Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 96 : Alea Cemburu?


__ADS_3

Sedangkan, saat berhadapan dengan Alea, Andika bisa marah, kesal, tertawa dan merasakan kekalahan berkali-kali akan tetapi hal itu justru membuat Andika merasa lebih bahagia setelah menikah dengan Alea.


###


"Cukup bahagia? Kamu nggak pengen lebih bahagia sama orang lain gitu?. " Tanya Aluna lagi sembari menatap mata Andika dalam-dalam.


Andika juga melakukan hal yang sama, keduanya kini saling bertatapan. Seperti ada rasa rindu yang terpendam cukup lama di antara keduanya.


###


"Wahh romantis bangettttttttt. " Pekik Alea takjub sambil bertepuk tangan.


Alex yang berdiri di sampingnya sedari tadi juga ikut bengong, Alex bahkan lebih heran lagi melihat Alea yang malah histeris melihat Andika dan Aluna sedang berduaan dan bertatap-tatapan di luar sana.


Alea dan Alea sudah berdiri hampir 20 menitan di tempatnya saat ini sambil menatap keluar kaca yang menampilkan Aluna dan Andika yang terlihat sangat romantis.


Alea kemudian mengambil ponselnya dan mengabadikan moment tersebut.


"Romantis banget, aku sampai terharu loh. " Gumam Alea lagi nada suaranya terdengar sinis.


Alex mengernyitkan wajahnya.


"Bu Alea nggak marah?. " Tanya Alex.


Alea menggelengkan kepalanya lalu memberikan satu bingkisan kue brownies buatannya pada Alex.

__ADS_1


"Ngapain aku marah, nggak penting banget, nih brownisnya terserah kamu mau terusin ke bos kamu yang lagi asyik pacaran itu atau kamu mau makan sendiri juga nggak masalah. " Ujar Alea berlalu pergi meninggalkan atap gedung tersebut sembari menenteng bingkisan yang lainnya.


"Loh, bu Alea nggak jadi ketemu pak Andika.... "


"Ih kamu nggak liat Andika lagi asyik pacaran? mereka kayaknya lagi nggak mau di gangguin aku mau pulang dulu, bye. " Seru Alea meninggalkan Alex seorang diri di tempat itu, kembali bengong.


Alea beranjak meninggalkan gedung kantor Andika dan masuk ke dalam mobilnya yang baru saja di ambil dari bengkel sebelum mengantarkan bingkisan kue brownies tadi.


Alea sengaja memisahkan bingkisan buatan mertuanya dan buatan tangannya sendiri.


"Dasar brengsek, istrinya udah capek pulang kerja terus bela-belain bikinin kue brownies eh malah lakinya asyik-asyikan pacaran di loteng gedung kantornya, dasar kampret si Andika. " Pekik Alea di dalam mobilnya.


"Eh tapi itukan bukan loteng itutuh atap... Eh atap atau loteng yah? Ah au ah bodo amat. " Lanjutnya.


"Lagian ngapain juga perempuan itu kegenitan banget mesti nempel-nempel terus sama suami orang bibit-bibit oelakor emang beda. " Gerutu Alea.


"Bukan cuman si pelakornya yang gatel, si lakinya juga jauh lebih gatel, sialan kenapa juga aku harus kesal hanya karena ngeliat mereka berduaan?. " Alea berbicara dengan dirinya sendiri.


"Apa aku cemburu dan mulai suka sama suamiku sendiri?. " Gumam Alea lagi, namun pemikiran itu segera ia tepis.


"Dih najis, ngapain aku cemburu sama raja setan nafsu itu, ih nggak banget." Pekik Alea, mulutnya tidak berhenti mengeluarkan cacian kasar pada Andika


Padahal di hati Alea saat ini sama sekali tidak ada perasaan lebih untuk suaminya itu, meskipun mereka sudah menikah tetap saja mereka menikah bukan karena cinta tapi perjodohan. Namun perasaan kesal saat melihat Andika dan Aluna berduaan itu benar-benar mengganggu Alea.


"Ishhh liat aja, kalau dia bisa berdua-duaan sama perempuan lain, aku juga bisa. "

__ADS_1


Alea mengendarai mobilnya di jalan raya dengan ugal-ugalan, beberapa pengendara lain bahkan meneriaki dan membunyikan klakson pada mobil Alea yang menyalip mobil lain seperti orang kesetanan.


"Heh, perempuan gila kalau nggak punya otak jangan bawa mobil. " Tegur seorang pengendara yang berhasil menyamai kecepatan mobil Alea.


Alea tidak menghiraukannya dan semakin dalam menginjak gas mobilnya untuk menjauhi pengendara tadi.


Setelah hampir setengah jam berputar-putar di area sekitar kantor Andika, Alea yang sudah mulai lelah mengendarai mobilnya itupun menuju ke sebuah tempat.


"ARGHHHHH SIALAN!. " Teriak Alea, kesal.


Alea menghentikan mobilnya di sekitaran taman yang berada tidak jauh dari rumah orang tuanya.


"Ok, aku bakalan ngikutin permaian kamu Andika, kalau kamu bisa membagi hatimu buat perempuan lain aku juga bisa membagi hatiku untuk laki-laki lain. " Gumam Alea, lirih.


Pikirannya saat ini mulai memikirkan nama seseorang.


Sesaat kemudian Alea mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi seseorang itu.


"Halo Alea? Ada apa?. " Terdengar suara seseorang yang menjawab panggilan telepon Alea.


"Halo, kamu dimana? Aku mau bayar utang traktiran aku nih, kesini yah sekarang aku kirim lokasinya. " Ujar Alea


Klik


Tanpa menunggu jawaban dari seseorang yang di teleponnya itu, Alea memutuskan sambungannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2