Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 38 : Enak Aja


__ADS_3

20 menit berlalu, Alea sudah selesai dengan ritual mandinya. Namun ia baru menyadari bahwa dirinya tidak membawa pakaian ganti sebelum masuk ke kamar mandi. Sementara di dalam kamar mandi itu hanya ada dua buah handuk.


###


Alea dengan terpaksa mengenakan dua handuk tersebut u tuk menutupi tubuhnya, di banding harus mengenakan gaun pengantin tadi untuk keluar dari kamar mandilebih baik mengenakan handuk itu.


Alea sebenarnya sama sekali tidak nyaman jika hanya mengenakan handuk di dalam ruangan yang sempit apalagi di dalam ruangan itu hanya ada dirinya dan Andika.


Alea yang akan keluar dari kamar mandi berinisiatif membuka pintu nya sedikit demi sedikit lalu melongok kan kepalanya untuk memastikan keberadaan Andika.


Beruntung, Alea tidak menemukan batang hidung suaminya itu berada di dalam kamar hotel.


"Syukurlah laki-laki itu mungkin sedang keluar mencari angin. " Lirih Alea, lalu berjalan keluar dari kamar mandi. Namun, alangkah terkejutnya saat Alea baru beberapa langkah berjalan Andika tiba-tiba muncul dari balik pintu utama kamar hotel.


Alea sontak panik dan langsung berlari ke atas ranjang, meraih selimut untuk menutupi tubuhnya. Sedangkan Andika nampak santai.


"Heh udah selesai mandinya? kamu kenapa kayak abis ngeliat setan gitu?. " Tanya Andika.


"Hah? Eng-nggak apa-apa kok, nggak usah banyak tanya,kenapa kamu peduli? . " Alea bertanya balik.


"Perempuan aneh. " Ejek Andika yang saat ini sedang berjalan menuju ke kamar mandi.


"Dih, dasar laki-laki brengsek. " Balas Alea.


Ucapannya tersebut tidak di hiraukan oleh Andika yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, otomatis suara Alea pasti tidak terdengar oleh suaminya itu.


Wushhh

__ADS_1


Terdengar suara air yang mengalir dengan deras.


"Laki-laki itu sudah mandi. " Ujar Alea, beranjak dari tempat tidur dan membuka lemari pakaian untuk mencari pakaian ganti yang akan di kenakannya malam ini.


"What? Apa-apaan ini?. " Pekik Alea.


Alangkah terkejutnya Alea saat membuka lemari tersebut dan melihat pakaian yang tersedia di dalam sana hanya ada satu pasang baju tidur laki-laki dan perempuan.


Alea meraih baju tidur berbahan tipis dan transparan itu dan membayangkan dirinya mengenakan baju itu.


"Heh, nggak mungkin! Aku nggak mungkin pakai baju kayak gini buat tidur yang ada bisa masuk angin aku, ini pasti ulah Aulia, dasar!. " Alea menggelengkan kepalanya sembari mengomel.


Alea berdiri di depan lemari itu cukup lama, menimbang-nimbang apakah dirinya akan mengenakan baju tidur itu atau tidak.


"Huffhh, untuk malam ini saja aku akan memakai mu, tolong bekerja samalah dan jangan membuatku malu. " Ujar Alea pasrah, mengambil keputusan untuk mengenakan baju tidur seksi itu dari pada tidak mengenakan pakaian sama sekali.


Alea selesai memakai baju tidur itu bersamaan dengan Andika yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Alea sontak meraih handuknya yang jatuh di lantai untuk menutupi bajunya yang transparan.


###


Alea hanya menjawabnya dengan bergumam.


"Hhmmmm."


"Oh terus kenapa masih pake handuk?. " Tanya Andika merasa aneh melihat penampilan Alea yang mengenakan baju tidur dan melapisi tubuhnya dengan handuk lagi.


"Oh ini? Biar nggak masuk angin, biar lebih hangat aja. " Balas Alea.

__ADS_1


Andika tidak pantas percaya, ia kemudian berjalanendekati tubuh Alea dan tanpa aba-aba menarik handuk yang menempel di tubuh istrinya itu.


Tubuh Alea yang di balut baju tidur transparan itu sontak membuat Andika mengulim senyumnya, karena penampilan Alea terlihat sangat aneh mengenakan baju tidur tipis itu.


"Ih Andika apa-apaan sih. " Pekik Alea, pipinya memerah karena malu, Alea menarik kembali handuknya dari tangan Andika.


"Eh hehe, sory aku nggak sengaja. " Balas Andika.


Wajah laki-laki itu merah padam, menahan tawanya.


"Ih apaan sih, kamu ketawain aku yah?. " Omel Alea.


"Hmm enggak, ngapain aku ketawain kamu? Jadi kamu nggak mau lepasin handuknya karena bajunya transparan?. " Tanya Andika. Senyum jahil masih nampak di wajah tampannya.


Akea nampak berdecak kesal.


"Issshh."


"Nggak sopan tau kayak gitu! . " Ujar Alea.


"Nggak sopan gimana? Kita kan udah jadi suami istri jadi wajar-wajar aja, kalau sesekali aku ngeliat badan kamu, kamu ngeliat badan aku. " Balas Andika, nampak santai.


"Enak aja, kita menikah karena kesepakatan bersama bukan atas dasar cinta, enak aja kamu mau liat badan aku. " Omel Alea.


"Santai aja, lagian aku nggak bakalan nafsu kok liat body kamu yang rata itu. " Ejek Andika, kembali mengulum senyumnya.


Wajah Alea kembali merah padam karena kesal ia kemudian melemparkan handuk yang satunya persis di wajah Andika.

__ADS_1


"Rasain!. " Umpat Alea.


Bersambung...


__ADS_2