Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 11 : Insiden Toilet


__ADS_3

Aurora dan Sonya segera menarik tangan Alea untuk menjauhi para laki-laki itu.


###


"Aku masih mau disini, belum mau pulang. " Ujar Alea melantur.


"Alea, kita harus pulang kita tadi udah janjian yah kalau kamu udah mabuk, kita bakalan langsung pulang. " Ujar Sonya.


Aurora dan Sonya berusaha membopong tubuh Alea menuju ke pintu keluar klub.


"Kamu udah mabuk banget Alea. " Timpal Aurora.


Saat beberapa langkah lagi, mereka bertiga akan mencapai pintu keluar, tiba-tiba saja Alea berteriak.


"TOILET, HEI AKU HARUS KE TOILET!. " Pekik Alea menghempaskan tangan kedua temannya itu.


"Nanti aja kalau udah sampai rumah Alea. " Ujar Sonya mencoba menahan Alea yang saat ini menyilangkan kedua kakinya sambil memegang perut bawahnya.


"Ng-nggak aku udah nggak tahan, udah mau keluar air pipisnya. " Jawab Alea suaranya di buat-buat seperti anak kecil.


Sedetik kemudian Alea sudah menghilang dari hadapan Aurora dan Sonya, perempuan itu berlari menuju ke toilet.


Aurora dan Sonya hanya bisa pasrah menghadapi kelakuan Alea.


"Tuh anak bisa liat nggak sih letak toiltetnya dimana?. " Ujar Sonya khawatir.


"Ya udahlah Son, tungguin aja kalau sampai 10 menit tuh anak nggak balik berarti dia tersesat atau mungkin ketiduran di dalam toilet. " Balas Aurora.


Mereka berdua akhirnya menunggu Alea di dekat pintu keluar klub, sambil berharap Alea akan segera kembali.


###


Disisi yang lain di dalam club.


Andika bersama ketiga temannya ternyata sedari tadi terus memperhatikan ketiga perempuan itu.


"Wuah seksi sekali perempuan yang satu itu. " Ujar Jo.

__ADS_1


"Hahaha iya, kalau aku ada disana sudah ku minta nomor ponselnya dan langsung ku ajak berkencan ke esokan harinya. " Timpal Danu.


"Heh, kalian ini sudah menikah sisakan perempuan itu itu untuk Andika. " Tutur Fadil.


"Hahaha kita hampir lupa pada bujangan lapuk satu ini. " Balas Jo memukul pelan lengan Andika


Andika hanya membalasnya dengan terkekeh pelan.


"Eh aku ke toilet sebentar. " Ujar Andika kemudian.


###


Benar saja, Alea yang kini sudah berada di dalam toilet saat ini nampak sedang menahan kantuknya. Namun rasa mual dan perasaan ingin buang air kecil tidak dapat dihindari.


Dengan sigap Alea menurunkan ****** ******** lalu duduk di atas closet duduk.


"Hah, lega. " Lirih Alea setelah cairan yang tertampung di dalam perutnya sudah habis keluar, dengan cepat Alea memasang kembali celananya lalu melangkah ke arah wastafel.


Wushh


Suara air dari keran yang baru saja di putar oleh Alea. Perempuan itu membasuh tangannya, sedetik kemudian rasa mualnya kembali.


Ritual yang seringkali terualng-ulang, setiap kali Alea mabuk.


"Huekkk."


Setelah ritual memuntahkan seluruh makanan dalam perutnya selesai, rasa mual yang menggelitik itupun juga hilang.


Alea berjalan sempoyongan keluar dari dalam toilet meskipun rasa mualnya sudah hilang, namun kepalanya terasa sangat berat.


Alea melangkah dengan terhuyung-huyung hingga dirinya tida sengaja menginjak lantai yang basah.


Brukk


Alea jatuh, dan pantannya mendarat duluan ke lantai.


"Ahhh sakit, huhuhu. " Pekik Alea histeris.

__ADS_1


###


Andika yang baru saja keluar dari dalam toilet khusus laki-laki, sedikit terkejut saat melihat seorang perempuan sedang duduk dan menangis di depan pintu toilet khusus perempuan.


Andika memperhatikan perempuan itu dan sedetik kemudian dirinya tersadar.


"Ah perempuan itu?. " Lirih Andika sambil berjalan mendekat.


"Huhuhu pantatku sakit. " Pekik perempuan itu di dalam tangisannya.


"Hei... Hei. " Panggil Andika, saat laki-laki itu sudah berada di samping perempuan yang menangis tersebut.


"Huhuhu." Perempuan itu terus menangis tidak peduli saat Andika memanggilnya.


"Hei ada apa?kami baik-baik sajakan. " Tanya Andika khawatir.


"Pantatku, hiks sakithhh. " Jawab perempuan itu sembari mengangkat kepalanya ke arah Andika.


Perempuan itu terlihat sangat menyedihkan, riasan matanya sudah luntur bahkan lipstiknya juga sudah tidak beraturan.


"Hei, kamu baik.... "


Andika baru saja ingin menanyakan keadaan perempuan itu lagi, namun perempuan itu malah membentaknya.


"Apa liat-liat, kamu mau lecehin aku yah? Kurang ajar! . " Pekik Perempuan itu.


Andika yang di tuduh seperti itu merasa tidak terima kemudian berniat ingin langsung meninggalkannya.


"Dasar perempuan gila. " Lirih Andika.


"Kamu mau kemana? Setelah nyakitin pantatku kamu mau pergi gitu aja!. " Pekik perempuan yang masih setengah mabuk itu.


Perempuan itu kemudian meraih kaki Andika sehingga dirinya tidak bisa bergerak.


"Hah? Apa-apaan, aku tidak melakukan apapun padamu!. " Balas Andika berusaha melepaskan kakinya.


"Bohong! Kamu yang membuat pantatku sakit! kamu harus bertanggung jawab. " Pekik Alea melantur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2