
"Kamu kenapa seperti ulat bulu yang sedang akan bermetamorfosis seperti itu?. " Tegur Andika.
###
"Ulat Bulu? Enak saja!. " batin Alea, tidak Terima. Namun perempuan itu tidak mengatakannya langsung kepada Andika karena saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk berdebat.
Sedetik kemudian, Alea merasakan perutnya kembali mulas.
"Minggir! minggir dikit Dika, aku mau ke toilet lagi. " Ujar Alea kembali berdiri dan akan melewati tempat duduk Andika untuk dapat keluar dari tempat duduknya sendiri.
Dengan cepat Andika memiringkan posisi duduknya, Alea bergegas menuju ke toilet untuk yang kesekian kalinya.
"Ada apa dengan perempuan aneh itu?. " Lirih Andika menatap punggung Alea yang saat ini sudah menjauh dari tempat duduk mereka.
Beberapa menit kemudian Alea kembali sembari meringis dan memegangi perutnya.
"Duh perutku mulas. " Keluh Alea setelah kembali duduk di kusrinya. Ia sudah meminta bertukar tempat duduk dengan Andika, namun laki-laki itu menolak dengan tegas, alasannya takut jika pesawat tersebut kecelakaan orang-orang akan menuduhnya sebagai penumpang gelap karena tidak berada di kursi yang tepat.
"Kamu jetlag? Kayak orang barusan naik pesawat aja. " Ejek Andika.
"Ini semua gara-gara kamu tau nggak!. " Balas Alea.m, menatap sinis pada Andika.
"Loh kenapa gara-gara aku lagi?. " Andika tidak terima.
"Ya iyalah gara-gara kamu nyalain AC sampai aku hampir beku karena kedinginan selama berjam-jam. " omel Alea dengan suara lantang.
"Ssstttttttt." Andika menempelkan jarinya ke bibir Alea yang sudah siap melayangkan omelan-omelan berikutnya.
__ADS_1
"Apaan sih. " Alea menepis tangan Andika.
"Kamu tuh kebiasaan nggak bisa liat keadaan dulu apa, ini itu bukan di club malam seenaknya kamu bisa ngomong keras-keras, liat tuh orang-orang pada ngeliat ke arah kita. " Balas Andika dengan suara pelan.
Beberapa pasang mata saat ini memang sedang menatap ke arah Alea dan Andika.
"Oh Hehehe maaf. " Alea meminta maaf kepada penumpang yang lain karena suaranya.
"Duduk baik-baik, jangan krasak krusuk! sangat mengganggu. " Perintah Andika masih dengan suara pelan.
"Ini semua gara-gara kamu tau, kamu harusnya tanggung jawab kalau sampai aku kenapa-napa di pesawat ini. " Bisik Alea.
"Kenapa aku harus tanggung jawab. " Balas Andika ikut berbisik.
"Ya karena kamu aku jadi mulas, ih ini laki-laki kok nggak ngerti-ngerti sih, memangnya kamu mau jadi duda dalam sehari kalau aku tiba-tiba mati karena sakit perut di dalam pesawat ini?. " Ujar Alea.
"Ya gampang tinggal cari istri baru. " Balas Andika dengan ekspresi cuek, tanpa rasa bersalah sudah membuat perut Alea sakit.
Alea kembali menatap sinis ke arah Andika.
"Dasar laki-laki jahat!. " Umpat Alea.
Andika tidak menghiraukan umpatan Alea dan kembali fokus mendengarkan musik dari earphone yang kembali di pasangkan ke telinganya
Bukk
"Arghhh." Jerit Andika tanpa sadar.
__ADS_1
Saat sebuah bantal menghantam wajahnya, Alea tersenyum puas.
"Rasain." Bisik Alea.
Beberapa penumpang yang sedari tadi memperhatikan mereka ikut tersenyum melihat tingkah pengantin baru itu.
###
Di tempat lain, di rumah orang tua Alea nampak para orang tua dari pengantin baru itu kembali berkumpul berbagi kebahagiaan dan membahas pernikahan anak-anak mereka yang kemarin berjalan dengan lancar tanpa kendala.
Keluarga yang di persatukan karena perjodohan putra putri mereka itu nampak sesekali tertawa membahas masalah resepsi pernikahan kemarin pada saat Alea beberapa kali melakukan kecerobohan.
"Wuah ternyata seperti ini rasanya menjadi besan dari sahabat sendiri yah. " Ujar Pak Prasetyo, wajahnya nampak berseri-seri.
"Ahhaahha, iya akhirnya kita benar-benar menjadi keluarga, aku tidak menyangka anak-anak kita akan menyatukan kita hari ini. " Timpal pak Putra.
"Hmmm siapa dulu dong, makcomblangnya. " Ujar Bu Widia.
"Iya, padahal kita berdua yang merencanakan perjodohan anak-anak itu tapi kenapa para bapak-baoak ini yang merasa punya andil besar yah. " Sindir Bu Dewi dengan nada bercanda.
"Hahahahha, iya juga yah, tapi yang paling penting anak-anak kita sudah bersatu, aku berharap Alea tidak akan merasa bosan dengan Andika yang gaya hidupnya sangat monoton dan tidak pernah menjalin hubungan asmara dengan perempuan manapun. " Balas Bu Widia.
"Ah sama saja, Alea juga belum pernah pacaran seumur hidupnya, semoga mereka bisa bergaul dengan mudah. " Ujar Bu Dewi lagi.
"Tenang saja, Anak-anak kita itu sudah dewasa mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, tugas kita saat ini adalah untuk mendukung keharmonisan keluarga kecil mereka nantinya. " Timoal Pak Prasetyo bikaksana.
"Ah aduh, aku nggak sabar mau momong cucu baru. " Oceh Bu Widia yang di sambut gelak tawa suaminya dan orang tua Alea.
__ADS_1
Bersambung...