Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 74 : Merasa Nyaman


__ADS_3

"Hahahah, jadi kamu pikir aku penjahat kelamin gitu?. " Tawa Marvel terdengar renyah setelah mendengar penjelasan Alea yang menyangka dirinya seorang psikopat.


###


"Yah siapa tau aja kan? lagian ngapain juga kamu lewat di tempat kayak gini malam-malam?. " Tanya Alea penasaran.


Jalanan yang Alea lewati memang jalan pintas dan akan lebih dekat di lalui menuju ke rumah Andika. Meskipun memang sangat sepi dan jarang di lalui pengendara lain tapi itulah yang membuat Alisa memilih jalan ini.


"Nggak tau juga, aku cuman di arahin gugel maps ke jalan ini, soalnya tadi aku sempat ngunjungin teman yang rumahnya nggak berada jauh dari sini. " Jelas Marvel.


"Kamu pasti minta di arahin ke jalan pintas biar cepat sampai ke jalan besarkan?. " Tanya Alea menebak-nebak.


Benar saja, Marvel seketika mengangguk senyum tampak tidak pernah luntur dari wajah tampan laki-laki itu.


"Iya, benar sekali Alea, 100 untukmu hahah. " Balas Marvel sembari mengacungkan jari jempolnya ke araha Alea.


"Ah beruntung sekali gugel maps itu mengarahkanmu ke jalan ini kalau tidak, bisa-bisa aku bertemu sama orang jahat atau psikopat beneran lagi. " Timpal Alea, bergidik.


"Kamu sendiri kenapa lewat jalanan yang sepi ini? Aku tebak kamu pasti udah sering lewat sini ya kan?. " Tanya Marvel.


Alea segera mengangguk.

__ADS_1


"Yup, benar sekali Vel, rumahku nggak terlalu jauh loh dari sini cuman 5 kiloan, aku biasa lewat sini kalau mau ke kampus tempat aku mengajar. " Jelas Alea.


"Oh jadi kamu sekarang dalam perjalanan pulang ?. " Tanya Marvel lagi.


"Nggak Vel, aku mau ke rumah suamiku. " Balas Alea.


"Oh." Ujar laki-laki itu.


Marvel seketika tidak melanjutkan obrolannya lagi, laki-laki itu nampak fokus dengan ban mobil Alea.


Hampir 5 menit mereka saling terdiam.


"Selesai... " Sentak Marvel.


"Iya santai aja Alea, ini nggak seberapa kok cuman kempes doang ban mobil kamu. " Balas Marvel sembari memasukkan alat-alat perbengkelan ke dalam mobilnya.


Alea kemudian mengajak Marvel untuk makan malam di tempat makan yang berada tidak jauh dari tempat itu, sebagai ucapan rasa terima kasihnya.


"Aku sebenarnya nggak punya banyak waktu, tapi karena kesempatan ketemu kamu di tempat ini nggak bakalan aku sia-siain, ya udah kita makan sebentar. " Ujar Marvel.


"Idih bisa aja kamu, eh tapi kamu pulang dari Singapore kapan?. " Tanya Alea berbasa-basi.

__ADS_1


"Kemarin, ya udah yuk kita berangkat. "


Mereka berdua mengendarai mobilnya masing-masing menuju ke sebuah warung makan yang jaraknya hanya sekitar 3 kilo meter dari tempat ban mobil Alea kempes tadi.


Alea dan Marvel kemudian makan dan mengobrol sebentar di warung tersebut. Meskipun waktunya singkat, tapi Alea selalu merasa nyaman berada di dekat Marvel yang tidak pernah mendebat apapun yang dirinya bicarakan, misalnya saat Alea mengatakan dirinya sangat ingin merasakan terbang.


Marvel akan dengan antusias menyarankannya sebuah tempat wisata yang menyediakan layanan paralayang. Sangat berbeda dengan Andika yang akan langsung menjudge nya sebagai perempuan gila.


Pertemuan keduanya hanya berlangsung sekitar 30 menitan sebelum akhirnya mereka berpisah dan berjanji akan bertemu di lain waktu.


Pukul 9 lewat 45 menit Alea baru saja tiba di kediaman keluarga Prasetya.


Begitu sampai di teras rumah dengan sebuah koper berukuran besar yang di tentengnya, Alea berjalan pelan mendekati tubuh Andika yang sepertinya sudah berdiri disana sejak lama.


Alea bisa langsung mengetahui hal tersebut dengan hanya melihat raut wajah Andika yang kesal, seakan laki-laki itu bersiap untuk menerkam tubuh Alea.


"Dari mana saja kamu? Kenapa jam segini baru sampai di rumah?. " Cecar Andika.


Benar saja, Andika sudah mulai mengeluarkan serangan-serangan yang akan memojokkan Alea.


"Tadi siang aku ada jadwal mengajar di kampus terus pulang niatnya mau ambil barang-barang ini sekian ambil mobilku, tapi karena kelelahan memasukkan barang-barangku yang banyak ke dalam koper aku ketiduran, terus waktu di perjalanan tadi ban mobilku kempes, aku sudah mencoba menghubungi hpmu tapi... "

__ADS_1


"Alasan saja." Potong Andika, tidak percaya dengan penjelasan Alea barusan.


Bersambung...


__ADS_2