursi penumpang.
###
3 hari kemudian.
Alea sudah tinggal di rumah mertuanya itu selama 3 hari. Hari ini dirinya memutuskan untuk pulang ke rumah orang taunya sendiri untuk sekedar melepas rindu dengan kamar kesayangannya.
Rencananya Alea ingin langsung kembali mengajar satu kelas hari ini, meskipun liburnya masih tersisa 1 minggu lagi.
Ting
Suara pesan masuk mengalihkan perhatian Alea yang saat ini baru setengah tersadar dari kantuknya.
Ting
Satu pesan masuk lagi.
Sedetik kemudian, mata Alea sudah benar-benar terbuka lebar. Ia memperhatikan kamar Andika yang saat ini dirinya tempati.
"Loh, kemana laki-laki itu?. " Ujar Alea, mendapati suaminya sudah tidak ada di atas kasur.
Alea dengan cepat melihat sekilas ke arah jam dinding.
"Hah? Sudah jam 9 ?. " Pekiknya. Segera bangkit dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
1 jam kemudian Alea baru memeriksa ponselnya sembari mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan hairdryer. Namun, panggilan Andika tiba-tiba saja masuk.
"Halo, kamu dimana? . " Sapa Alea.
"Halo, kamu sudah bangun? Aku kirimin kamu pesan tadi. " Ujar Andika, di ujung telepon. Laki-laki itu tidak menghiraukan pertanyaan Alea.
"Oh beneran? Aku baru selesai mandi dan baru pegang HP nih. " Balas Alea.
"Oh oke, periksalah. "
__ADS_1
Klik
Sambungan telepon terputus, belum sempat Alea bertanya lebih lanjut.
"Ih ini orang kenapa sih belum selesai ngomong juga. " Cibir perempuan itu. Sesaat kemudian Alea membuka pesan yang Andika kirim tadi.
"Cek rekening?. " Gumam Alea bingung saat membaca isi pesan yang dikirimkan suaminya namun dengan cepat ia memeriksa rekening yang terhubung dengan ponselnya tersebut.
Alea terbelalak kaget dan sontak menutup mulutnya.
"Hah?. "
Uang senilai 100 juta masuk ke dalam rekeningnya, meskipun bagi Alea itu tidak terlalu besar karena dirinya pernah memegang uang yang lebih banyak dari itu, namun tetap saja ia merasa terkejut.
Alea tidak menyangka Andika akan memberinya uang jajan selama 1 bulan full senilai 100 juta itu. Di tambah keterangan yang di tulis Andika "Uang Jajan Istriku" yang membuat Alea tadi sempat shock membacanya.
"Uang jajan untuk istriku? Apa maksudnya, bukankah kita bersepatakat untuk tidak bersikap manis kecuali di hadapan orang tua? Pasti laki-laki itu memiliki niat lain. " Oceh Alea, memikirkan kira-kira rencana apa yang di pikirkan oleh Andika sehingga mengiriminya uang jajan sebanyak itu.
Benar saja, beberapa waktu kemudian orang tua Andika datang mengetuk pintu kamar.
Tok
"Alea? Nak ini mama. " Ujar Bu Dewi dari luar pintu kamar.
Alea yang masih setia duduk berdandan di depan cermin segera beranjak membukakan pintu.
"Iya ma tunggu. " Ujar Alea.
Alea kemudian membukakan pintu yang memperlihatkan Bu Dewi nampak masih mengenakan gaun tidurnya di jam seperti ini. Alea pikir dirinyalah yang paling malas bangun di pagi hari.
Ternyata selama 3 hari berada di rumah orang tua Andika, Alea menyadari mertua perempuannya juga sedikit pemalas.
"Alea sayang, selamat pagi, kamu sudah bangun dan dandan aja. " Sapa Bu Widia.
Alea menyambutnya dengan tersenyum, hal yang paling dirinya sukai di rumah ini adalah Bu Widia yang memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.
__ADS_1
"Pagi ma.. " Balas Alea.
Bu Widia kemudian masuk ke kedalam kamar, Alea mengikuti langkah mertuanya yang sedang menuju ke kasur, lalu duduk disana.
"Alea, mama cuman mau mastiin Andika memperlakukan kamu layaknya seorang istri, Andika ngasih kamu uang bulanankan?kalau nggak mama bakalan omelin dia kalau pulang kerja nanti. " Oceh Bu Widia panjang lebar.
Alea sontak mengerjapkan matanya berkali-kali, memikirkan sesuatu yang sempat melintas di dalam otak kecilnya tadi.
"Alea?. " Terus Bu Widia.
Alea segera tersadar kemudian menjawab.
"Eh ah anu iya ma, Andika ngasih kok uang belanja buat Alea. " Balas perempuan itu cepat sembari memperlihatkan ponselnya yang masih membuka aplikasi rekening Alea.
Bu Widia kemudian tersenyum saat membaca 'Uang jajan istriku' .
"Syukurlah kalau gitu, mama cuman mewanti-wanti dan pengen kalian hidup rukun, ya udah kalau gitu mama keluar lagi yah, kamu kalau mau makan ke dapur aja, mama sama papa udah sarapan tadi. " Lanjut Bu Widia yang langsung keluar dari kamar setelah memastikan Andika memberikan uang bulanan kepada Alea.
Ting
Sebuah pesan masuk.
"Hemat uangnya!. " Perintah Andika melalui pesan.
Ting
"Jangan boros!atau bulan depan, aku akan mengurangi uang jajan mu, jangan berani-berani melapor ke orang tuaku!. " Lanjut pesan Andika.
"CIH!. "
Alea sontak berdecak kesal, akhirnya benar-benar menyadari sesuatu.
"Aish, ternyata hanya untuk pencitraan? Pantas saja dia berpura-pura manis, hissss dasar pelit. " Umpat Alea.
Bersambung...
__ADS_1