Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 98 : Melupakan Kekesalan


__ADS_3

"Kalau ada juga, bukan kamu yang mau aku racun tapi orang lain. " Lirih Alea, memikirkan nama seseorang yang ingin di berinya racun, Andika.


###


Mereka berdua menikmati kue brownies tersebut, sembari di temani suara anak-anak kecil yang sedang asyik bermain di area sekitar taman tersebut.


Mereka berdua sesekali tertawa melihat pertengkaran beberapa anak kecil yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan itu.


"Mereka lucu yah. " Gumam Marvel yang seketika di setuju Alea dengan anggukan kepala.


Setelah hampir satu jam berada di tempat itu, brownies Alea sudah habis, sementara Marvel juga sudah terlihat sangat kekenyangan.


"Alea, kayaknya habis ini perut aku udah nggak muat lagi deh buat di isi makanan lain, aku kekenyangan. " Ujar Marvel memegangi perutnya yang membuncit.


Alea tertawa pelan melihat Marvel yang sepertinya sudah tidak sanggup menggerakkan tubuhnya lagi akibat terlalu banyak memakan brownies buatan tangannya.


"Jadi gimana dong sama traktirannya?. " Balas Alea kemudian.


"Hmm gimana kalau besok malam aja yah?. " Ujar Marvel.


Alea nampak berpikir untuk sesaat, lalu permpuan itu akhirnya mengangguk setuju.


"Oke deh, tapi abis ini kita jangan langsung pulang dulu yah, soalnya aku mau jalan-jalan bentar, sumpek di rumah terus. "


Marvel mengangguk antusias tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan dengan Alea.

__ADS_1


"Tentu saja, kemanapun tuan Puteri akan pergi hari ini, aku akan setia menemanimu. " Tutur Marvel, bagaikan sedang memainkan peran sebagai pengawal setia Alea.


"Dasar, dramatis. " Cibir Alea.


Mereka berdua kembali tertawa. Untuk beberapa menit kemudian keduanya memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan ke sebuah toko buku yang berada tidak jauh dari lokasi taman tersebut.


Disinikah mereka sekarang


Alea dan Marvel duduk di antara rak-rak buku komik, mereka berdua duduk di lantai dan mengambil posisi paling sudut agar jika ada orang yang ingin melewati rak tersebut mereka berdua tidak akan jadi penghalang.


"Wah udah lama banget aku nggak pergi ke toko buku dan nangkring di pojokan kayak gini. " Ujar Marvel, bersemangat.


Alea yang sudah memilih beberapa bahan bacaan tidak kalah antusias. Perempuan itu bahkan sudah melupakan kekesalannya pada Andika berkat Marvel yang selalu ada di kala Alea membutuhkannya.


"Kamu juga sering datang ke toko buku ini?. "


Akea mengangguk, mengerti.


"Kalau aku sih dulu pas jaman sekolah sampai kuliah hampir tiap minggu datang kesini bahkan pernah dalam satu tahun aku kesini 3 sampai 4 kali dalam seminggu. " Balas Alea.


"Oh ya? Kenapa?. "


"Waktu itu aku ngikutin serial komik yang keluar sekali dalam seminggu tapi karna komik itu datangnya nggak nentu hati apalagikan, makanya aku datang kesini hampir tiap hari, apalagikan tempatnya dekat banget dari rumah orang tuaku jadi tiap pulang sekolah atau pulang kuliah toko ini selalu aku lewatin. " Jelas Alea panjang lebar.


Tidak lama kemudian mereka berdua tenggelam dalam bacaan mereka masing-masing, bukan hanya mereka berdua yang melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Beberapa orang di lorong rak yang lain juga melakukan hal yang sama, toko buku merupakan tempat favorit untuk nongkrong bagi sebagian orang yang gila baca, salah satunya adalah Alea sendiri.


Setelah puas membaca, Alea dan Marvel kemudian masuk ke salah satu mall untuk berjalan-jalan sebentar.


Mereka berdua beberapa kali masuk ke sebuah toko hanya untuk bertanya harga tanpa membeli, ternyata dulunya Alea dan Marvel juga memiliki kebiasaan yang sama.


Sama-sama jahil dan suka mengisengi para penjual yang ada di mall.


"Alea... " Panggil seseorang yang seketika membuat langkah Akea dan Marvel berhenti dan menoleh ke sumber suara.


"Aulia?. " Lirih Alea.


Aulia menyilitkan matanya, memperhatikan Alea dari ujung kaki sampai ujung rambut lalu beralih menatap Marvel.


Alea yang menyadari hal tersebut pun berinisiatif untuk memperkenalkan keduanya.


"Aulia, ini Marvel temanku, Vel, ini Aulia kakakku. "


Marvel dan Aulia kemudian bersalaman, keduanya nampak canggung.


"Kamu udah pulang dari luar kota? Ngapain kamu disini?. " Tanya Alea kemudian berbasa-hasi.


"Aku baru sampai semalam da lagi mau belanja bulanan, bahan makanan di rumah udah abis, kamu sendiri ngapain disini? Nggak di cariin sama Andika dan mertua kamu?. " Cecar Aulia.


Mendengar nama Andika di sebutkan membuat rasa kesal Alea kembali muncul. Aulia kemudian menarik tangan Alea untuk menjauh sebntar dari Marvel.

__ADS_1


"Alea, kamu apa-apaan pergi sama cowok lain sampai jam segini, ingat kamu tuh udah nikah jangan sampai mama sama papa tau kalau kamu pergi sama laki-laki lain, kamu nggak mikirin perasaan suami kamu apa?. " Aulia mulai menceramahi adiknya itu.


Bersambung...


__ADS_2