Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 46 : Paduka Raja


__ADS_3

"Aku sudah memberimu peringatan untuk tidak membuat masalah selama kita berada disini, makan dari itu hari ini aku tidak akan meninggalkanmu lagi sendirian, kamu tidak akan pergi ke mana-mana hari ini. " Tegas Andika.


###


Alea kembali cemberut dan hanya bisa pasrah mengurung diri di dalam kamar hotel atau lebih tepatnya berada di sisi suaminya.


Alea sebenarnya bisa saja pergi berbelanja seorang diri namun karena takut membuat Andika lebih kesal lagi kepadanya dan membuat masa depannya terancam, Alea hanya bisa menuruti ucapan Andika.


Setengah jam kemudian.


Karena merasa bosan berjalan mondar mandir di dalam kamar hotelnya, Alea yang melihat Andika tertidur pulas di atas ranjang ikut merasakan kantuk.


Apalagi udara dari AC yang terasa sangat dingin, membuat mata Alea sekan-akan sedang di usap-usapusap-usap dengan lembut, membuat kantuknya semakin menjadi-jadi.


Alea kemudian beriniasiatif membaringkan tubuhnya di samping suaminya.


"Ah nyamannya kasur ini... " Gumam Alea sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Heh, minggir. " Tegur Andika yang sontak membuat Alea terlonjak kaget karena menyangka laki-laki itu sudah tertidur pulas.


"Eh? Kamu nggak tidur?. " Tanya Alea kebingungan.


"Ini kasur ku, aku membayarnya menggunakan uangku, jangan tidur disini, tidur di sofa sana. " Perintah Andka.


"Hah sofa lagi? Nggak aku ngga mau, sekali-kali gantian lah kamu yang tidur di sofa lagian inikan siang bolong aku bakalan tidur beberapa jam doang kok, aku juga nggak bakalan nyerempet ke badan kamu. " Ujar Alea dengan ekpresi wajah memelas.

__ADS_1


Tubuhnua terasa sakit karena sudah dua malam tidur di sofa.


"Nggak, pokoknya kamu tidur di sofa mau siang bolong kek mau malam kek, aku tidak peduli. " Ketus Andika.


"Lagian kenapa sih sekali-kali kamu yang tidur di sofa? kalau kamu nggak mau aku juga nggak mau lah, jahat banget jadi orang. " Balas Alea.


"Aku tidak terbiasa tidur di tempat sembarangan, lagi pula semua yang ada di ruangan ini ku bayar menggunakan uangku, suka atau tidak suka itu terserah kamu! Turun dari ranjang ku. " Perintah Andika yang lagi-lagi membuat Alea merasa kesal.


Alea bersungut-sungut sembari berdecak kesal.


"Cih, mentang-mentang."


Alea menghela nafasnya dengan kasar, benar-benar tidak menyangka dengan karakter jahat Andika.


"CEPETAN TURUN. " Sentak Andika.


"Yes, kamulah penguasa di dalam kamar ini, karena semuanya menggunakan uangmu, baiklah kalau begitu paduka raja yang terhormat aku akan turun dari singgasanamu. " Ujar Alea berakting bagaikan seorang dayang yang di usir oleh rajanya.


"Heh letakkan selimut itu kembali ke tempatnya. " Perintah Andika dengan mata melotot.


"Lalu aku pake apa paduka raja? Disini sangat dingin, perutku bisa mulas lagi seperti kemarin jika tidur dalam keadaan tanpa selimut sehelaipun. " Balas Alea, dengan nada seperti bintang film yang bermain peran.


"Cih!berhenti bermain drama. Ambil selimut yang lain di dalam lemari itu, kembalikan selimut ku! . " Tunjuk Andika ke salah satu lemari yang berada di sudut ruangan.


"Baik yang mulia paduka raja Andika Prasetya Tumengku Buwono XXXXXXXXXXI. " Ledek Alea.

__ADS_1


"ALEAAAAA." Tegur Andika.


"hehehehe."


Alea dengan cepat meletakkan selimut Amdika lalu berlari kecil ke arah lemari yang di tunjuk Andika tadi. Saat berbalik, Andika sudah kembali tertidur dengan selimut menutupi separuh kakinya.


Alea menatap Andika dengan tatapan kesal.


"Apalagi? Kenapa tatapan matamu seperti itu?. " Tegur Andika, ternyata laki-laki itu belum menutup matanya rapat-rapat.


Alea kemudian menyunggingkan senyumnya, memperlihatkan barisan giginya yang rapih lalu beranjak kembali ke sofa.


Andika bergidik ngeri.


"Dasar perempuan aneh. " Pekik Andika.


Alea tidak menghiraukannya dan langsung beranjak ke sofa, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, sofa tempatnya tidur sejak semalam itu memang lumayan empuk dan nyaman namun tetap saja Alea merasa dongkol kepada suaminya yang jahat itu.


Pandangan Alea kemudian teralihkan pada siaran televisi yang sedari tadi sengaja di nyalakan tanpa seorangpun yang menontonnya.


Ting


Sebuah ide brilian tiba-tiba saja muncul di dalam pikiran Alea.


Alea meraih remot televisi dan menambah volume suaranya hingga memenuhi ruangan kamar hotel tersebut dan benar saja Andika yang merasa terganggu dengan volume suara dari televisi itupun kembali terbangun.

__ADS_1


Bersmabung...


__ADS_2