
"Ku harap suatu hari nanti mereka akan mengingat masa kanak-kanak mereka bersama dan mengingat poto-poto lucu ini. " Bu Dewi kembali bergumam.
###
Kembali ke acara pesta perjamuan dimana setelah banyak mengobrol dengan rekan-rekan bisnisnya Andika nampak lebih banyak mengobrol bersama Aluna.
Mereka masih berada dalam lingkaran rekan-rekan bisnis Andika yang lain. Sedangkan Alea nampak sangat tidak menikmati acara itu terbukti dari wajahnya yang sedari tertekuk.
Hali ini menjadi kesempatan Aluna untuk tebar pesona kepada Andika. Apalagi Alea nampak tidak terlihat antusias mendengar pembicaraan rekan-rekan bisnis Andika yang lebih banyak membicarakan tentang urusan pekerjaan.
"Is pada kaki banget sih. " Sinis Alea, Orang-orang yang berada di sekitarnya sontak menatap ke arah Alea.
Begitu pula dengan Andika dan Aluna.
"Ada apa Alea?kenapa kamu sepertinya sangat tidak suka berada di tempat ini. " Tanya Aluna, nada suaranya terdengar lembut namun tetap saja terdengar memprovokasi saat sampai ke telinga Alea.
Alea mengernyitkan wajahnya, saat ini Aluna nampak seperti perempuan yang suka mencari perhatian. Apalagi sejak tadi Aluna lebih sering berbisik pada Andika. Entah apa yang mereka bicarakan.
Meskipun sebenarnya Alea tidak masalah dengan hal itu tetap saja ia merasa risih dengan kelakuan Aluna yang genit kepada suaminya.
"Kenapa sih, lagian mulut-mulut aku juga. " Balas Alea, ketus.
Andika menatap tajam pada Alea. Rekan bisnis Andika juga nampak bingung dan tidak nyaman dengan ucapan Alea tadi.
__ADS_1
"Dasar aneh, istrimu itu Andika. " Ujar Aluna lagi.
Pikiran-pikiran baik Alea tentang Aluna seketika buyar, mendengar perempuan itu mencoba memprovokasi dirinya dengan Andika.
Alea mengangkat bahunya, seolah tidak tahu apa-apa.
"Bodo amat. " Ujar Alea dengan santainya merebahkan kepalanya di bahu Andika.
Alea ingin memperlihatkan kemesraannya bersama Andika agar Aluna merasa cemburu.
Alea bukan orang bodoh, dia sadar betul jika Aluna sebenarnya menaruh hari pada Andika. Bahkan sejak saat di Bandara Alea sudah menyadari perasaan Aluna kepada Andika bukan hanya sekedar perasaan biasa antara rekan bisnis yang memiliki kerja sama.
"Andika... " Bisik Alea di telinga suaminya.
"Alea, jangan kayak gitu dong lagi banyak orang. " Balas Andika pelan, agar rekan bisnisnya yang lain tidak mendengar ucapannya.
Alea tersenyum sinis, ia tahu pasti Aluna yang berada di samping Andika juga mendengar ucapan Andika barusan. Terbukti dari raut wajah perempuan itu langsung berubah kesal.
"Dika... Aku mau pulang." Ujar Alea berbisik pelan.
"Alea, apa-apaan sih. " Balas Andika, nampak mulai kesal.
Aluna terkekeh pelan, sementara Alea sontak berdiri meninggalkan perkumpulan rekan-rekan bisnis Andika itu.
__ADS_1
Kali ini Alea benar-benar sudah tidak peduli, ia hanya ingin segera pulang, makan, menonton drama korea baru kesukaannya sampai ketiduran.
Andika yang melihat Alea sudah pergi jauh meninggalkan tempatnya saat ini kemudian berpamitan sebentar pada rekan-rekannya untuk mengejar Alea. Andika takut, jika mereka pulang dalam keadaan terpisah bisa-bisa Bu Widia akan curiga dan mulai memarahi Andika karena membiarkan perempuan itu pulang sendirian.
Alea saat ini sudah berada di pinggir jalan, menunggu taxi yang akan lewat namun tiba-tiba saja Andika sudah berhasil menarik tangannya.
"Alea! Kamu apa-apaan kayak anak kecil gini?. " Bentak Andika.
"KENAPA MEMANGNYA?. " Balas Alea berteriak kesal.
"Alea, kenapa harus teriak-teriak seperti itu? Kamu nggak liat banyak orang yang liatin kita, kita bukan remaja lagi tau nggak, malu-makuin aja. " Gerutu Andika.
"Bodo amat, aku ngga malu tuh. " Balas Alea, acuh tak acuh.
Andika berkacak pinggang, lalu memegangi kepalanya yang sama sekali tidak sakit, akan tetapi laki-laki itu tetap saja terlihat prustasi menghadapi Alea.
"Aku benar-benar nggak ngerti jalan pikiran kamu. " Tutur Andika kemudian.
"Aku nggak pernah minta kamu buat ngerti jalan pikiran aku, aku cuman mau kita saling menghargai satu sama lain, kamu tau nggak aku bosan setengah mati di dalam sana terus kamu malah asyik ngobrol ngalor ngidul sama temen-temen bisnis kamu itu, tanpa peduli aku yang udah hampir mati kebosanan berada di antara orang-orang asing itu. " Balas Alea panjang lebar, mengeluarkan seluruh kekesalan yang di pendamnya.
Kali ini Alea benar-benar marah pada Andika yang sedari tadi tidak mau peduli dengan siatiasinya.
Bersambung...
__ADS_1