
"Ah nikmatnya. " Pekik Alea, menyeruput greantea yang di ambilnya dari dalam kulkas berukuran kecil yang di letakkan di samping sofanya.
###
Setelah jam mengajarnya selesai, Alea buru-buru pulang untung menghindari Daniel yang ternyata benar-benar menunggunya di depan gerbang kampus.
Alea mengambil jalan lain untuk melarikan diri dari mahasiswanya tersebut dengan nebeng ke salah satu mobil dosen yang lain.
"Pak Cipto, saya nebeng yah sampai penjual ketoprak di depan sana. " Ujar Alea, masuk ke dalam mobil pak Cipto tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Eh bu Alea?. " Pak Cipto nampak heran.
"Udah pak ayo jalan, saya cuma mau nebeng sampai penjual ketoprak di depan doang kok. " Balas Alea.
Pak Cipto yang nampak bingung dan keterangan itupun dengan pasrah mengikuti ucapan Alea.
"Bu Alea kenapa kok kayak di kejar-kejar orang gitu?. " Tanya pak Cipto.
Alea mengarahkan jari telunjuknyanke bibir pak Cipto.
"Sesttt jangan berisik pak. "
Sesaat setelah mengatakan hal itu Alea segera mengatur posisi tempat duduknya agar tubuhnya bisa berbaring, karena sebentar lagi mobil tersebut akan melewati gerbang dimana Daniel saat ini sedang menunggu Alea.
"Duh tuh bocil kenapa nekat banget sih. " Gumam Alea.
"Ada apa bu Alea?. " Tanya Pak Cipto semakin kebingungan dengan tingkah laku Alea yang aneh.
"Nggak apa-apa pak, udah lewat gerbang aduh saya hindarin mahasiswa saya yang ngebet banget mau nganterin saya pulang pak Cipto. " Jelas Alea pada akhirnya.
__ADS_1
Pak Cipto nampak tersenyum mendengarnya.
"Loh bukannya bu Alea udah nikah?. "
"Nah itu dia, saya takut suami saya nanti cemburu kalau ngeliat saya di anterin sama laki-laki lain. " Ujar Alea membuat alasan, padahal ia sebenarnya tidak ingin di antarkan oleh Daniel untuk menjaga imagenya sendiri.
Akan terlihat sangat aneh jika Alea pulang bersama Daniel, mahasiswanya yang lain akan mulai mencari tahu tentang dirinya dan membuat gosip yang tidak-tidak, Alea sangat menjaga privasynya.
Sampai sekarang bahkan hanya segelintir orang yang mengetahui jika Alea adalah anak dari pemilik Universitas tersebut.
"Loh tapikan saya juga laki-laki loh bu Alea, nanti kalau suami bu Alea lihat saya nganterin ibu gimana?. " Ujar pak Cipto kemudian yang seketika membuat Alea tersadar.
"STOP! Ya udah saya turun disini aja pak. " Pekik Alea.
Pak Cipto mengerem mobilnya secara mendadak sehingga membuat keduanya tersentak.
"Aduh, pak Cipto kenapa di rem mendadak. " Omel Alea.
"Ah ya udah deh, makasih ya pak udah ngasih saya tumpangan, nih ongkosnya. " Ujar Alea sembari turun dari mobil pak Cipto dan meninggalkan uang pecahan 100 ribu di tempat duduknya.
"Loh bu Alea, saya kan bukan supir. " Cegat pak Cipto.
"Udah ambil aja, buat jajan di jalan. " Balas Alea berlalu pergi.
Pak Cipto yang mendengar hal itu menjadi semakin heran, namun tetap saja uang pemberian Alea di masukkan ke dalam kantongnya.
"Lumayan buat jajan. " Gumam pak Cipto kemudian.
###
__ADS_1
"Akhirnya sampai rumah, seenggaknya hari ini aku berhasil melarikan diri dari si bocil itu. " Gumam Alea setelah turun dari angkot yang membawanya pulang.
Alea kemudian memasuki halaman rumah keluarga Prasetya dengan riang akan tetapi saat baru saja masuk ke dalam rumah besar itu perhatiannya langsung teralihkan oleh aroma masakan yang baunya memenuhi rongga penciuman Alea.
Alea mengikuti sumber aroma tersebut dan mendapati mertuanya sedang berada di dapur bersama seorang pelayanan yang membantunya melakukan sesuatu, Alea yang penasaranpun mulai mendekat dan menyapa mertuanya itu.
"Selamat siang, mama lagi apa?. " Sapa Alea sembari menghampiri mertuanya tersebut.
"Eh Alea udah pulang nak? Ini mama lagi bikin brownies, hehehe. " Ujar Bu Widia, menyambut kepulangan menantu kesayangannya.
"Wuah baunya enak banget, Alea sampe gagal fokus. " Puji Alea.
Bu Widia nampak terkekeh senang, mendengar pujian Alea.
"Iya dong, ini mama sengaja buatin buat kamu sama Andika special. " Lanjut bu Widia.
Alea yang pada dasarnya sangat suka nyemil itupun dengan girang meletakkan tas selemoangnya sembarangan dan mulai memperhatikan mertuanya membuat brownies.
"Aku boleh bantuin nggak ma?. " Tanya Alea nampak penasaran dengan cara membuat kue brownies tersebut.
"Boleh dong sayang, siapa tau nanti kamu mau coba bikin sendiri buat suami kamukan. " Blas Bu widia.
Alea mengangguk antusias.
"Tapi aku nggak tau cara bikinnya kayak gimana. "
"Udah nggak apa-apa, kamu liatin aja dulu cara mama yah sekalian belajar. "
Alea kemudian di berikan celemek dan mulai membantu mertuanya, keduanya nampak sangat gembira. Layaknya ibu dan anak kandung sendiri.
__ADS_1
Bersambung...