
Kalah telak, Lagi-lagi Alea tidak dapat berbuat banyak jika Andika sudah mengancamnya dengan kata-kata seperti itu.
###
Beberapa jam kemudian setelah memesankan Alea makan malam dan memastikan istrinya itu menghabiskan makanannya, Andika benar-benar pergi menghadiri rapat dengan kliennya tanpa membawa serta Alea.
Alea yang kini tinggal sendirian di dalam kamar hotel hanya bisa menggerutu dengan pasrah.
"Dasar pelit kayak dedemit kucing, ih nyebelin banget sih jadi orang! Laki-laki jahat istrinya udah cantik kayak gini masih juga di tinggal sendirian, hiks!. " Gerutu Alea.
Di tinggal sendirian di dalam kamar hotel membuat Alea benar-benar sumpek, apalagi dirinya tidak memegang uang sepeserpun.
Namun dengan nekat perempuan itu memutuskan berjalan-jalan di sekitar area hotel tempatnya menginap tanpa memberi kabar kepada Andika terlebih dahulu.
"Siapa suruh tidak memberikanku uang satu peserpun, aku akan berjalan-jalan dan membuatmu panik mendapatiku tidak ada di dalam kamar hotel nantinya. " Tutur Alea, dirinya berniat memberi perhitungan kepada Andika.
Alea dengan percaya diri melangkah keluar dari kamar hotelnya lalu menggunakan lift menuju ke lantai dasar, tidak lama kemudian perempuan itu sudah berada di luar gedung hotel.
"Ke kanan atau ke kiri?. " Lirih Alea, menimbang-nimbang arah jalan mana yang akan di pilihnya.
Di depannya kini terbentang dia sisi jalan ke arah kanan dan kiri.
"Ah lebih baik aku ke kanan saja, kata orang tua dahulukan yang kanan dulu baru yang kiri. " Ujar Alea, berbicara kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Beberapa orang yang berlalu lalang nampak memperhatikan Alea dengan ekspresi kebingungan menatap Alea yang mungkin di mata mereka seperti orang linglung. Alea menyadari tatapan orang-orang itu namun ia sama sekali tidak menghiraukannya.
Setelah cukup lama berjalan, Alea merasa arah yang di ambilnya tadi sepertinya salah. Suasana di sekitarnya nampak sangat sepi di bandingkan sebelumnya.
Alea kebingungan dan tampak panik, ia kemudian berbalik untuk kembali ke hotel.
"Excuse me miss. " Panggil seseorang yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Alea, membuat perempuan yang panik itu sontak terkejut.
"Eh, yes sir?. " Balas Alea.
Laki-laki dengan perawakan tinggi besar mengenakan seragam polisi itu menghadang langkah Alea, satu polisi lainnya juga langsung menghampiri mereka berdua.
Alea semakin panik apalagi dirinya saat ini tidak membawa kartu tanda pengenalnya karena berpikir dirinya hanya akan berjalan-jalan sebentar.
"Ah sorry sir, but my ID card is in the hotel room where I stay and it's not far from here. " Balas Alea, bermaksud ingin membawa kedua petugas itu ke hotel tempatnya menginap dan menunjukkan kartu identitasnya.
Namun kedua polisi itu justru menatap bingung ke arah Alea sembari memperhatikan Alea dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
"Apa-apaaan, kenapa mereka menatapku seperti itu?. " Batin Alea.
Alea nampak canggung di perhatikan seperti itu, namun ia langsung mengerti saat melihat beberapa orang berpakaian terbuka yang di angkut menggunakan mobil.
"What? sepertinya mendahulukan yang kanan tidak selalu benar. " Batin Alea karena ternyata jalur yang di ambilnya tempat perempuan malam biasa mangkal disana.
__ADS_1
"Oh yes, can we see your passport right now. " Ujar petugas itu lagi, menanyakan passport Alea yang juga tertinggal di dalam kamar hotel.
Alea menghela nafasnya, padahal ia jelas-jelas sudah mengatakan jika ingin melihat kartu tanda pengenalnya, kartu itu ada di dalam kamar hotel otomatis barang-barangnya yang lain juga sudah pasti berada di dalam kamar hotel.
"Sorry sir, but all my things are in the hotel room, I'm currently on my honeymoon with my husband. " Jelas Alea agar para petugas itu tidak salah paham dengan maksudnya mengarahkan petugas itu untuk pergi ke kamar hotelnya untuk memeriksa kartu Identitas dan passportnya.
Para petugas itu nampak tidak yakin dengan ucapan Alea, mereka kemudian berniat membawa Alea untuk dimintai keterangan di kantor polisi.
"Where is your husband?. " Petugas itu menanyakan suami Alea.
Alea kemudian menjelaskan jika suaminya sedang rapat bersama kliennya di salah satu tempat, sehingga Alea berjalan-jalan sendirian di area sekitar hotel. Namun, nampaknya para petugas polisi itu kurang percaya dengan penjelasan Alea.
"Ok miss, better explain later at the police station. " Ujar petugas itu sembari menarik tangan Alea dengan sedikit kasar.
"Eh, wait I'll call my husband. " Pinta Alea. Kedua petugas itu tidak menghiraukan ucapan Alea dan tetap memaksanya untuk ikut ke kantor polisi.
Alea berontak dan menepis tangan kedua polisi itu, sehingga terjadi aksi tarik menarik.
"Ah sialan! Matilah aku. " Batin Alea. Alea memejamkan matanya rapat-rapat berharap ada keajaiban yang akan datang menolongnya.
"Wait, wait... " Teriak suara seorang laki-laki menghentikan aksi tarik menarik tersebut.
Bersambung.. .
__ADS_1