Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 71 : Ketiduran


__ADS_3

"Kamu ada benarnya, tapi takdir berkata lain, jodoh saya ternyata bukan Aluna tapi istri saya sekarang. " Tutur Andika, sembari tersenyum hangat memikirkan istrinya, Alea.


###


Andika sendiri tidak mempermasalahkan ucapan sekertarisnya barusan, toh tidak ada yang salah dengan ucapannya, setiap orang berhak berpendapat asalkan tidak berlebihan dan menyinggung orang lain. Namun sebuah pertanyaan dalam benak Andika tiba-tiba saja muncul.


"Sampai kapan pernikahan ini akan berlangsung? Apakah menikahi Alea sudah menjadi pilihan yang tepat?. " Batin Andika bertanya-tanya.


Andika kemudian masuk ke dalam ruang kerjanya, sementara Alex di tugaskan untuk menghubungi klien berikutnya u tuk mengadakan rapat di jam 3 sore nanti.


###


Di tempat lain. Alea yang baru saja selesai mengajar di kampus langsung menuju ke rumah orang tuanya.


Ia bahkan tidak ingat jika dirinya sudah menikah, rumahnya nampak sepi. Tentu saja, semua keluarganya pasti sedang keluar mengerjakan urusannya masing-masing.


Hal yang biasa untuk Alea sedari kecil karena orang tuanya juga seorang pebisnis, meskipun papanya sudah tidak mengambil banyak pekerjaan, tetap saja sekali-kali dia sibuk mengurus beberapa hal.


Alea masuk ke dalam kamarnya lalu membuka kulkas berukuran sedang yang berisi cemilan dan minuman ringan. Kemudian menyalakan televisi dan berbaring di atas ranjangnya yang empuk.


"Ah nyamannya, kasur ku. " Gumam Alea merasakan empuk dan lembutnya kasur yang menopang tubuh perempuan itu.


Alea menonton beberapa film bertema zombie selama berjam-jam, ia bahkan tidak menyadari di luar sana sudah mulai gelap.

__ADS_1


Tegang, tertawa, menangis kemudian tertawa lagi menyaksikan film-film yang di tontonnya. Alea sudah menghabiskan 3 film dengan durasi masing-masing film adalah 1 jam lebih.


Artinya Alea sudah hampir 4 jam berada di dalam kamarnya. Hingga saat matanya sudah mulai lelah menatap layar Televisi, Alea tertidur lelap tanpa sadar.


Sekarang gantian televisi yang menonton perempuan itu.


Beberapa jam berlalu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 lewat 30 menit.


Ponsel Alea berkali-kali bergetar, menandakan ada panggilan yang masuk. Namun, perempuan itu sama sekali tidak mendengarnya.


Alea sebenarnya lupa mengaktifkan nada dering ponselnya itu.


Sementara di tempat lain, Andika sedari tadi juga terus mencoba menghubungi ponsel Alea.


Bu Widia yang seharian berada di rumah hanya mengatakan jika Alea tadi berpamitan untuk pergi mengajar sampai tengah hari. Namun entah mengapa hingga jam 8 malam perempuan itu belum juga pulang.


Semua orang yang berada di rumah Andika juga ikut panik dan khawatir.


"Coba kamu telpon mertuamu, siapa tau Alea pulang kesana. " Saran Bu Widia.


Andika menggeleng.

__ADS_1


"Kalau Alea pulang kesana pastinya, Mama dewi atau papa Putra bakalan nelpon aku ma, lagian kalau aku yang nelpon kesana, Andika ngerasa nggak enak, mereka nanti mikirnya kita nggak jagain Alea dengan baik. " Tutur Andika.


Bu Widia pun mengangguk mengerti dan setuju dengan pemikiran Andika barusan.


Hingga tidak lama kemudian, Andika menghubungi ponsel Alea untuk kesekian kalinya. Akhirnya panggilannya terhubung.


Sedetik kemudian sebuah suara yang Andika sangat kenali terdengar, namun suaranya terdengar berat.


"Hmmm, halo? Ini siapa?. " Gumam suara Alea di ujung telepon, sepertinya perempuan itu baru saja terbangun dari mimpi indahnya.


"ALEA!. " Sentak Andika.


Tidak ada jawaban.


"ALEA, KAMU DIMANA SEKARANG?. " tanya Andika.


"Eh Andika? Apaan sih santai aja dong nggak usah teriak-teriak gitu, ada apa?. " Tanya Alea, suaranya kini sudah terdengar normal.


"Ada apa, ada apa, aku bilang kamu dimana? Kenapa kamu nggak pulang? Satu rumah udah panik tau nggak nyariin kamu. " Omel Andika.


"Ya dimana lagi, aku di rumah lah. " Jawab Alea santai.


"Di rumah mana? Kamu pulang ke rumah orang tuamu? Kenapa nggak ada ngomong sama aku? Atau ngomong sama mama kek kalau kamu mau pulang! Kebiasaan banget kamu pergi nggak bilang-bilang dulu. " Andika terus mengomeli Alea.

__ADS_1


Sementara Alea yang baru menyadari jika dirinya saat ini sedang berada di dalam kamarnya sendiri sontak panik dan tubuhnya langsung tegak terbangun.


Bersambung...


__ADS_2