
"Sssstttt, sudah-sudah tenang, sekarang kita akan masuk ke inti materi kita hari ini, sejarah sastra di era modern." Alea kembali menetralkan suasana di dalam kelasnya, lalu melanjutkan materinya yang sempat tertunda selama hampir 2 minggu.
###
Beberapa hari kemudian Alea mengadakan ujian tengah semester untuk para mahasiwanya.
Kelasnya siang itu berlangsung cukup hening dan tenang, para mahasiswa mengerjakan ujian mereka dengan lancar karena beberapa hari sebelumnya Alea sudah memberikan himbauan agar mereka belajar terlebih dahulu.
"Bagaimana sudah?. " Tanya Alea setelah waktu yang di berikan untuk ujian tersebut berakhir.
"Sudah bu. " Jawab para mahasiswa itu kompak.
"Oke kalau begitu, satu orang tolong kumpulkan kertas ujian teman-temanmu dan bawa ke sini. "
Daniel berdiri dengan sigap dan menawarkan dirinya.
"Saya siap bu. " Ujar mahasiswa tersebut.
Alea tersenyum melihat antusias mahasiswanya yang sangat aktif itu.
"Oke Daniel. "
Beberapa saat kemudian, kertas-kertas ujian para mahasiswa itu berhasil di kumpulkan, satu persatu mereka keluar dari kelas karena memang waktu mengajar Alea sudah habis.
Sementara beberapa mahasiswa yang lain tetap tinggal di dalam kelas, termasuk Daniel yang saat ini asyik menggoda Alea.
"Bu Alea, mau nggak nanti saya anterin pulang, rumah kita sekarang searah loh. " Tawar Daniel.
Rumah mereka saat ini memang dalam komplek yang sama, mengingat Daniel ada keponakan dari Andika, suaminya dan rumah pemuda itu berada di jalur yang sama dengan rumah mertua Alea.
"Hmmm, memangnya kamu ke kampus naik apa?. " Tanya Alea sembari mengemas alat tempur mengajarnya.
__ADS_1
Daniel kemudian mengeluarkan kunci mobil dari dalam saku celananya.
"Mobil dong bu, masa iya naik angkot. " Balas mahasiswa itu percaya diri.
Alea terkekeh.
"Dih sombong amat nih bocah. " Balas Alea.
Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju ke ruangan kerja Alea.
"Jadi sampai kapan kamu mau ngikutin aku kayak gini?. " Tanya Alea sesampainya mereka di depan pintu ruangan khusus dosen.
Daniel menyunggingkan senyum jahilnya.
"Sampai bu Alea jawab, mau nggak saya anterin pulang nanti?. " Ujar Daniel dengan nada menggoda.
Alea menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahaha, ya udah deh tapi nanti yah soalnya aku masih ada jam ngajar Daniel. " Ujar Alea kemudian setelah melihat jam tangannya, sebenarnya itu hanya alasan untuk menolak ajakan Daniel secara halus. Sayangnya Daniel malah menyangka Alea menyetujui ajakannya.
"Nggak masalah bu, mau saya harus menunggu sampai tua juga nggak masalah, hehehe. " Balas Daniel, cengengesan.
"Dasar bocah tengil, udah sana pergi sama teman-temanmu, kamu tuh mestinya mulai bergaul sama lawan jenis kamu Daniel. " Usir Alea secara halus.
"Inikan upaya Daniel bergaul sama lawan jenis bu, bu Alea kan perempuan nah saya laki-laki. " Balas Daniel kekeh.
Alea kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan bergaul sama orang yang lebih tua dari kamu. " Ujar Alea lagi, masuk ke dalam ruang kerjanya dan masih terus di ikuti oleh Daniel.
"Tapi, saya nggak tertarik sama perempuan-perempuan yang seumuran sama saya bu. "
__ADS_1
Alea mengernyitkan alisnya.
"Jadi?. "
"Saya tertariknya sama ibu Alea. " Jawab Daniel dengan percaya diri.
Alea nampak terkejut mendengar pernyataan cinta mahasiswanya itu.
"DANIEL!. " Pekik Alea, mulai kesal.
Seketika Daniel tertawa.
"Hehehe, bercanda bu. "
"Udah sana, keluar dari ruangan ibu, nongkrong sama teman-teman seusiamu jangan nongkrong sama bapak-bapak. " Usir Alea sekali lagi.
Kali ini Daniel menurutinya.
"Oke bu, tapi nanti Daniel anterin pulang yah?. "
"DANIEL! KELUAR SEKARANG!. " Sentak Alea, mulai kesal.
Daniel langsung berlari keluar mengetahui Alea mulai mengeluarkan tanduk setannya.
"Huuuuhhh dasar tidak omnya tidak keponakannya, Sama-sama bikin kesal. " Gumam Alea, setelah memastikan Daniel sudah meninggalkan ruangan dosen, Alea menutup pintu ruang kerjanya dan menguncinya dari dalam.
Jam mengajar selanjutnya 2 jam lagi, Alea memanfaatkan waktu 2 jamnya itu untuk makan dan nonton drama Korea.
"Beruntung ruangan dosen sekarang sudah di berikan sekat, jadi aku bisa nonton dengan leluasa. "
Slurp
__ADS_1
"Ah nikmatnya. " Pekik Alea, menyeruput greantea yang di ambilnya dari dalam kulkas berukuran kecil yang di letakkan di samping sofanya.
Bersambung...