
Perempuan itu akhirnya berhenti mengoceh, Andika diam-diam mengulum senyumnya. Hingga, akhirnya mereka berdua tertidur dalam keadaan berpelukan.
###
Keesokan harinya, Alea bangun kesiangan karena tidur terlambat semalaman, saat melirik ke samping tempat tidurnya ia sudah tidak mendapati Andika.
"Kemana laki-laki itu?. " Gumam Alea, merasa kebingungan, karena biasanya selama beberapa hari terakhir Andika akan menunggunya terbangun baru laki-laki itu juga akan turun dari ranjang.
Tapi kali ini, laki-laki itu sudah tidak berada di samping Alea.
"Hooammmm." Alea membuka mulutnya selebar mungkin untuk mengumpulkan udara ke dalam paru-parunya.
Sesaat kemudian ia di kejutkan dengan kehadiran Andika yang hanya mengenakan celana boxer dan ternyata laki-laki itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan sebuah headset yang terpasang di telinganya.
Alea buru-buru menutup mulutnya kembali, karena ia tahu Andika tidak suka jika dirinya menguap dengan mulut yang terbuka lebar.
Tanpa Alea sadari, perempuan itu kini sudah mulai terbiasa hidup bersama Andika, bahkan hal-hal yang Andika tidak sukai dari kebiasaan buruk Alea, perlahan-lahan mulai Alea merubahnya.
Perempuan itu bahkan lebih sering melakukan hal-hal yang Andika sukai, misalnya tidur dalam keadaan berpelukan, tidak ada pembatas di tengah ranjang, menggunakan ruang ganti secara bersamaan.
Hal yang aneh bagi orang lain, tapi bagi Alea dan Andika berganti pakaian secara bersamaan di ruang ganti di pagi jari dapat meminimalisir waktu, apalagi pakaian mereka sudah berada di dalam ruangan yang sama.
Tidak mungkin mereka akan berganti pakaian secara bergiliran, mengingat jadwal mereka bekerja sama-sama di pagi hari.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak untuk bantuannya. " Ujar Andika, laki-laki itu sepertinya sedang berbicara dengan seseorang.
Alea mengernyitkan kedua alisnya, raut wajahnya menunjukan ekspresi heran sekaligus penasaran.
"Iya sekali lagi terima kasih, hubungi saya juga jika anda membutuhkan sesuatu. " Ujar Andika, laki-laki itu kemudian mematikan teleponnya dan duduk di atas sofa.
__ADS_1
"Ada apa Dik?. " Ujar Alea beranjak turun dari ranjang dan berjalan mendekati Andika yang saat ini sedang duduk di sofa sambil mengutak atik ponsel pintarnya.
"Akhirnya ketemu juga!. " Pekik Andika yang membuat Alea semakin kebingungan.
"Kesambet nih orang, masih pagi-pagi di tanya apa eh di jawabnya apa. " Cibir Alea, pelan dengan ekspresi masam. Berharap suaranya itu tidak, di dengar oleh Andika.
Akan tetapi, sayangnya Andika mendengar cibiran terebut.
"Alea aku mendengar ucapanmu!. " sentak Andika yang membuat Alea sontak meringis salah tingkah.
"Hehehehe."
"Duduk disini, ada yang ingin ku perlihatkan, kamu pasti bakalan terkejut dengan apa yang sudah aku temukan kali ini. " Ujar Andika kemudian, nampak antusias.
Alea kembali mengernyitkan alisnya.
"Lihat, aku sudah menemukan orang yang menyebarkan poto-potomu itu!. " Ujar Andika sembari memperlihatkan ponselnya yang menunjukkan CCTV mall tempat Alea bersama Marvel beberapa hari yang lalu.
Alea sontak meraih ponsel tersebut dan langsung menonton tayangan CCTV yang menunjukkan dirinya sedang berjalan bergandengan tangan dengan Marvel, pada kenyataannya saat itu Alea terpaksa menarik tangan Marvel untuk pergi menjauh meninggalkan Aulia.
"Wuah, Nadika ini beneran?. " pekik Alea matanya berbinar-binar, menatap takjub ke arah suaminya itu.
Andika menanggapinya dengan senyuman tipis, nampak jelas laki-laki itu merasa bangga dengan dirinya sendiri.
"Gimana bisa kamu dapetin ini Dik?. " Tanya Alea lagi, penasaran.
"Manager di mall itu kebetulan kenalan aku dan kami pernah melakukan kerja sama bisnis, aku minta tolong padanya untuk memeriksa rekaman CCTV mall tersebut dan untungnya dia mau membantu. " jelas Andika, yang membuat Alea semakin kagum pada suaminya itu.
"Wuah kita harus berterima kasih sama manager itu Andika, karena dia udah baik banget mau bantuin kita. " Balas Alea.
__ADS_1
Andika mengangkat kedua alisnya.
"Terus aku? . " Raut wajah Andika mulai terlihat kesal.
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi Andika yang seketika membuat laki-laki itu terpana menyadari kecupan itu adalah tanda terima kasih dari Alea.
"Makasih suamiku, hihihi... " Tutur Alea, kemudian.
Andika memegangi pipinya yang memerah, senang sekaligus takjub karena tidak menyangka Alea akan memberinya kecupan.
Tatapan Alea kemudian terpokus pada Rekaman CCTV yang memperlihatkan seseorang laki-laki yang tengah mengarahkan kamera kepada dirinya dan Marvel, laki-laki itu nampak memotret dari balik kaca. Alea memicingkan matanya agar bisa lebih jelas melihat wajah laki-laki tersebut.
"Heh, inikan si Daniel?. " Pekik Alea setelah memastikannya berkali-kali.
Andika yang tadinya belum benar-benar memperhatikan rekaman CCTV itupun ikut melihat kembali rekamannya.
"Masak sih?. "
"Beneran Dika, ini kamu liat tasnya aja sama persis sama tas yang selalu bocah tengik itu pake! . " Balas Alea, memastikan jika laki-laki yang memotret nya di mall tersbeut adalah Daniel.
Andika kemudian mengcapture gambar laki-laki itu dan memasukkannya ke aplikasi yang otomatis akan membuat gambar yang blur mejadi lebih jernih dan benar saja laki-laki itu adalah Daniel.
"Ya Tuhan, benar Alea dia Daniel, untuk apa anak itu melakukan hal gila seperti ini?. " Gumam Andika.
"Dasar bocah tengik! Awas saja akan ku geprek anak itu kalau ketemu. " Sentak Alea, gemas.
Bersambung...
__ADS_1