Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 77 : Perkara Mau Pulang


__ADS_3

Alea kemudian berjalan melewati dua perempuan tadi tanpa menghiraukan cemohan mereka karena sebenarnya Alea sama sekali tidak perduli dengan pandangan orang lain terhadap dirinya.


###


Alea celingak celinguk, kesana kemari mencari-cari keberadaan suaminya. Entah pergi kemana laki-laki itu.


Padahal Alea tadi sempat melihatnya sedang berbicara dengan rekan-rekan bisnisnya, namun sekarang Andika sudah tidak terlihat di manapun.


"Tuh laki pergi kemana sih?. " Ujar Alea, pelan fidak kunjung menemukan keberadaan Andika.


Alea kemudian melanjutkan pencariannya masuk lebih dalam ruangan acara perjamuan tersebut, hingga dirinya tanpa sengaja bertubrukan dengan seorang pelayan yang membawa gelas berisi minuman di tangannya.


Bruk


"Aw aduh basah, gimana nih. " Keluh Alea saat salah satu gelas minuman tumpah ke gaunnya.


Pelayan itupun sontak menunduk dan meminta maaf .


"Maafkan saya nyonya, saya tidak memperhatikan langkah saya tadi. " Ujar pelayan itu.


Alea mengibaskan tangannya, pertanda ia tidak ingin mempermasalahkannya dan membiarkan pelayan itu pergi.


"Tidak masalah, aku bisa membersihkannya nanti, pergilah. " Balas Alea.


Pelayan itupun dengan cepat pergi meninggalkan Alea yang sibuk mengucek-ucek gaunnya berharap noda merahnya akan segera hilang.


Namun, sayangnya noda merah itu tidak bisa hilang hanya dengan di kucek seperti yang di lakukan Alea saat ini.

__ADS_1


"Nih, pake ini. " Sebuah tangan menjulur tepat di depan wajah Alea.


Alea mengangkat kepalanya dan mendapati Andika sudah berdiri di hadapannya.


"Pake ini Alea, percuma di kucek nggak bakalan bisa hilang. " Ujar Andika, memberikan selembae tissu basah kepada Alea.


Alea kemudian menerima tissu basah itu dan segera mengelap kembali bajunya.


"Makanya kalau jalan hati-hati. " Cibir Andika.


Alea cemberut mendengarnya.


"Ini semua gara-gara kamu tau nggak. " Sentak Alea.


Andika mengernyit tidak paham.


"Gara-gara aku lagi? Emangnya aku ngapain Alea?. " Tanya Andika.


Andika menghela nafasnya.


"Akukan nggak maksa kamu Alea, kamu sendiri yang ngajuin diri buat datang kesini nemenin aku, jangan pura-pura lupa yah. " Sentak Andika.


Alea memutar bola matanya, sepertinya mereka akan kembali memperberdebatkan hal yang tidak terlalu penting. Alea merasa dirinya benar-benar tidak cocok bersama Andika, begitu pula sebaliknya.


"Seenggaknya kamu nggak usah ninggalin aku sendirian dan malah asyik ngobrol sama temen-temen kamu itu, nggak tau di untung banget sih, udah di temenin kesini juga minimal makasih kek. " Balas Alea, tidak mau kalah.


"Alea, plis deh jangan kekanak-kanakan! Saat ini bukan waktu yang tepat buat kita berdebat, malu tau diliatin banyak orang. " Tegur Andika, karena nada bicara Alea sudah mulai meninggi.

__ADS_1


"Siapa suruh, kamu duluan kok yang mulai. " Balas Alea.


"Kebiasaan!. " Sentak Andika.


Alea sontak membuang tissu basah yang di berikan Andika secara sembarangan ke lantai.


"Ya udah kalau gitu aku mau pulang sekarang. " Rengek Alea, dirinya benar-benar sudah tidak tahan berada di tempat itu.


"Nggak, kita nggak bakalan pulang secepat ini, acaranya belum apa-apa Alea, aku minta kamu berhenti merengek kayak anak kecil. " Balas Andika, raut wajahnya nampak kesal.


"Ya udah kalau gitu aku pulang sendiri aja. " Ujar Alea, ia ingin segera melarikan diri dari tempat itu.


"Nggak boleh!. " Andika segera mencegat Alea dengan menahan tangan perempuan itu.


Alea mencoba melepaskannya, namun karena tenaga Andika yang lebih besar Alea tidak bisa melakukan banyak hal, apalagi saat Andika mulai menarik pinggangnya, membuat tubuh keduanya menjadi semakin dekat.


"Lepasin nggak!. " Ancam Alea.


Andika menggeleng, dengan susah payah Alea tetap berusaha melepaskan tangan Andika.


"Andika lepasin!. " perintah Alea.


"Nggak akan!. " balas Andika, keduanya kini bertatapan, saling menantang.


"Andika..... " Panggil suara seorang perempuan yang sontak membuat perhatian Andika dan Alea teralihkan.


"Hei, Andika kebetulan banget kita ketemu disini. " Sapa perempuan yang tempat sangat cantik itu, Alea pun tanpa sadar diam-diam memujinya dalam hati.

__ADS_1


"Ah Aluna, kamu datang juga?. " Andika membalas sapaan perempuan cantik itu.


Bersambung...


__ADS_2