
Alea kembali gagal memprovokasi Andika untuk membatalkan perjodohan, laki-laki itu bahkan memastikan Alea akan menjadi istrinya.
###
Happy Reading and Enjoy Guys
Sementara dii tempat lain orang tua Andika dan Alea nampak sedang asyik membicarakan tentang kelanjutan perjodohan anak-anak mereka.
###
Usahanya yang pertama sudah gagal dan bisa di ketahui dengan mudah oleh Andika.
Alea tidak habis pikir, laki-laki itu bisa dengan mudah membaca pikiran dan gerak-geriknya hanya dengan melihatnya saja.
"Argghhh, aku harus pake cara lain, biar laki-laki itu berhenti buat ngelanjutin perjodohan ini. " Pekik Alea merasa prustasi.
Beberapa waktu kemudian, Alea masih setia di depan cerminnya sembari memikirkan langkah apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Ahaaa, aku datengin aja ke kantornya. " Ujar Alea, seolah-olah baru saja mendapatkan penglihatan.
"Hihihi, tunggu aja besok aku akan membujuk laki-laki itu untuk segera membatalkan perjodohan memuakkan ini. " Gumam Alea, berbicara kepada pantulan dirinya di dalam cermin sambil cengengesan.
__ADS_1
Sedetik kemudian perempuan itu merasa ngeri sendiri dengan kelakuannya.
"Ih kok aku kayak nenek lampir sih, serem banget. " Ujar Alea, beranjak meninggalkan cerminnya menuju ke pembaringan. Alea harus menghemat tenaganya untuk hari esok.
Keesokan harinya.
Alea benar-benar tidak pantang menyerah untuk membuat Andika membatalkan perjodohan mereka.
Perempuan itu sepagi ini sudah berada di kantor Andika, namun sayang sekali dirinya tidak bisa langsung menemui laki-laki itu.
"Tolong, saya harus bertemu dengan Andika saat ini juga. " Ujar Alea, kepada sorang perempuan yang menahannya saat Alea akan menerobos masuk ke ruangan kerja Andika.
"Maaf Nona, Pak Andika saat ini masih berada di luar kantor, beliau akan datang setelah menghadiri rapatnya dengan beberapa kliennya, Nona tidak bisa langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan Pak Andika. " Ujar Perempuan bernama Sonatha itu.
Perempuan itu sepertinya resepsionis yang bertugas di depan ruangan kerja Andika.
Alea mengernyitkan wajahnya memperhatikan perempuan itu dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
"Lumayan juga perempuan ini, sepertinya Andika benar-benar laki-laki normal. " Batin Alea, sedikit takjub melihat penampilan dam kecantikan perempuan bernama Sonatha yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.
"Kalu begitu, telpon dan katakan kepada Andika kalau Alea Putri Wicaksono sedang menunggunya dan minta dia datang sekarang juga. " Ujar Alea kemudian.
__ADS_1
"Apakah nona sudah memiliki janji temu sebelumnya?. " Tanya Sonatha, sopan.
Alea menghela nafasnya dengan sedikit kasar.
"Saya calon istrinya, apakah saya perlu membuat janji temu terlebih dahulu juga? Jika saya ingin bertemu dengan calon suami saya?. " Balas Alea.
Sonatha nampak terkejut mendengar ucapan Alea barusan, namun oeremouan itu dengan cepat kembali menguasai dirinya dan bersikap formal.
"Ah maaf nona saya tidak tahu, kalau begitu saya akan menghubungi Pak Andika terlebih dahulu untuk mengabarkan kedatangan Nona. " Ujar Sonatha.
"Jangan hanya di kanarkan, suruh dia cepat kesini, katakan padanya ada hak penting yang harus segera di bahas. " Perintah Alea.
Resepsionis itu hanya mengangguk dan kembali ke mejanya untuk menelpin Andika. Sementara Alea duduk di sofa yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Beberapa waktu berlalu, resepsionis itu kembali menemui Alea.
"Maaf Nona, tapi Pak Andika mengatakan beliau tidak bisa langsung datang kesini karena harus menghadiri rapat dengan kliennya, katanya jika Nona ingin mengatakan sesuatu sampaikan saja kepada saya atau jika tidak, Nona bisa menunggunya disini sampai Pak Jinathan datang. " Ujar Sonatha panjang lebar.
Alea merasa kesal dengan perlakuan Andika yang seoertinya tidak menganggap kehadirannya penting.
"Dasar brengsek, ya sudah kalau begitu saya akan menunggunya disini saja, kembalilah bekerja. " Balas Alea.
__ADS_1
Sonatha kembali ke meja kerjanya, sedangkan Alea terus menggerutu di tempat duduknya karena tidak terima di buat menunggu oleh Andika.
Bersambung...