Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 109 : Kangen


__ADS_3

"Udah nggak apa-apa, kalau kamu nggak ada kesibukan dan aku lagi ada di rumah nggak usah sungkan-sungkan. " Tambah Alea.


###


Pelayan itupun mengangguk sembari tersenyum. Setidaknya hanya ini yang Alea bisa lakukan untuk membantu gadis itu.


Alea tidak mungkin memaksanya untuk kembali melanjutkan pendidikan, sementara gadis itu juga pasti punya alasan kenapa ia lebih memilih bekerja sebagai pelayan.


Mereka berdua asyik makan dan menonton drama Korea yang berjudul Welcome to Waikiki S2, drama favorit Alea yang sudah ia tonton berkali-kali namun ttidak membuat Alea merasa bosan memandangi wajah aktor favoritnya, Lee Jun ki.


"Heh sedang apa kalian?. " Suara teguran seseorang tiba-tiba saja membuat keduanya perempuan yang tengah asyik menonton sambil tertawa terpingkal-pingkal itu seketika terdiam dan menatap seseorang yang saat ini sudah berdiri di depan pintu kamar sambil berkacsk pinggang.


"T-tuan... " Gumam gadiscoelayan itu langsung berdiri takut.


"Andika, apa-apa sih ngagetin aja. " Timpal Alea, santai.


"Kalian ngapain di dalam kamarku?. " Sentak Andika, menatap gadis pelayan itu dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Andika, apa-apa Andika sih melototin orang kayak gitu, aku yang minta dia buat temanin aku makan dan nonton, lagian kerjanya juga udah selesai kok, iya kan?. " Tutur Alea sembari menatap ke arah gadis pelayan itu.


Pelayan itu langsung mengangguk, mengiyakan.


"Tuhhh... " Lanjut Alea.

__ADS_1


"Ya nggak mesti di kamar aku juga, aku nggak suka ada orang lain yang masuk ke kamarku tanpa izin!. " Sentak Andika yang membuat pelayan itu semakin ketakutan.


"M-maaf tuan, kalau begitu saya permisi, permisi nona... " Pelayan itupun berlalu pergi meninggalkan kamar Andika dan Alea.


Alea memutar bola matanya dengan malas, sedangkan Andika menutup pintu kamarnya dengan keras dan langsung membuat tas kerjanya secara sembarangan ke atas ranjang.


"Kenapa sih mesti kayak gitu sama orang lain, nggak sopan tau Andika!. " Terus Alea, tidak suka teman mengobrol nya kabur karena kedatangan Andika.


"Kamu yang nggak sopan, ngapain bawa-bawa orang lain ke kamarku. " Balas Andika, sinis.


"Orang lain apanya itu oelayan di rumah ini juga kok, lagian aku tuh bosen nggak ada teman ngobrol. " Oceh Alea.


"Eh tumben kok kamu pulangnya cepet?. " Lanjut Alea, sedikit heran melihat kepulangan suaminya itu.


"Apa jangan-jangan dia pulang karena kangen gak tahan mau ketemu sama aku? Jadi pengen cepet-cepet ngeliat aku gitu hihihi?. " Batin Alea, kegeeran.


"Aku mau ngambil berkas yang ketinggalan, kayaknya hari ini aku bakalan lembur dan pulang tengah malam. " Ujar Andika yang seketika membuat Alea kecewa.


"Yah kirain kamu pulang karena kangen sama aku. " Gumam Alea, pelan.


"Heh, ngapain juga aku kangen sama kamu, kita terakhir ketemu aja pagi tadi. " Cecar Andika dengan wajah galak.


Laki-laki itu nampak sibuk memasukkan beberapa berkas ke tas kerjanya yang lain.

__ADS_1


"Jadi kamu pulangnya jam berapa?. " Tanya Alea kemudian, entah mengapa ia jadi merasa sangat ingin tahu.


"Jam 11." Balas Andika singkat.


"Oh."


"Lama banget. " Batin Alea.


Alea menampilkan wajah masam saat Andika lewat di hadapannya tanpa mengatakan sesuatu, sepertinya Andika sudah akan kembali ke kantornya.


"Dih sombong banget... " Oceh Alea pelan.


"Alea... " Panggilan Andika yang membuat Alea langsung menoleh ke arah pintu.


"Jangan membawa orang lain lagi masuk ke dalam kamarku!. " Tegas Andika, dengan nada memerintah yang membuat Alea sekali lagi berdecak kesal.


"Issshhh dasar jahat!. " Pekik Alea.


Di dalam hati Alea sebenarnya berharap Andika akan mengatakan sesuatu yang manis. Contohnya "tunggu aku dirumah dan jangan ke mana-mana sampai aku pulang", faktanya laki-laki itu tetap saja menyebabkan.


" Argghh ngapain juga aku berharap Andika bakalan bersikap manis ke aku, ih najis banget.... " Pekik Alea, merasa kesal dengan dirinya sendiri.


Tanpa Alea sadari ternyata Andika masih berdiri di depan pintu kamarnya sambil mengulum senyumnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2