Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 20 : Berakhir Perdebatan


__ADS_3

"Kebetulan macam apa ini? Oh Tuhan. " Batin Alea.


###


Restoran Seafood, meja nomor 5.


Andika tersenyum kecut saat menyadari perempuan yang akan di jodohkan dengannya adalah perempuan yang sudah bertemu dengannya dengan cara yang terduga berkali-kali.


Alea Putri Wicaksono, gadis itu sejak tadi tersenyum dengan cara yang aneh kepadanya, membuat Andika sedikit bergidik.


"Ekhem, kamu mau pesan apa?. " Tanya Andika memecah keheningan.


"Ah aku orange jus saja dengan kepiting saus tomat, tolong air putihnya juga. " Ujar Alea. Pagi tadi Ia belum sempat sarapan.


"Aku, kopi saja. " Timpal Andika kepada pelayan yang mencatat pesanan mereka berdua.


Setelah pelayan itu pergi mereka berdua kembali terdiam, tidak ada yang membuka pembicaraan, hingga 10 menit kemudian.


"Ini." Satu kata yang keluar dari mulut Andika membuat Alea langsung menatap secarik kertas yang saat ini berada di tangan laki-laki itu.


"A-apa ini?. " Tanya Alea bingung.


"Tagihan kerusakan mobilku, katamu ingin ganti rugi ? kebetulan kita bertemu disini, sekalian saja langsung transfer uangnya saat ini juga, ini nomor rekeningku. " Ujar Andika tangannya yang satunya memperlihatkan barisan angka yang tertera di layar ponselnya.


Perempuan itu sontak menganga, nampak terkejut dengan perlakuan Andika barusan mengingat ucapan Andika adalah ucapannya sendiri yang sengaja di ulangi laki-laki itu.


"Ah iya, tapi inikan pertemuan pertama kita, bukankah lebih baik kita membahas masalah mobilnya di hari yang lain saja, lagi pula kamu sudah memiliki nomorku. " Ujar Alea.

__ADS_1


Alea tetap mencoba bersikap manis dan ramah di hadapan Andika.


"Bukankahtadi kamu yang mengatakan ingin membayar tagihannya hari ini? Ini pertemuan kita untuk yang ke empat kalinya, kamu lupa? Oh kamu tidak ingat? Perempuan pemabuk seperti mu memang akan gampang lupa pada orang-orang yang sudah kamu temui. " Sindir Andika.


"Hah? Maksudmu?. " Alea terlihat tidak nyaman dengan ucapan Andika barusan.


"Kita sudah bertemu dua kali saat kamu mabuk di acara pertunangan temanmu, yang kedua di club malam kau tidak ingat memanggilku dengan sebutan om? Kau lagi-lagi mabuk dan menahan kakiku lalu menuduhku melakukan pelecehan terhadapmu dan pertemuan ketiga kita saat kamu dengan sengaja berhenti di tengah jalan, kurasa saat itu kamu juga sedang dalam keadaan mabuk.... "


Penuturan Andika langsung di potong oleh Alea.


"Stop, stop! oke aku mengerti sekarang, aku minta maaf untuk kesalahan yang secara tidak sadar telah aku lakukan! Insiden mobil itu benar-benar tidak di sengaja dan aku sedang dalam kondisi sadar! . " Tegas Alea sedikit kesal mendengar Andika terus-terussan membahas masalah dirinya yang pemabuk.


Andika mengernyitkan wajahnya.


"Apa yang kamu mengerti? Tetap saja bagiku kamu hanyalah perempuan pemabuk!. " Ejek Andika terang-terangan memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Alea.


"Aku akan membayar tagihan mobilmu itu, dengan syarat kamu harus membatalkan perjodohan kita, aku tidak ingin menikah dengan laki-laki bermulut kasar sepertimu. " Ujar Alea sengit.


"Kamu pikir aku mau menikah dengan perempuan pemabuk gila?. " Balas Andika tidak mau kalah.


Alea kembali menatap Andika dengan tatapan sengit.


"Ya sudah, kalau begitu kita selesaikan masalah mobilmu itu hari ini dan batalkan perjodohan kita. " Ujar Alea memiliki cela membatalkan perjodohan yang dari awal memang tidak di inginkannya ini.


Jika, Andika yang membatalkan perjodohan mereka maka Alea akan aman dan tentunya orang tuanya tidak akan memaksanya lagi untuk menikah.


"Aku tidak akan pernah membatalkan perjodohan yang telah di buat orang tuaku, kenapa bukan kamu saja yang membatalkannya?. " Balas Andika dengan santainya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau kamu tidak ingin membatalkan perjodohan ini aku juga tidak mau mengganti rugi kerusakan mobilmu! Anggap saja kita impas karena kamu sudah cukup membuat hatiku sakit hari ini. " Pekik Alea, mencoba bernegoisasi.


"Aku tidak akan membatalkan perjodohan ini!. " Ujar Andika tegas, Andika tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.


"Kenapa? Bukannya kamu juga tidak sudi untuk menikah denganku? Tunggu apalagi! Kita sama sekali tidak cocok!. " Pekik Alea.


"Kamu saja yang membatalkan perjodohan kita, bilang ke orang tuamu jika kita tidak cocok. " Balas Andika.


"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. " Ujar Alea sedikit panik.


"Kenapa?. " Tanya Andika.


"Karena, yah seperti katamu tadi aku tidak mungkin menolak permintaan orang tuaku. " Balas Alea.


"Sama." Ujar Andika. Singkat padat dan jelas.


Sepertinya perjodohan mereka berdua akan terus berlanjut dan tidak akan bisa di batalkan. Karena keduanya memiliki sesuatu yang harus mereka jaga dan lindungi.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau perjodohan kita di batalkan, aku juga tidak akan mau membayar tagihan mobilmu!. " Tegas Alea beranjak dari kursinya dan meninggalkan meja nomor 5 itu dengan perasaan kesal.


Andika sama sekali tidak mencoba menahannya.


Pelayan datang membawakan pesanan Alea dan Andika.


"Dasar laki-laki brengsek. " Caci Alea sebelum benar-benar pergi meninggalkan Andika sendirian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2