
"Nggak boleh Alea! Awas yah kalau nanti kamu nggak pulang ke rumah, aku ikat kamu di dalam kamar biar kamu nggak bisa ketemu siapa-siapa. " Ancam Andika yang seketika membuat keduanya tertawa geli pada akhirnya.
###
"Jangan pernah ulangin hal kayak gini lagi, kalau mau pergi kemanapun kasih tau aku!. " Tegas Andika pada Alea yang saat ini sedang berkacak pinggang di depan mobilnya.
"Dih, emangnya kamu siapa, suka-suka aku dong mau kemana aja, orang aku pulang ke rumah orang tuaku juga. " Balas Alea.
"Tetap saja Alea, kamu harus minta izin dulu karena aku ini suamimu. "
"Hmm bodo amat, kita menikah karena perjodohan bukan karena cinta, ingat itu. "
"ALEA!. " Tegur Andika dengan mata melotot.
Alea meringis dan masuk dengan cepat ke dalam mobilnya untuk menghindari omelan suaminya itu.
Setelah melakukan sarapan bersama tadi Andika dan Alea akhirnya berpisah untuk melakukan aktivitasnya masing-masing.
Tidak lupa Andika menghubungi sekertaris nya, Alex untuk memintanya mempersiapkan pakaian kerjanya di kantor. Semalaman Andika hanya mengenakan baju kaos dan celana pendek, ia juga tidak sempat untuk kembali ke rumahnya sendiri untuk sekedar berganti pakaian.
Beruntung ia sudah menyiapkan pakaian kerja cadangan di kantornya. Andika sampai ke kantornya dengan nyaman sementara Alea yang mobilnya semalam di titipkan ke rumah tetangganya kini sedang berkendara dengan santai.
Akan tetapi, baru setengah perjalanan mobilnya yang baru saja keluar dari bengkel kemarin itu kembali mogok.
"Loh.. Loh.. Loh ini mobil kenapa lagi. " Pekik Alea.
Perempuan itupun beranjak turun dan memeriksa keadaan mobilnya tersebut dan benar saja kali ini ban depannya yang kempes.
__ADS_1
"Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. " Seru Alea, memegangi kepalanya yang sebenarnya sama sekali tidak sakit.
Lagi-lagi Alea yang memengambil jalan pintas agar cepat sampai ke tempatnya mengajar itu kembali di buat panik karena tidak ada satupun kendaraan yang melewatinya.
"Arggh sialan!. " Umpat Alea. Ia kemudian mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Marvel, namun ponsel laki-laki itu tidak aktif.
Dengan pikiran yang rumit dan gelisah karena kurang dari 1 jam lagi mata kuliahnya akan berlangsung, dengan berat hati Alea menghubungi suaminya, Andika.
"Argghh terpaksa aku harus meminta tolong padanya. " Gumam Alea, tidak lama kemudian panggilannua terhubung.
"Halo." Sapa suara Andika di ujung telepon.
Alea memasang wajah datarnya seolah-olah mereka saat ini sedang berhadapan.
"Kamu dimana?. " Tanya Alea kemudian.
"Bisa kesini gak?. "
"Hah?. " Andika terdengar kebingungan karena Alea tidak menjelaskan keadaannya.
"Iya bisa kesini nggak sekarang?. "
"Kesitu mana Alea? Jangan bikin orang kesal dong pagi-pagi. " Keluh Andika.
"Di jalan pintas tempat kita pernah ketemu, mobil aku mogok lagi. " Jelas Alea, sebenarnya ia malas meminta tolong pada Andika yang terlalu cerewet dan selalu mengomentari apapun yang Alea lakukan dan pada akhirnya apapun yang mereka bicarakan akan berakhir perdebatan.
Namun, karena terpaksa dan dalam situasi yang tidak memungkinkan Alea harus meminta bantuan suaminya yang bawel itu.
__ADS_1
"Tidak mau!. " Tegas Andika.
Alea seketika mendesis kesal.
"Sudah ku duga. " Batin Alea.
"Kenapa?. "Sentak Alea.
" Kalau mau di tolong itu bicaralah dengan kalimat yang baik Alea, setidaknya ucapkan kata tolong dan terima kasih, kalau nada bicara mu seperti itu orang lain juga pasti tidak akan mau membantumu. " Omel Andika.
Alea menghela nafasnya dengan berat, lalu sedetik kemudian perempuan itu memasang senyumnya selebar mungkin.
"Andika, suamiku yang paling tampan dan baik hati maukah kamu membantu istrimu yang sedang kesusahan ini, tolonglah datang sekarang karena istrimu ini sedang dalam perjalanan mencari nafkah demi sesuap nasi untuk anak-anak kita nanti, terimakasih suamiku. " Tutur Alea, nada suaranya di buat selembut mungkin.
Andika sontak tertawa di ujung telepon mendengar nada suara Alea yang terdengar aneh. Sedangkan Alea kembali merengut kesal.
"Baiklah istriku, aku akan segera menuju kesana dan membantumu. " Balas Andika kemudian.
"Hmmm, cepat!. "
Klik
Sambungan telepon terputus, Alea langsung mematikan teleponnya karena merasa malu dan risih dengan dirinya sendiri.
"Dasar laki-laki jahat!. " Pekik Alea.
Bersambung.. .
__ADS_1