Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 132 : Menata Rambut


__ADS_3

"Alea, aku minta maaf. " Ujar Andika, tulus.


###


"Aku maafin asal kamu nggak ngisengin aku lagi dan dengan syarat aku yang harus gunain kamar mandi setiap hari, kalaupun kamu lebih dulu ada di depan kamar mandi di banding aku pokoknya kamu mesti ngalah. " Ujar Alea memberikan persyaratan pada Andika.


"Cuma itu?. "


Alea mengangguk.


"Makasih yah Alea. " Ujar Andika membentangkan tangannya mengambil ancang-ancang ingin memeluk Alea yang sedang tersenyum ke arahnya, pertanda perempuan itu sudah benar-benar memaafkan Andika.


"Eh, eh, eh jangan deket-deket, aku tau pikiran kamu. " Sinis Alea, mendorong pelan tubuh Andika agar laki-laki itu tidak menyentuh tubuhnya.


Andika mengernyitkan alisnya.


"Pikiran aku?. "


Alea melirik ke bagian bawah tubuh Andika yang hanya di tutupi selembar handuk, Andika yang mengikuti pandangan Alea itupun sontak terkejut dan langsung bersnjak dari sofa.


"Ahahaha, maaf Alea aku hampir lupa pake baju ya udah kamu pergi mandi sana, aku mau pake baju dulu. " Pekik Andika panik, menyadari ada sesuatu yang berdiri tegak di tubuhnya. Laki-laki itu langsung berlari masuk ke dalam ruang ganti. Sementara Alea tidak dapat lagi menahan tawanya.


Perempuan itu tertawa terbahak-bahak melihat Andika yang tampak aneh.


"Issshhh dasar gitu aja horny. " Cibir Alea.


###


Di tempat lain, Marvel tampak tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya, meskipun hari ini weekend namun karena pekerjaannya tidak mengenal hari sabtu ataupun minggu Marvel tetap bekerja walaupun pekerjaannya itu di lakukan di Apartementnya.

__ADS_1


Pikiran Marvel terus mengingat kejadian kemarin malam saat dirinya menyatakan perasaan cintanya pada Alea, sejak saat itu pula Alea sama sekali tidak menghubunginya.


Luka pada bibir Marvel sudah kering, meskipun begitu hatinya masih sakit melihat Alea lebih memilih pergi meninggalkan dirinya bersama Andika.


"Hei Marvel sadarlah, tentu saja dia akan pergi bersama Andika karena laki-laki itu suaminya, come on boy. " Gumam Marvel kepada dirinya sendiri.


Di sisi lain, Marvel juga merasa bersalah pada perempuan itu. Melihat sikap Andika yang keras kepala Andika pasti akan terus-terussan mencecsr Akea dan menuduh perempuan itu berselingkuh dengannya.


"Arrrghhhh ini semua salahku, harunya aku tidak melakukan itu, kasian Akea dia pasti tertekan. " Ujar Marvel prustasi.


Marvel meraih ponselnya yang berada di atas meja, mencari kontak Akea dan berniat ingin meminta maaf duluan pada perempuan itu. Akan tetapi, Marvel mengurungkan niatnya.


"Tidak, jangan sekarang! Tunggu waktu yang tepat saja, Akea juga pasti masih kaget, kalau aku meneponnya sekarang bisa-bisa aku di sangka penguntit. "


Marvel melemparkan ponselnya kembali ke atas meja kerjanya, pikirannya mulai berandai-andai.


Marvel kembali berjanji pada dirinya sendiri akan mengubur dalam-dalam persaan cintanya pada Alea, setidaknya pertemanan mereka tidak boleh putus dan berakhir hanya karena Marvel jatuh cinta pada perempuan itu.


"Tapi apakah aku bisa?. " Gumam Marvel.


###


Kembali ke kediaman Prasetya.


Alea nampak terhibur dengan usaha Andika yang membantunya untuk mengeringksn rambutnya menggunakan hairdryer, nampak jelas raut bahagia dari wajah keduanya.


"Wuah nggak nyangka aku kamu hebat juga bisa bantu ngeringin rambut aku, makasih yah Dik. " Ujar Alea tulus.


Setelah beberapa minggu menjalani bisuk rumah tangga sepertinya baru kali ini pasangan suami istri itu terlihat sangat akur.

__ADS_1


"Mau sekalian aku bantu sisirin rambutnya?. " Ujar Andika tersenyum ramah.


Alea segera mengangguk, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


"Kapan lagi disisirin suami sendiri ya kan, hihihi. " Batin Alea kegirangan.


Andika nampak antusias membantu menata rambut istrinya, ingatannya pada masa kanak-kanak kembali menghampiri pikiran Andika.


Andika yang sudah mengingat jika teman masa kecilnya adalah Alea yang saat itu masih menjadi gadis kecil kembali mengingat kenangan belasan tahun lalu saat Andika kecil sedang membantu Alea menata rambutnya.


Flash back on


Akan tetapi waktu itu karena rambut Alea lepek dan susah untuk di sisir membuat keduanya bertengkar.


"Ih jelek banget, tau gini aku nggak mau kamu sisirin rambut aku. " Pekik Alea kecil.


"Rambut kamu emang lepek Alea susah di atur, makanya rajin pake Shampo mana bau banget lagi. " Balas Andika tidak Terima di salahkan.


"Jahat banget sih mulutnya, awas loh nanti aku laporin ke tante Widia biar kamu di omelin. " Ketua Alea kecil.


Andika tidak takut, anak laki-laki itu justru balik menantang.


"Coba aja, aku nggak takut tuh yah ada juga kamu yang bakalan di omelin sama tante Dewi karena nggak bisa ngurusin rambut sendiri, dasar rambut lepek bau. " Ejek Andika.


Alea yang mendengar itu sontak mendorong Andika lalu berlari sambil menangis ke arah bu Widia dan Bu Dewi yang saat itu tengah asyik membuat kie di dapur.


Flash back off


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2