
"Laki-laki jahat!. " Umpat Alea.
###
Pagi harinya, Alea bangun lebih dulu dari pada Andika. Ia kemudian bergegas turun dari atas kasur lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setengah jam berlalu, Alea kini sudah selesai dengan dandanannya yang tampak natural, ia mengenakan dress di atas lutut berwarna hitam dengan motif bunga-bunga.
Karena merasa sumpek dengan aktifitasnya yang biasa saja, Alea memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar area hotel.
Beberapa hari tinggal di hotel tersebut membuatnya mulai terbiasa dengan keadaan sekitar. Jadi, Alea tidak merasa khawatir lagi, jika dirinya tersesat ia bisa langsung menelpon layanan hotel untuk menjemlutnya.
"Tidur kok kayak orang mati. " Ejek Alea, saat melihat Andika yang tertidur dengan kondisi mulut yang terbuka.
Alea jadi ingat perkataan adik Andika, yang mengingatkan Alea jika suaminya itu memiliki kelakuan aneh saat tertidur.
Sejauh ini tidak ada hal aneh yang Alea lihat, selain saat tertidur pulas Andika selalu tidur dengan posisi mulut yang terbuka lebar.
Alea kemudian beranjak ke arah lemari untuk mengambil tas Hermes yang baru di belinya semalam, hari ini ia berniat untuk memakai tas tersebut dan berjalan-jalan sebentar di luar sana.
Pandangan Alea teralihkan pada dompet Andika yang tergeletak sembarangan di atas meja.
Ting
Sebuah ide tiba-tiba saja muncul, Alea dengan cepat menggapai dompet tersebut lalu mengambil 2 lembar uang pecahan 100 Dollar dari dalam dompet laki-laki itu.
__ADS_1
"Lumayan buat modal jalan-jalanku hari ini, hihihi. " Gumam Alea tersenyum jail.
"Kapan lagi bisa nikmatin uang suami sendiri ya kan?. " ujar perempuan itu lagi.
Sebenarnya Alea masih memiliki uang yang cukup bahkan lebih di dalam ATM yang Andika berikan kemarin, namun ia tidak ingin capek-capek jika harus pergi ke bank terdekat dan menarik uang. Bagi Alea itu sangat melelahkan dan membuang-buang waktunya.
"Kalau ada jalan yang mudah kenapa harus memilih jalan yang sulit?. " Tutur Alea kegirangan saat berhasil mendapatkan uang 200 Dollar dari dompet suaminya dengan mudah.
Alea berjalan mendekati tempat tidur dan menuliskan sesuatu pada selembar kertas, lalu kertas tersebut di letakkan di samping Andika.
"Muah."
Tidak lupa Alea mengecup pinggiran kertas tersebut. Hingga bekas lipstiknya tertinggal disana.
Beberapa waktu kemudian, Alea kini sudah berada di taman yang berada tidak jauh dari hotel tempatnya tinggal.
Slurp
"Ah, segarnya. " Gumam Alea, menyeruput chocolate dingin yang di campurkan dengan oreo dan boba itu.
Cuaca memang sedang terik-teriknya, hari ini.
"Hei, kita ketemu lagi. " Sapa suara seseorang yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya.
Alea segera mengangkat kepalanya ke sumber suara itu dan mendapati Marvel dengan sebuah payung yang menutupi kepalanya dari panas matahari.
__ADS_1
"Marvel?. " Ujar Alea antusias, sekaligus bingung mengapa laki-laki itu bisa ada disini.
"Iya ini aku, aku nggak sengaja lewat dan ngeliat kamu duduk sendirian disini . " Jelas Marvel, seolah ingin menjawab ekspresi kebingungan yang nampak jelas dari raut wajah Alea.
"Ooh, memangnya kamu tinggal dimana?. " Tanya Alea.
Marvel kemudian memiringkan tubuhnya sedikit dan menunjuk salah satu gedung yang bisa Alea lihat dengan jelas dari tempatnya saat ini.
"Eh itukan hotel tempat aku nginap, kamu juga tinggal di sana?. " Pekik Alea, takjub. Tidak menyangka jika Marvel juga tinggal di hotel tersebut.
Marvel mengangguk lalu ikut duduk di samping Alea.
"Coba tebak ini pertemuan kita yang ke berapa kali?. " Tanya Marvel.
Alea nampak berpikir lalu memperhatikan wajah Marvel, yang disadarinya sebelum pertemuannya di gedung Plaza kemarin, Alea yakin pernah melihatnya di suatu tempat, tapi ia benar-benar tidak ingat.
"Hmm, dua kali lah, kemarin dan hari ini. " Jawab Alea asal.
Marvel segera menggeleng.
"Salah, Alea. " Ujar Marvel.
"Terus berapa kali?. "
"Tiga kali. " Jawab laki-laki itu.
__ADS_1
"Eh, dimana? Tapi, aku emang rada feeling sih aku pernah liat kamu di suatu tempat, tapi dimana gitu yah?. " Oceh Alea, kembali mengingat-imgat di mana dirinya pernah melihat Marvel.
Bersambung...