
Hueeeekkkk... " Perempuan itu memuntahkan seluruh isi perutnya.
###
"Alea? Kamu nggak apa-apa kan?. " Teriak Andika.
Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.
"Alea? Area you ok?. " Tanya Andika sekali lagi, kali ini laki-laki itu mendekatkan telinganya ke daun pintu.
Jlek
Pi tu tiba-tiba saja terbuka, menampilkan Alea yang sepertinya baru saja membersihkan wajahnya.
"Alea, kamu nggak apa-apa?ada yang sakit? . " Tanya laki-laki itu lagi memastikan.
Alea menggeleng pelan.
Perempuan itu berjalan sempoyongan, Andika menghentikannya lalu memegang kening perempuan itu.
"Ayo kita istirahat. " Ajak Andika sembari menarik tangan Alea ke atas tempat tidur namun perempuan itu menepis tangan Andika lalu dengan gerakan ref elak menutup mulutnya. Sepertinya Alea akan memuntahkan isi perutnya lagi.
"Alea?. "
Andika memegamgi wajah istrinya itu sekali lagi memastikan apakah perempuan itu sedang demam atau tidak.
__ADS_1
"Huekkkkk." Alea tiba-tiba saja memuntahkan seluruh makanan dari dalam perutnya ke tubuh Andika, membuat pakaian yang di gunakan laki-laki itu di penuhi dengan sisa makanan yang telah hancur.
"Astaga Alea!. " Pekik Andika panik dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, Alea juga melakukan hal yang sama. Perempuan itu lagi-lagi muntah.
"Aduh Alea kenaoa harus muntah ke rubuhku. " Omel Andika sembari melepaskan pakaiannya.
"Huekkkk... "
"Ma... Af. " Gumam Alea.
Melihat Alea yang sepertinya sedang tidak enak badan, Andika berinisiatif untuk memijat bahu istrinya itu, berharap caranya akan membuat semua makanan yang ingin Alea muntah kan segera keluar dan benar saja, Alea lagi-lagi memuntahkan cairan dari dalam perutnya lalu terduduk lemas di lantai kamar mandi.
Andika kemudian mengangkatnya, lalu menaruh tubuh istrinya itu ke dalam bathub lalu menyalakan keran air yang hangat.
Alea hanya bisa pasrah saat Andika mulai melepas satu persatu pakaiannya lalu membasuh tubuhnya dengan air hangat.
Andika meletakkan tubuh Alea ke atas ranjang, sementara Andika masuk ke dalam ruang ganti.
Alea yang masih dalam pengaruh alkohol itu setidaknya sudah tidak meracau lagi, sesaat kemudian Andika keluar dengan membawa beberapa pakaian tidur.
###
Keesokan harinya.
Alea bangun lebih dulu, kepalanya terasa sangat berat. Matanya langsung tertuju pada keadaan di sekelilingnya yang begitu berantakan.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa kamar ini kayak kapal pecah?. " Gumam Alea.
Matanya kemudian teralihkan pada Andika yang tertidur di bawah kakinya.
"Eh? Andika? Kenapa dia tidur disitu?. "
Alea kemudian menegakkan tubuhnya dan dengan perlahan ingatan kejadian semalam saat dirinya menenggak 2 botol wine, lalu mabuk dan Andika datang menjemputnya hingga mereka berakhir di kamar ini.
"Oh my god, apa yang sudah kulakukan pada suamiku. " Pekik Alea panik.
Ia kemudian mendekati tubuh Andika yang tadi berada di bawa kakinya, laki-laki itu masih tertidur pulas dalam keadaan meringkuk.
"Andika?. " Panggil Alea.
"Andika... Bangun. "
Alea mencoba menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu, berharap caranya akan membuat Andika segera terbangun, namun nihil. Laki-laki itu sama sekali tidak bergeming.
Alea kemudian kembali memperhatikan keadaan sekelilingnya, ingatannya tentang kejadian semalam saat dirinya menolak pakaian yang Andika pilihkan dari dalam ruang ganti.
Hal itu pula yang menyebabkan semua pakaian-pakaiannya berserakan di lantai.
Alea juga baru sadar jika tubuhnya hanya di balut oleh sebuah kemeja lengang panjang yang menutupi tubuhnya.
"Aarrrghhh apa-apa kan, kenapa aku cuma pake kemeja ini tanpa dalaman?. " Pekik Alea, perempuan itu kemudian menatap curiga pada Andika.
__ADS_1
"Dasar mesum, ini pasti ulahnya...... "
Bersambung...