
Alea meraih remot televisi dan menambah volume suaranya hingga memenuhi ruangan kamar hotel tersebut dan benar saja Andika yang merasa terganggu dengan volume suara dari televisi itupun kembali terbangun.
###
Dengan ekspresi kesal Andika beranjak turun dari ranjangnya dan mendekati sofa tempat Alea saat ini sedang asyik menonton Televisi di depannya.
"Heh kecilin volume tvnya ganggu orang mau tidur tau nggak. " Ujar Andika.
Ales tidak menghirauian ucapannya, perempuan itu malah mengabaikannya sekan-anak suara Andika tidak terdengar.
"ALEA, HEH ALEA.. "Teriak Andika.
" Hah eh Andika, aduh aku nggak dengar kamu ngomong apa soalnya suara kamu kecil banget. " Balas Alea dengan ekspresi jail yang sangat kentara dari raut wajahnya.
"AKU BILANG KECILIN VOLUMENYA, ATAU MATIIN TVNYA. " Pekik Andika kesal.
Alea kembali pura-oura tidak mendengar suara laki-laki itu dan malah mengangkat bahunya seolah-olah tidak tahu apa-apa.
Karena kesal, dengan cepat dan sedikit kasar Andika meraih remot TV yang Alea pegang lalu mematikan TV tersebut. Hingga suasana di dalam kamar hotel itupun menjadi hening seketika.
"Bisa nggak sih kamu tenang-tenang aja nggak ngelakuin sesuatu yang bikin orang lain jadi nggak nyaman! Ganggu banget tau, nggak liat ada orang yang lagi mau istirahat?. " Omel Andika, nada suaranya terdengar sangat kesal dengan kelakuan Alea yang kekanak-kanakan.
__ADS_1
Alea memutar bola matanya malas.
"Yah mana aku tahu, akukan anak ayam kecil yang nggak tau apa-apa. " Balas Alea membalas ucapan Andika semalam yang mengatainya sepeti anak ayam yang kehilangan induk.
"Terserah kamu lah, capek aku berdebat sama perempuan gila kayak kamu. " Umpat Andika berbalik arah, ingin kembali naik ke atas ranjangnya namun dengan depan Alea menahan laki-laki itu.
"Eh, eh tunggu dulu remotnya balikin. " Perintah Alea tidak Terima Andika merenggut kesenangannya.
Yang Alea pikirkan saat ini adalah jika dirinya tidak bisa tidur dengan nyaman maka Andika juga tidak bisa.
"Enak aja, kamu kalau mau nonton pake HP kamu aja nggak usah nonton, TV ini aku juga yang bayar tau . " Balas Andika, tidak peduli dengan perintah Alea.
"Bodo amat pokoknya balikin remotnya. " Pekik Alea yang saat ini sudah berdiri di hadapan Andika sembari menulurkan telapak tangannya.
"Nggak." Andika berjalan ke sisi yang lain untuk menghindari tubuh Alea, namun dengan sigap perempuan itu terus menghadangnya.
Andika terus menghindari Alea yang mencoba meraih remot pada tangannya dan sepertinya Alea bukanlah perempuan yang mudah mengalah dan menuruti segala ucapan laki-laki itu.
"Berhenti kekanak-kanakan Alea!. " Perintah Andika.
"Ya udah balikin dulu remotnya Andika. " Balas Alea.
__ADS_1
"Nggak bakalan, aku mau tidur, nggak ada satupun orang di dalam kamar ini yang boleh nonton TV selama aku tidur. " Ujar Andika.
"Ya udah aku juga nggak bakalan biarin kamu tidur dengan tenang kalau kamu nggak mau nyerahin remot itu. " Balas Ales lagi.
"Dasar keras kepala, terserah kamu aja aku nggak peduli. " Ujar Andika sembari mendorong tubuh Alea dengan cukup keras agar gadis itu menghindar dari hadapannya.
Alea yang tidak terima di kalahkan dengan cara seperti itu langsung mengambil sandal yang di kenakannya, berniat ingin melempar kepala Andika.
"Dasar brengsek rasain nih...... " Pekik Alea, melemparkan sandalnya tersebut.
Brukkk
Namun bukannya mengenai Andika, lemparan tersebut malah mengenai cermin kaca yang terletak di samping ranjang.
Prang
Bunyi benda jatuh di sertai dengan suara pecahan kaca, seketika membuat Andika melompat ke atas ranjang sementara Alea mundur beberapa langkah, karena shock dengan kekacauan yang di buatnya barusan.
"Matilah aku. " Batin Alea, bergantian menatap pecahan kaca itu dan Andika yang saat ini melongo menatap Alea dengan tatapan takjub sekaligus heran.
Bersambung...
__ADS_1