Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 62 : Marvel Kecewa


__ADS_3

Mereka berdua beristirahat di toko eskrim tersebut, sembari memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu, hari juga sudah mulai gelap.


###


"Halo, kamu masih disana kan?. " Tanya Andika saat panggilannya kembali terhubung dengan Alea.


"Hmm iya, masih. " Jawab Alea, Andika mendengarkan dengan seksama suasana di tempat Alea terdengar sudah tidak seramai tadi.


"Tunggu aku disana, aku sudah dalam perjalanan, jangan ke mana-mana. " Perintah Andika.


"Heh, kamu tidak usah.. "


Klik


Sambungan terputus, kali ini Andika yang mematikan teleponnya secara sepihak.


Andika menyewa taksi yang akan mengantarkannya ke USS dengan kecepatan penuh. Tidak masalah jika dirinya harus mengeluarkan uang lebih.


Andika tidak mengendarai mobil sendiri karena tidak mungkin dengan waktu singkat Andika bisa menemukan mobil sewa untuk di kendarai, prosesnya akan panjang dan Andika sedang berpacu dengan waktu.


Butuh waktu sekitar 3 jam untuk dirinya sampai di dekat wahana USS. Andika pikir, Alea tidak akan pergi terlalu jauh dari lokasi wahana tersebut.


Benar saja, Andika melihat Alea dari kejauhan bersama seorang laki-laki. Mereka duduk sambil berbincang-bincang di depan sebuah spot poto yang sudah tidak terlalu ramai.


Andika segera menghampiri 2 orang itu.


"ALEA." Teriak Andika.


"ALEA!. " Teriak Andika sekali lagi, sedetik kemudian perempuan itu menoleh. Ekspresinya nampak heran sekaligus terkejut. Begitupun laki-laki yang ada di sampingnya.


Andika memasang wajah tegas dan kaku menghampiri keduanya.

__ADS_1


terbersit dalam benak Andika, tentang siapa laki-laki yang bersama Alea saat ini.


"Andika." Ujar Alea, begitu mereka saling berhadapan. Alea langsung berdiri.


"Kamu tau kesalahan apa yang kamu lakukan hari ini, ALEA?. " Tegas Andika bersiap mengeluarkan omelannya.


"Hehehe." Alea malah cengngesan dengan santainya.


Perempuan itu sama sekali tidak takut dengan tatapan Andika yang mengintimidasinya, pandangan Andika kini beralih pada laki-laki di samping Alea.


Mereka saling bertatapan untuk sesaat, hingga suasana menjadi sangat canggung. Alea segera angkat bicara dan menyudahi keheningan yang tercipta.


"Eh, Dika kenalkan ini Marvel teman baruku yang ngajak aku main ke tempat ini, dia tau banget caranya bersenang-senang. " Ujar Ales memperkenalkan Marvel dengan bangga.


Andika nampak tidak peduli.


"Oh."


"Kamu ingat nggak, dia yang beberapa hari lalu nggak sengaja aku tabrak di lobi hotel kita ituloh, ternyata kita satu hotel juga sama dia. " Jelas Alea antusias.


Andika kemudian memperhatikan Marvel dari ujung kaki sampai rambut.


"Hmm, perkenalkan saya Andika. " Andika menjulurkan tangannya terlebih dahulu kepada Marvel.


Marvel kemudian menyambutnya dengan canggung.


"Marvel." Ujar laki-laki itu nampak bingung.


"Vel, Andika ini suamiku, hehehe. " Timpal Alea memperkenalkan Andika kepada Marvel.


Marvel nampak terkejut mendengar ucapan Alea barusan. Terbukti dari pupil matanya yang membesar.

__ADS_1


"Kalian suami istri?. " Tanya Marvel memastikan, nada suaranya juga terdengar kecewa.


"Iya." Jawab Andika dan Alea serentak.


"Ya udah yuk kita balik ke hotel, lagian udah malam juga, aku lapar banget nih. " Ujar Alea.


"Heh, enak aja aku udah jauh-jauh datang kesini dan kamu seenaknya ngajak pulang? Kamu benar-benar nggak pernah mikir yah Alea. " Sentak Andika.


Perdebatan sepertinya akan segera terjadi di antara pasangan suami istri itu.


"Aku kan udah bilang kamu nggak usah datang kesini, lagian aku udah nitip pesan di kertas, kalau aku mau pergi jalan-jalan sendirian dan nikmatin liburan aku disini. " Balas Alea tidak mau kalah.


"Bodo amat, malam ini kita bakalan nginap di hotel yang nggak jauh dari sini, ayo. " Ujar Andika, menarik tangan Alea untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Eh tunggu dulu, Marvel juga harus ikut sama kita. " Alea menepis tangan Andika, lalu menarik tangan Marvel.


"Ayo vel, kamu ikut sama kita aja yah. " Ajak Alea.


Andika nampak kesal dengan kelakuan Alea. Namun, laki-laki itu tidak bisa berbuat banyak. Tidak mungkin ia memarahi Alea habis-habissan di tempat ramai seperti ini.


Andika juga sadar betul, mereka berdua sebelum menikah sudah membuat perjanjian bahwa keduanya tidak akan mengurusi urusan pribadi masing-masing. Kecuali, jika itu sudah berlebihan.


"Ayo, Dika tunggu apalagi? Kita pergi pake mobilnya Marvel, kamu nggak mungkinkan bawa mobil sendiri di negara ini?. " Cecar Alea.


"Hah? Aku bawa, aku naik tadi datang kesini. " Balas Andika, menunjuk mobil taxi yang tadi membawanya datang kesini.


"Ya udah kamu naik taxi aja sendiri, biar aku naik mobilnya Marvel, nanti kita ketemu di hotel, yah Dika. " Ujar Alea membuat keputusan sendiri tanpa meminta pendapat Andika terlebih dahulu.


Andika melongo saat melihat Alea menarik tangan Marvel menuju ke mobil laki-laki itu, Lagi-lagi Andika tidak bisa melakukan apa-apa.


Bersmabung...

__ADS_1


__ADS_2