Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 85 : Kompensasi


__ADS_3

Tubuhnya terasa sangat pegal setelah menemani Andika di acara perjamuan yang membosankan tadi.


###


Andika baru saja sampai di halaman rumahnya dengan wajah masam, setelah Alea meninggalkannya di acara perjamuan tadi dirinya sempat kembali masuk ke dalam acara perjamuan lagi.


Namun, rekan-rekan kerjanya malah menertawakan dirinya, mereka mengolok-olok Andika sebagai seorang suami yang takut pada istrinya.


Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kekesalannya semakin memuncak saat melihat lampu kamarnya sudah menyala, menandakan Alea sudah berada di dalam kamar tersebut.


"Alea awas kamu. " Gumam Andika, melangkah dengan cepat masuk ke dalam rumah namun langkahnya sontak terhenti saat mendapati Bu Widia sedang berada di ruang tamu sambil membaca buku.


"Mama..." Sapa Andika, raut wajahnya langsung berubah seramah mungkin.


"Andika, kamu baru pulang? Istri kamu udah pulang dari tadi, kamu malah asik-asikkan ngobrol sama temen-temen kamu di acara itu, nggak mikirin istri kamu yang udah kelaparan, kasian tau Alea sampai di rumah langsung minta makan, udah gitu badannya lemas karena perutnya sakit! Kamu gimana sih perlakuin istri kamu dengan baik dong Andika. " Omel Bu Widia.


Andika menghela nafasnya, belum sempat ia melampiaskan rasa kesalnya pada Alea kini giliran mamanya yang mengomel. Padahal kenyataan yang sebenarnya tidak sepenuhnya benar.


"Iya ma, maaf lain kali Andika nggak bakalan kayak gitu lagi. " Ujar Andika, tidak berani membantah ucapan mamanya.


"Ya udah pergi istirahat sana, Alea juga mungkin sudah tidur, jangan terlalu berisik kalau masuk ke dalam kamar, nanti Aleanya ke ganggu. " Ujar Bu Widia yang nampak lebih membela menantu dari pada anaknya sendiri.


Andika mengangguk pasrah, lalu tanpa berkata apa-aa lagi langsung menuju ke kamarnya.


"Dasar provokator... " gumam Andika, tidak sabar ingin segera melabrak Alea.


Dengan ekspresi yang kembali masam Andika membuka pintu kamarnya lalu menutupnya dengan cukup keras.

__ADS_1


"Astagaaaaa." Andika terperanjat kaget melihat Alea yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah hitam legam.


"Kamu kenapa?. " Tanya Alea, nampak biasa saja dengan kehadiran Andika.


Sepertinya perempuan itu sudah tahu sedari tadi jika Andika sudah pulang.


"Muka kamu kayak setan!. " Cibir Andika sembari berjalan ke arah sofa dan membuka jasnya.


"Oh." Alea tidak peduli.


Wajahnya yang di balut dengan masker itu memang nampak menyeramkan.


Andika menatap Alea dengan tatapan yang sulit di jelaskan, Namun satu hal yang pasti laki-laki itu saat ini sedang marah


"Eh sampai lupa, kamu udah pulang yah sayang, gimana pestanya tadi? Maaf aku tadi nyambutnya salah yah? . " Ujar Alea dengan nada mengejek.


"Kamu itu benar-benar kayak ular yah Alea, pinter banget ngehasut orang lain!. " Sentak Andika dengan emosi yang membara.


Andika merengut kesal. Lalu meraih tas Alea yang berada di atas meja dan dengan sengaja membuangnya ke tempat sampah yang berada di samping sofa tempatnya duduk.


"Oh Tidak! Andika sialan, itu tas mahal. " Pekik Alea histeris.


Alea yang melihat itu sontak berlari dan memungut tasnya kembali.


"Rasain!. " Cibir Andika.


"Jahat banget sih jadi orang!. " Pekik Alea.

__ADS_1


"Makanya jadi orang jangan suka iseng, aku nggak peduli kamu mau isengin aku kayak gimana, kamu mau buat aku malu di depan rekan-rekan kerja aku its ok, tapi jangan ngomong sembarangan ke mamaku Alea!. " Bentak Andika.


Alea sontak menatap Andika dengan tatapan tajam, yang siap menusuk jantung Andika kapan saja. .


"Kamu yang mulai semuanya, aku juga nggak bakalan sampai sejauh ini kalau bukan kamu yang mulai semuanya tau!. " Balas Alea, tidak mau kalah.


"Oh kalau kamu ngomong gitu kayaknya kita emang benar-benar nggak pernah cocok, aku juga udah mulai nyesal nikah sama kamu, harusnya dari awal aku nggak buat kesepakatan bodoh itu, harusnya aku bisa ketemu sama perempuan yang lebih baik di banding kamu, kayak Aluna misalnya. " Gerutu Andika, mengeluarkan seluruh kekesalannya.


Alea membuang muka, melihat ke arah lain.


"Kamu pikir aku tidak menyesal? Hah?. " Balas perempuan itu.


Andika mengangguk.


"Oke kalau begitu lebih baik kita bercerai saja, kamu mau minta uang berapapun akan ku berikan asalkan kamu bilang ke orang tuamu jika pernikahan ini sudah berakhir dan kita berdua sama sekali tidak cocok!. " Pekik Andika.


Alea yang semakin kesal itupun mulai memikirkan sesuatu.


Hingga satu menit kemudian.


"Aku mau 1 Milliar, oh tidak 1 triliyun, hmmm sepertinya terlalu sedikit untuk kompensasi aku mau 2 triliyun dalam uang rupiah dan 10 Milyar dalam bentuk Dollar. " Ujar Alea tersenyum licik.


"Benar-benar ular!. " Desis Andika.


Alea tersenyum sinis.


"Katamu ingin memberikan kompensasi kan? Dengan uang itu aku bisa membeli apa saja, tinggal di luar negeri membeli rumah baru, berinvestasi pada perusahaan besar lalu menemukan laki-laki baru, tidak peduli apakah laki-laki itu orang yang berasal dari kalangan biasa atapun kaya raya, yang terpenting uangku sudah banyak. " Tutur Alea, percaya diri.

__ADS_1


"Kamu benar-benar perempuan gila. " Balas Andika.


Bersambung...


__ADS_2