
"ARGHHHH ALEA!. "
###
Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00, kamar pasangan suami istri terlihat sangat gelap. Akan tetapi sebuah cahaya dari dalam laci di samping tempat tidur nampak berkedip-kedip di sertai suara sering yang bising.
Alea yang masih dalam tertidur lelap itu akhirnya terbangun setelah Andika beberapa kali mengguncang tubuhnya.
"Apaan sih Dika, aku masih ngantuk. " Omel Alea.
"Itu HP kamu dari tadi terus-terussan bunyi, angkat cepetan. " Ujar Andika.
Alea dengan mata masih setengah tertutup itu kemudian membuka laci di samping tempat tidurnya, ponselnya sudah berhenti berbunyi.
"Siapa sih yang nelpon jam segini nggak tau orang lagi tidur apa. " Gerutu Alea, tidak terima waktu tidurnya terganggu.
"Coba diliat dulu, mana tau ada yang penting. " Timpal Andika, laki-laki itu bangun dan menyalakan lampu di samping tempat tidurnya.
Alea kemudian ikut terbangun lalu duduk dan merapat pada tubuh Andika, suhu AC yang dingin membuatnya serasa ingin membeku apalagi diluar sana sepertinya sedang hujan. Alea bisa melihatnya melalui jendela yang gordennya tidak tertutup secara sempurna.
Andika kemudian mendekap tubuh istrinya itu, padahal mereka sempat berdebat sengit sebelum tidur tadi tapi kini keduanya seakan-akan sudah melupakan kejadian-kejadian yang sudah terjadi itu.
"Mata kamu udah nggak sakit?. " Tanya Alea kemudian.
Andika menggelengkan kepalanya.
"Udah nggak, untung aja yang kena cuman 1 dan langsung di guyur air tadi lain kali jangan pake benda seperti itu lagi Alea, kamu mau membunuhku?. " Oceh Andika.
__ADS_1
"Hehehe maaf. " Alea cengengesan, percakapan itu kemudian teralihkan oleh ponsel Alea yang kembali berdering.
"Loh kak Aulia?. " Gumam Alea ia kemudian segera mengangkat panggilan tersebut.
Sesaat kemudian Alea bisa mendengar suara bising di ujung telepon.
"Alea cepat pulang ke rumah!. " Pekik Aulia, nada suaranya terdengar bergetar menahan tangis.
Alea mengernyitkan alisnya. Perasaannya mulai tidak enak.
"Ada apa? Pelan-pelan ngomongnya jangan kayak orang panik gitu. "
"Papa Alea... Papa udah nggak ada. " Ujar Aulia di ujung telepon.
"Papa pergi kemana?. " Tanya Alea tidak mengerti.
"Papa udah meninggal Alea, cepat pulang ke rumah sekarang. " Tutur Aulia menyampaikan berita duka yang membuat perasaan Alea sontak mencelos.
Panggilan terputus di sertai Alea yang langsung melompat turun dari ranjang.
Hal tersebut membuat Andika ikut kebingungan.
"Eh apa aku salah dengar yah?. " Gumam Alea mencoba untuk tidak mempercayai ucapan Aulia barusan.
Andika ikut turun dari ranjang dan mendekati Alea.
"Ada apa Alea?. " Tanya Andika penasaran.
__ADS_1
Alea menatap lurus ke wajah Andika, mata perempuan itu berkaca-kaca hingga sedetik kemudian tubuhnya lemas dan jatuh ke lantai. Perempuan itu menangis histeris sembari menutupi wajahnya.
"Papaku udah meninggal Dika!. " Pekik Alea histeris.
"Hah?. "
Andika meraih ponsel Alea lalu kembali menghubungi Aulia untuk memastikan ucapan Alea barusan dan benar saja, pak Putra Wicaksono telah meninggal dunia.
Ternyata firasat Alea tentang papanya sore tadi benar, hari ini hari terakhirnya melihat senyuman tulus laki-laki yang selalu mendukungnya itu.
"Alea yang sabar yah.... " Ujar Andika kembali mendekap tubuh istrinya itu, mencoba menenangkannya.
Alea menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian perempuan itu memukuli dirinya sendiri.
"Aku bodoh harusnya aku nggak nurutin keinginan papa untuk makan ice cream sore tadi, harusnya aku ngelarang dia Dika... Ini semua gara-gara aku, papa meninggal gara-gara aku. " Pekik Alea menyalahkan dirinya sendiri.
"Alea... Alea... Hei sadar ini bukan salah kamu! Papa meninggal karena serangan jantung mendadak. "
"Serangan jantung?. "
Andika mengangguk. Alea kemudian bangkit dan mulai berjalan keluar dari kamar mereka.
"Ayo Dika kita pulang ke rumah papaku. " Ujar Alea, perempuan itu berjalan sempoyongan menuju ke tangga.
Andika sadar betul kondisi mental Alea sepertinya terguncang. Andika buru-buru meraih kunci mobilnya dan 2 buah jaket tebal dari dalam lemari lalu bergegas mengejar Alea yang sudah setengah jalan menuruni anak tangga.
"Alea tunggu... " Pekik Andika.
__ADS_1
Alea tidak menggubris perempuan itu menghapus air matanya dan terus melangkah menuruni anak tangga.
Bersambung...