
Orang tua Andika saling bertatapan untuk sesaat, Diam-diam mereka tersenyum melihat perkembangan hubungan anak dan menantunya itu.
###
Andika kini telah sampai di apartement Sonya sesuai alamat yang dikirimkan perempuan itu.
Ting Tong
Klek
Suara pintu terbuka menampilkan Sonya yang sudah dalam keadaan panik.
Andika mengernyit melihat keoanikan perempuan itu.
"Alea mana?. " Tanya Andika kemudian.
"Ada di dalam, ayo masuk dia mabuk berat. " Jelas Sonya sembari menuntun Andika maauk ke dalam Apartement nya.
Beberapa waktu kemudian Andika mendapati Alea yang sedang tidur di atas sofa sambil bernyanyi.
"Hei kau jadikanlah... Dirimu seperti yang kau mau... Yeeeaaaaaaay... "
Semua orang yang berada di ruangan itupun sontak saling bertatapan. Seolah saling mengerti jika Alea saat ini sedang meracau.
Andika dengan cepat mendekati tubuh Alea dan mencoba membuatnya tersadar.
"Alea... Hei sadar. "
Tiba-tiba saja mata perempuan itu terbuka.
"Hmmm? Suamiku?. "
__ADS_1
Andika mengangguk.
"Iya ini aku, ayo bangun kota pulang. "
"No.. No.. No aku nggak mau pulang Dika, aku mau pes..ta.. ayo semuanya kita goyang bareng, nyalain musik dangdutnya.. Yuhuiiii. " Teriak Alea, perempuan itu kini bangkit dari tempat tidurnya.
Akan tetapi Andika dengan sigap menahan tubuh perempuan itu lalu membawanya keluar.
"Eh eh apa-apa ini? Kenapa aku di tarik-tarik sih.... " Sentak Alea saat tubuhnya berhasil di bopong Andika.
"Aku permisi dulu. " Ujar Andika pada tiga orang lain yang berada di ruangan itu.
"Iya hati-hati pak Andika. " Tempat Aurora.
"Maaf yah temanku merepotkanmu. " Ujar Sonya.
Andika menggeleng.
"Dia sudah menjadi tanggung jawabku, kalau begitu aku pergi dulu. " Pamit Andika, sebelum laki-laki itu melangkah keluar dari pintu utama apartement Sonya.
"Aku nggak mau pulang! Tolongggggg.. Aku di culik om-om ganteng... " Pekik Alea mencoba melepaskan diri.
Beruntung tenaga Andika lebih kuat.
"Tolong, ih kamu mau mesum yah kenapa megang-megang badan aku. " Ratau Alea saat Andika memasukkan kaki perempuan itu ke dalam mobil.
"Alea aku ini suamimu!. " Balas Andika.
"Hah? Mana ada aku nggak punya suami! Nikah aja belom. " Ujar Alea sengit, Andika tidak menghiraukannya yang terpenting saat ini perempuan itu sudah aman bersamanya.
Andika memutari mobilnya, lalu ikut masuk dan duduk di kursi kemudian mobilnya. Tidak lama kemudian mobil itu melaju meninggalkan gedung Apartemwnt Sonya.
__ADS_1
Sementara Alea masih terus meracau.
"Tolongggg aku di culik.... "
"Alea jangan teriak-teriak. " Tegur Andika.
"Mana ada orang di culik nggak teriak-teriak. " Sentak perempuan itu, galak.
Andika tidak membalasnya dan sibuk menyetir mobil sambil mendengarkan gerutuan, caci maki dan umoatan yang keluar dari mulut Alea.
Perempuan itu benar-benar mabuk.
"Semoga hal itu bisa membuat perasaanmu sedikit lega, Alea. " Batin Andika, melirik ke kaca mobilnya untuk memastikan jika Alea tidak melakukan hal-hal aneh di kursi penumpang.
Beberapa waktu kemudian mobil yang membawa mereka sudah sampai di kediaman Prasetya.
Orang tua Andika ternyata sudah menunggu di teras rumah, dengan cepat kedua orang tua itu membantu Andika menurunkan Alea dari dalam mobil.
"Ini kenapa Dika?. "Tanya bu Widia nampak sangat khawatir.
" Ya ampun, bau alkohol. " Timpal pak Prasetya.
"Mama sama papa nggak usah bantuin, biar aku yang angkat ke atas kamar kami. " Ujar Andika, memberikan istrahat pada orang tuanya agar mereka menjauh.
Andika buru-buru mengangkat tubuh Alea lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian perempuan itu minta di turunkan.
"Turunkan aku! Huekkkk... " Sentak Alea.
"Eh?. "Andika nampak bingung namun sedetik kemudian ia sadar jika alea sepertinya akan muntah.
Perempuan itu dengan cepat berlari menaiki anak tangga, Andika mengikutinya dari belakang hingga sampai di dalam kamar Alea buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Hueeeekkkk... " Perempuan itu memuntahkan seluruh isi perutnya.
Bersambung...