Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 37 : Hotel


__ADS_3

Andika yang sedari tadi lebih banyak diam, sontak tertegun mendengar ucapan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu.


###


"Heh, apa yang kamu bicarakan?. " Tegur Andika.


Alea terkekeh pelan, membuat Andika semakin bingung dengan tingkah aneh istrinya itu.


"Hahaha, aku hanya membayangkan bagaimana kalau orang-orang itu satu persatu mati terkapar di resepsi pernikahan kita. " Ujar Alea.


"Dasar perempuan gila? Apa kau habis minum? Kamu mabuk lagi?. " Tanya Andika sembari mengguncang tubuh Alea pelan.


Andika melakukan itu untuk memastikan apakah Alea hm dalam keadaan sadar atau tidak.


"Tidak ada yang menyuruhmu menikahi wanita gila dan pemabuk ini, jadi nikmati saja alur ceritanya. " Balas Alea sembari menyunggingkan senyumnya yang terlihat menyeramkan.


Andika sontak merinding.


"Aku sudah memperingatkanmu untuk membatalkan peejodohan kita, tapi karena sudah terlanjur seperti ini, maka aku akan menjadi deritamu. " Ujar Alea berbisik pelan ke telinga Andika.


Andika kembali bergidik ngeri, terbelalak menatap wajah istrinya dengan heran.

__ADS_1


"Hei Andika, wuah selamat yah bro akhirnya pecah telor juga. " Ujar Danu salah satu teman dekat Andika yang baru saja tiba.


Hal tersebut sontak mengalihkan perhatian pasangan suami istri yang baru menikah itu.


Teman-teman Andika yang datang itupun bergantian memberikan selamat kepada Alea dan Andika.


"Eh kok kayak pernah liat yah. " Ujar Danu memperhatikan Alea dengan intens seakan-akan pernah melihatnya di suatu tempat.


"Heh, jangan sok kenal sama istri orang apalagi istri teman sendiri udah sana minggir aku juga mau kasih selamat tau. " Timpak teman Andika yang lain.


"Hahaha udah jangan berantem. " Andika menengahi teman-temannya itu dan tidak terlalu merespon ucapan Danu barusan.


Karena kenyataannya Danu memang pernah melihat Alea di club malam bersama dengan Andika dan dua teman mereka yang lain. Namun, sepertinya Andika sedang malas untuk memberikan penjelasan.


Beberapa jam kemudian, resepsi pernikahan yang melelahkan itu akhirnya berakhir. Alea langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang hotel.


Malam ini kedua pengantin baru itu akan menghabiskan malamnya di hotel yang dekat dari gedung resepsi pernikahan mereka.


Bukan tanpa alasan, tentu saja hal itu sudah di rancang oleh para ibu, untuk membuat pengantin baru itu bisa bersantai dan beristirahat lebih cepat di banding harus berkendara cukup jauh untuk pulang ke rumah.


"Uhhh capek banget. " Keluh Alea merasakan punggungnya yang pegal dan kakinya yang lemas seolah sudah mati rasa setelah berdiri selama berjam-jam.

__ADS_1


"Kamu nggak mandi dulu?. " Tegur Andika yang baru saja ikut masuk ke dalam kamar dengan sebuah handuk yang terlampir di bahunya.


"Eh iya, hampir saja aku ketiduran, kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu. " Ujar Alea beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Heh, harusnya yang mandi aku duluan. " Pekik Andika.


"Terserahlah, aku sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi jadi aku yang lebih dulu harus menggunakan kamar mandi ini. " Balas Alea.


Bruk.


Pintu kamar mandi di tutup dengan cukup keras.


"Dasar perempuan gila!. " Umpat Andika.


Andika menggelengkan kepalanya dengan pasrah, padahal tadi dirinya hanya memberi saran kepada Alea dan bukannya memerintahkan istrinya itu untuk mandi.


"Ah nyamannya, kalau seperti ini aku bisa ketiduran di dalam sini. " Gumam Alea merasakan kenyamanan saat tubuh Alea bersentuhan dengan air hangat pada bathub yang sudah bercampurr dengan sabun dan wewangian yang menyegarkan.


Untungnya, Alea masih memikirkan Andika yang pasti sudah merasa sangat gerah setelah seharian berada di ruangan tertutup dan di penuhi banyak orang.


20 menit berlalu, Alea sudah selesai dengan ritual mandinya. Namun ia baru menyadari bahwa dirinya tidak membawa pakaian ganti sebelum masuk ke kamar mandi. Sementara di dalam kamar mandi itu hanya ada dua buah handuk.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2