Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 91 : Kembali Mengajar


__ADS_3

"Udah diam aja. " Sentak Andika.


###


Mereka berdua saat ini sudah berada di dalam mobil.


Andika mengolesi salep pada mata kaki Alea yang lecet akibat masuk ke dalam lubang tadi, beruntung lukanya tidak terlalu lebar dan pergelangan kaki perempuan itu tidak sampai keseleo tadi.


Akan tetapi, tetap saja Alea merasakan perih saat salep itu mengenai luka Alea yang terbuka.


"Au ah, aduh Andika pelan-pelan dong ah sakit tau. " Desis Alea, saat Andika menempelkan plester pada luka di kakinya tersebut.


"Makanya jangan usil jadi orang. " Cibir Andika.


Alea kembali merengut kesal.


"Au ah pokoknya aku mau pulang Dika, kamu tega ngeliat aku luka kayak gini. " Gerutu Alea untuk yang kesekian kalinya.


Andikapun akhirnya mengangguk setuju, melihat keadaan Alea tidak mungkin ia harus terus melanjutkan kegiatan bermain golfnya sementara istrinya itu baru saja cedera.


"Ya udah kita pulang. " Ujar Andika kemudian.


Alea membuang wajahnya ke arah lain, entah mengapa dirinya merasa senang karena Andika akhirnya setuju dan mendengarkan apa yang dirinya katakan.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Andika bahkan kembali menggendong Alea masuk ke dalam kamar mereka, kali ini Andika tidak menggendongnya seperti karung beras lagi namun tetap saja terasa aneh, karena Andika menggendong Alea di punggungnya.


"Tadi karung beras, sekarang kok aku ngerasa kayak monyet. " Ucap Alea, pelan.


"Hah? kamu ngomong apa?. " Timpal Andika, ternyata laki-laki itu mendengar ucapan Alea barusan.


"Nggak tadi aku ngeliat ada monyet terbang. " jawab Alea asal.


###


Keesokan harinya, Alea sudah benar-benar kembali mengajar di kampus keluarganya. Setelah berhari-hari merasa hampa dan tidak memiliki tujuan hidup, akhirnya Alea kembali merasakan kehidupan yang sebenarnya.


"Mengajar adalah hidupku. " Gumam Alea, tidak ada hal lain yang bisa membuat dirinya merasa lebih rileks dan nyaman selain mengajar di dalam kelas dan berbagi pengalaman hidupnya bersama para mahasiswanya.


"Hai, selamat pagi anak-anak. " Sapa Alea.


"Halo bu Alea, gimana bulan madunya. " Timpal Daniel mahasiswanya yang paling aktif sekaligus orang pertama di kelas itu yang mengetahui Alea telah menikah dan pastinya Daniel sudah menyebarkan berita itu ke penjuru kampus.


Alea nampak tersipu mendengar pertanyaan tersebut. Sementara mahasiswa lain ikut kepo.


"Cie.. cie.. cie.. " Sorak beberapa mahasiswa.


"Hussssttt." Tegur Alea.

__ADS_1


"Daniel, kurasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas masalah pribadi, jika ingin mengobrol di luar saja. " Ujar Alea dengan nada mengancam namun sebenarnya itu hanya gertakan semata.


"Jadi, bu Alea mau ngajak saya ngobrol berdua di luar nih?. " Tanya Daniel, yang membuat seisi kelas kembali riuh dan beberapa mahasiswa Alea nampak terkekeh mendengar pertanyaan konyol itu.


"DANIEL!. " Sentak Alea, membuat semua mahasiswa sontak terdiam.


"Oke bagus, terimakasih untuk antuasias kalian dalam mengikuti pembelajaran kita pada hari ini, pertama-tama saya akan mengabsen kalian terlebih dahulu, lalu mengecek sampai dimana karya yang kalian tuliskan pada Aplikasi Novel toon, saya rasa harusnya karya kalian sudah menghasilkann puluhan ribu kata.... " Oceh Alea memberikan sambutan sebelum masuk ke dalam inti materinya.


Semua mahasiswa di kelas itu nampak bersemangat mengeluarkan Smartphonenya dan membuka Aplikasi dimana mereka menyalurkan bakat dan karya-karya mereka, aplikasi Novel Toon.


"Saya sudah 30 ribu kata bu... " Ujar seorang mahasiswa perempuan bernama Atik.


"Saya baru 15 ribu kata bu, soalnya genrenya fantasy jadi agak sulit, hehehe... " Timpal mahasiswa yang lain.


Alea nampak sangat gembira melihat antusiasme para mahasiswanya tersebut untuk membuat sebuah karya tulis.


"Oke, Oke jadi di hari terakhir ujian akhir semester nanti pemenangnya akan di umumkan yah, karena saya melihat kalian semua begitu antusias dan karena sekarang saya merasa sangat senang, maka semua mahasiswa akan mendapatkan hadiah, tapi yang mendapatkan hadiah utamanya tetaplah dia yang paling banyak menghasilkan kata dalam karyanya. " Tutur Alea membuat seluruh mahasiwanya sontak bersorak riang.


"Wuhuuuu, bu Alea emang yang terbaik. " Puji salah satu mahasiswa.


"Kalau kayak gini mah, biarpun tiap hari ada jadwal kuliahnya Bu Alea bakalan semangat ngampusnya, hehehe. " Timpal yang lain.


"Sssstttt, sudah-sudah tenang, sekarang kita akan masuk ke inti materi kita hari ini, sejarah sastra di era modern...." Alea kembali menetralkan suasana di dalam kelasnya, lalu melanjutkan materinya yang sempat tertunda selama hampir 2 minggu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2