Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 75 : Jambak


__ADS_3

"Alasan saja." Potong Andika, tidak percaya dengan penjelasan Alea barusan.


###


"Ya sudah terserah saja kalau kamu tidak mau percaya dengan ucapanku barusan, intinya aku sudah berkata jujur. " Balas Alea, tidak mau kalah perempuan itupun dengan cepat langsung masuk ke dalam rumah.


Andika yang belum puas dan masih menyimpan banyak pertanyaan kepada istrinya itupun mengikuti langkah Alea.


Alea nampak kesusahan menarik kopernya yang berat, meskipun begitu Andika sama sekali tidak berinisiatif untuk membantunya.


Laki-laki itu malah terus-terussan mencecar Alea dengan banyak pertanyaan.


"Kalau begitu siapa yang bantuin kamu di jalan tadi? Katamu ban mobilmu kempes, tidak mungkinkan kamu memompa bannya secara manual seorang diri, lihat saja badanmu yang kecil dan mudah rapuh itu. " Cibir Andika.


Alea sontak menghentikan langkahnya, lalu menatap Andika dengan tatapan tajam yang menusuk.


"Aku di bantu Marvel, laki-laki itu tiba-tiba saja datang bagaikan malaikat yang di kirimkan Tuhan untuk membantuku di kala kesulitan, di bandingkan dengan suamiku yang memiliki tubuh atletis ini malah menonaktifkan hpnya di saat istrinya sedang dalam kesulitan, tentunya Marvel jauh lebih baik. " Balas Ales sengit.


Andika seketika mengernyitksn wajahnya. Menatap Alea dengan tatapan penuh curiga.


"Marvel? Kenapa laki-laki itu bisa tiba-tiba datang membantumu? Kalian sengaja janjian dan bertemu tanpa seizin ku? Wah benar-benar kamu Alea, belum apa-apa sudah berani bermain curang di belakangku. " Cecar Andika, nampak tidak suka Alea menyebutkan nama Marvel.

__ADS_1


"Heh siapa juga yang sengaja ketemuan, akukan sudah bilang kalau dia seperti malaikat yang dikirimkan Tuhan, artinya kami tidak sengaja bertemu, jangan sembarangan menuduh orang lain yang tidak-tidak, seakan-akan karaktermu lebih baik saja dari ku. " Balas Alea, berbalik dan kembali berjalan meninggalkan Andika.


Keduanya kini sudah berada di dalam kamar, beruntung mertua Alea juga sudah berada di dalam kamarnya jadi perdebatan antara dirinya dengan Andika tidak akan terdengar.


"Maksud kamu apa berkata seperti tadi? aku nggak jauh lebih baik dari kamu?. " Cecar Andika, Alea yang sibuk mengeluarkan barang-barang dari dalam kopernya tidak menghiraukan Andika.


"Alea, jawab aku, kalau suamimu sedang bicara jangan melakukan hal lain. " Pekik Andika.


Alea sontak menghentikan aktivitasnya.


"Aku malas berdebat Andika. " Balas Alea.


"Kamu pikir aku tidak?. " Ketus Andika.


"Oke, aku akan tidur di atas ranjang sendirian malam ini, kamu tidur saja di sofa itu, aku tidak mau peduli lagi dengan urusanmu apalagi dengan kai-laki bernama Marvel itu, aku tidak sudi mendengar namanya. " Omel Andika, kesal dirinya di banding-bandingkan.


Alea menghela nafasnya, prustasi dengan suaminya yang begitu cerewet dan terus-terusaan mengomelinya itu.


"Dasar laki-laki bermulut perempuan. " Umpat Alea.


Andika yang baru saja membaringkan tubuhnya sontak kembali terbangun.

__ADS_1


"ALEA." sentak Andika.


"APA ANDIKA. " balas Alea.


"Aku tidak mau berbicara denganmu lagi. " Ujar Andika seperti seorang anak kecil yang sedang ngambek.


"Ya sudah kalau begitu aku juga tidak mau berbicara dengan laki-laki bermulut perempuan sepertimu, dasar bawel tukang ngomel. " Balas Alea beranjak dari tempatnya duduk lalu menarik selimut di atas kasur, akan tetapi dengan cepat Andika juga ikut menarik selimut itu.


"Kamu nggak boleh pake apapun di dalam kamar untuk tidur malam ini, biarin aja kamu kedinginan tidur di sofa itu. " Ujar Andika.


"Ishhh siniin selimutnya Andika!. "Perintah Alea.


Andeka menggelengkan kepalanya dengan santai, tenaganya yang lebih besar dari pada Alea membuat Andika dengan mudah menarik paksa selimut tersebut sehingga pegangan Alea seketika terlepas.


"Siapa suruh kamu nggak mau dengarin kata suami, anggap aja ini hukuman buat kamu malam ini, tidur di sofa tanpa selimut dan bantal, wlek. " Ejek Andika, kali ini laki-laki itu yang bersikap seperti anak kecil.


Alea yang tidak ingin di perintah dan mengalah kepada Andika seperti yang terjadi di Singapura lagi sontak menjambak rambut laki-laki itu dengan keras.


"Ah aw Alea.... " Pekik Andika kesakitan.


"Mampus, rasain ini. " Umpat Alea, menarik-narik rambut Andika dengan beringas Andika yang tidak terima di perlakukan seperti itu seketika ikut meraih rambut panjang Alea.

__ADS_1


Pasangan pengantin baru itupun berakhir dengan saling menjambak satu sama lain.


Bersambung...


__ADS_2