Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 87 : Selamat Tidur Alea


__ADS_3

"Argghhh ALEA!. " Pekik Andika kesakitan, memegangi lengannya.


###


Alea kembali berlari masuk ke dalam kamar mandi, mengunci pintunya dari dalam lalu masuk ke dalam bathub yang sudah kering untuk bersembunyi.


"ALEA, BUKA PINTUNYA, AWAS YAH KALAU SAMPAI AKU DAPATIN KAMU, NGGAK BAKALAN AKU LEPASIN!. " ancam Andika dari luar pintu.


"Yah jangan bodohlah Andika, siapa juga yang mau bukan pintunya kakau kamu malah ngancam kayak gitu. " Balas Alea.


"Alea, buka nggak? Buka sekarang juga!. " Perintah Andika dari luar kamar mandi sembari menggedor-gedor daun pintu.


"Nggak bakalan!. " Balas Alea.


Andika kemudian memikirkan sesuatu yang lain.


"Kamu nggak takut? Tidur sendirian di dalam situ tempatnya dingin loh Alea, kamukan nggak bisa tidur kalau udaranya dingin, ayo keluar aku janji nggak bakalan ngapa-ngapain kamu. " Ujar Andika mencoba bernegoisasi, nada suaranya juga sudah di turunkan agar terdengar selembut mungkin.


"Idih emangnya aku anak kecil apa, udah kayak mau di tawarin coklat aja, aku nggak mau! Biarin aja aku tidur di sini, kamar mandikan ada penghangatnya. " Balas Alea, keras kepala.


"Kamu nggak takut, di kamar mandi pernah ada orang yang meninggal loh Alea. " Ujar Andika lagi, kali ini mencoba menakut-nakuti Alea dengan makhluk tak kasat mata.


"Halah, di banding orang yang udah meninggal aku lebih takut sama kamu tau nggak!. " Balas Alea tetap kekeh tidak ingin mengalah.


"Biar saja laki-laki itu berdiri semalaman di depan pintu kamar mandi, hihihi. " Gumam Alea, pelan.


Sesaat kemudian terdengar suara Andika yang tertawa mendengar ucapan Alea barusan.


"Beneran kamu nggak takut sama orang yang udah meninggal? Kepalanya buntung loh Alea, kakinya nggak ada satu. " Lanjut Andika.

__ADS_1


"Ih bodo amat, kamu lebih nyeremin dari pada mereka tau, kamukan rajanya setan, genderuwo, jalangkung, kera sakti. " Balas Alea, sengit.


Andika kembali tertawa di luar sana. Mendengarnya Alea justru merasa heran, padahal dirinya merasa tidak ada yang lucu dengan ucapannya barusan.


"Dasar sinting, ketawa sendirian kayak orang gila. " Cibir Alea.


Setelah cukup lama berada di dalam bathin, Alea kemudian berjalan mendekati pintu untuk memastikan Andika sudah tidak berdiri disana.


Meskipun suara Andika sudah tidak terdengar, tetap saja Alea merasa was-was. Perempuan itu memtusukan untuk tetap berada di dalam kamar mandi.


Alea kemudian berinisiatif mengeluarkan semua handuk dari dalam lemari khusus handuk, lalu Alea menjadikan handuk-handuk itu sebagai alas untuk tidurnya.


"Tidur di dalam bathub sepertinya asyik juga. " Gumam Alea, kembali masuk ke dalam bathub setelah menata handuk-handuk tadi menutupi bagian dalamnya yang akan perempuan tempati untuk tidur malam ini.


Meskipun posisi tidurnya harus menekuk separuh kakinya, Alea tidak masalah dari pada harus tidur dengan Andika yang pikirannya sudah mulai di kuasai setan nafsu.


"Issshhhhh itu tidak akan pernah terjadi!." Pekik Alea tanpa sadar.


Beberapa waktu kemudian, Alea sudah tertidur pulas. Perempuan itu benar-benar bisa tidur dimana saja.


###


Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 pas.


Andika yang sedari tadi sebenarnya masih duduk di depan pintu kamar mandi sembari berharap Alea akan keluar justru harus di buat takjub.


Perempuan itu benar-benar kekeh pada pendiriannya.


Andika kemudian beranjak lalu mengambil kunci cadangan dari dalam laci meja di smpaing tempat tidur.

__ADS_1


"Alea... " Panggil Andika, memastikan apakah istrinya itu masih terjaga atau sudah tertidur pulas.


Tok


Tok


Tidak ada jawab, artinya Alea benar-benar sudah tertidur. Dengan perlahan Andika memasukkan kunci cadangan tadi ke dalam lubang kunci lalu memutar pegangan daun pintu dengan sangat pelan.


Sesaat kemudian, Andika mendapati Alea yang sedang tertidur dalam posisi seperti seorang bayi yang berada di dalam kandungan ibunya.


"Dasar keras kepala. " Gumam Andika.


Andika kemudian mengangkat tubuh Alea dengan perlahan dan sangat lembut, lalu membawanya keluar dari dalam kamar mandi dan meletakkan istrinya itu di atas ranjang.


Alea tidak akan terbangun hanya karena guncangan kecil, Andika sudah memperhatikan kondisi Alea yang jika sudah tertidur pulas, bahkan gempa sekalipun tidak akan bisa membuatnya terbangun.


"Dasar kebo, bisa-bisanya kamu tidur di dalam bathub. " Gumam Andika pelan, sembari mengatur posisi tidur Alea, lalu menyelimuti tubuh perempuan itu.


Alea bahkan tidak ingat untuk membersihkan masker pada wajahnya.


Andika menggeleng-gelengkan kepalanya, tingkat istrinya yang benar-benar absurd membuatnya benar-benar takjub, selalu saja ada surprise yang Alea tunjukan pada Andika setiap harinya.


Beberapa waktu kemudian, setelah membersihkan wajah Alea yang cemong Andika ikut berbaring di sampingnya, tidak lupa Andika mematikan lampu lalu mengecup kening istrinya itu.


Hal yang selalu ia lakukan selama beberapa hari terakhir tanpa Alea sadari.


"Selamat tidur Alea. " Gumam Andika, sebelum dirinya ikut memejamkan matanya sendiri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2