Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 103 : Berdegup Kencang


__ADS_3

"Karena aku suamimu Alea. " Balas Andika dengan santainya sembari menyunggingkan senyum jahil di wajahnya yang tampan itu.


###


Alea yang masih kesal tidak puas dengan jawaban yang Andika lontarkan dengan sengaja Alea kembali mengambil sebuah bantal lalu loncat dari atas ranjangnya, mengambil ancang-ancang untuk kembali memukuli suaminya itu.


akan tetapi Andika yang sudah sepenuhnya tersadar segera berlari menghindari pukulan Alea.


Tak ayal, aksi kejar-kejaran di antara keduanyapun terjadi. Mereka berdua seperti anak kecil yang sedang bertengkar hanya karena sesuatu yang seharusnya tidak perlu di permasalahkan.


"Jangan menghindar Andika, awas yah kalau sampai dapat, aku bakalan jambak rambut kamu sampai botak!. " Ancam Alea, bengis.


Andika yang mendengar itu sontak tertawa kencang dan mulai mengejek Alea.


"Bodo amat Alea, aku tidak takut padamu, Wle... " Andika menjukurkan lidahnya sambil terus berlari menghindari serangan Andika.


"Ishhhh kayak anak kecil, rasakan seranganku. " Desis Alea, tidak terima.


Sesaat kemudian ingatan Andika melayang pada kejadian belasan tahun yang lalu, pada saat usianya masih kanak-kanak.


Andika ingat betul dirinya pernah bertengkar dengan seorang gadis cilik hanya karena gara-gara memperebutkan sebuah selimut bermotif gajah yang tersisa satu di salah satu pusat perbelanjaan.


Andika dan gadis cilik itu berakhir saling kejar-kejaran karena dirinya berhasil mendapatkan selimut itu, sementara si gadis cilik yang tidak mau kalah terus mengejarnya.


Bug


Satu pukulan mengenai kepala Andia, seketika membuatnya terhuyung-huyung dan jatuh terduduk ke lantai, ingatannya seketika buyar saat Alea berhasil memukul kepalanya.

__ADS_1


"RASAIN!. " Pekik Alea, penuh kemenangan di iringi suara ******* Andika yang merintih kesakitan.


"Ah." Andika mengerang memegangi kepalanya.


Melihat hal itu Alea yang awalnya tertawa bahagia karena berhasil memberikan pukulan yang keras pada Andika seketika panik.


"Andika, kamu nggak apa-apa?. " Tanya Alea nada suaranya terdengar khawatir.


Sementara Andika masih memegangi kepalanya, laki-laki itu nampak sangat kesakitan.


"Andika?. " Panggil Alea sekali lagi.


"Aduh, maafin aku yah, aku nggak sengaja tadi, aku nggak nyangka pukulannya bakalan ngelukain kamu, di bagian mananya yang sakit? Mau aku panggilin dokter? Bidan? Perawat? Pak mentri?. " Oceh Alea kalang kabut karena Andika tidak kunjung membalas ucapannya.


Alea kemudian ikut berjongkok di samping Andika lalu memegang bagian kepala Andika nyang sakit, di usapnya dengan lembut lalu Alea meniup-niupnya secara perlahan.


###


Deg


Ingatannya yang sempat buyar tadi seketika kembali, Andika ingat betul gadis kecil itu juga melakukan hal yang sama pada saat Andika tidak sengaja menyenggol rak mainan yang menyebabkan salah satu mainan dari rak yang di senggol nya terjatuh dan mengenai kepalanya.


Gadis kecil yang sedang mengejarnya itupun sontak berhenti dan melakukan hal yang sama dengan apa yang Alea lakukan saat ini.


Andika kemudian mengangkat kepalanya, telat saat itu wajahnya dengan wajah Alea bertemu, mata mereka saling bertatapan untuk beberapa saat.


"Masih sakit?. " Tanya Alea kemudian. Wajahnya menunjukkan kekhawatiran, terbukti perempuan itu masih mengusap lembut kepala Andika.

__ADS_1


Deg


Deg


Deg


Jantung Andika semakin berdegup sangat kencang. Alea kemudian memegang tangan Alea dan menyuruh perempuan itu untuk berhenti.


"Udah, udah nggak sakit kok. " Balas Andika.


"Beneran udah nggak sakit, kita ke bidan atau ke pak mentri yang rumahnya nggak jauh dari sini aja yuk, siapa tau kepala kamu ada luka atau jangan-jangan kamu kena geger otak ringan. " Oceh Alea yang seketika membuat Andika tertawa.


"Alea, mana ada orang geger otak di bawa ke pak mentri atau ke bidan, emangnya aku mau ngelahirin apa?. " Timpal Andika, merasa geli dengan ocehan istrinya, rasa sakit di kepalanya juga sudah tidak terasa lagi.


Alea meringis, menyadari kebodohannya.


"Yah siapa tau ajakan kamu butuh penanganan darurat, pertolongan pertama atau apa kek. " Balas Alea.


"Udah nggak sakit kok, lagian kamu sih mulutnya kencang banget, lain kaki jangan kayak gitu, aku bisa kena gwgwr otak beneran loh Alea, kalau sampai itu terjadi aku pastiin bakalan nuntut dan bawa kamu ke pengadilan. " Ancam Andika, kembali bersikap menyebalkan.


Alea yang tadinya khawatir rayt wajahnya kembali berubah masam.


"Hisss tau gitu, lebih baik sekalian aja aku bikin kamu lupa ingatan terus aku bakalan pura-pura jadi istri yang baik dan nguras seluruh hartamu. " Balas Alea, tidak mau kalah.


Mendengar hal itu Andika kembali tidak dapat menahan tawanya mendengar ucapan Alea yang blak-blakan.


"Issshhh, kenapa ketawa? Dasar sinting, nggak ada yang lucu malah ketawa. " Cibir Alea, beranjak meninggalkan Andika kembali masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2