
Andika melongo saat melihat Alea menarik tangan Marvel menuju ke mobil laki-laki itu, Lagi-lagi Andika tidak bisa melakukan apa-apa.
###
Selama dalam perjalanan ke hotel terdekat dari wisata USS itu, Marvel lebih banyak diam di banding sebelumnya. Bahkan saat makan tadi, Laki-laki itu nama ok tidak menikmati makanannya.
Padahal laki-laki itu biasanya sangat berisik, apa saja bisa dijadikan pembahasan.
Alea diam-diam melirik Marvel, ia ingin bertanya sesuatu kepada laki-laki itu. Namun, Alea segera mengurungkan niatnya saat Marvel memutar musik yang cukup kencang di dalam mobil.
Disisi lain, Andika yang kesal hanya bisa pasrah menggunakan taxi menuju ke hotel yang akan menjadi tempat tinggalnya malam ini.
Ada perasaan kesal melihat Alea lebih memilih menggandeng tangan Marvel di banding ikut menggunakan mobil taxi bersamanya.
Beberapa waktu kemudian, mereka bertiga sudah sampai di depan sebuah hotel yang bangunannya nampak biasa saja.
Hotel Bugis.
"Hotel Bugis?. " Ujar Andika, mengernyitkan wajahnya.
"Eh kayak nama daerah di Sulawesi yah?. " Timpal Alea.
Andika mengangguk. Sementara Marvel hanya berdiri di belakang pasangan suami istri itu seperti orang bodoh.
Mereka bertiga langsung menuju ke hotel tersebut setelah makan malam. Hotel tersebut di rekomendasikan oleh supir taxi yang membawa Andika tadi.
Andika kemudian memesan 2 kamar di hotel itu. 1 kamar untuk dirinya dan Alea, kamar yang lain untuk Marvel.
"Ayo Alea, kita ke kamar. " Ajak Andika dengan nada suara yang sengaja di tekankan agar Marvel mendengar suaranya dengan jelas.
__ADS_1
"Ayo, yuk Vel ikut kita juga, besok baru kita pulangnya bareng-bareng. " Balas Alea sembari meraih tangan Marvel lagi.
Marvel menepisnya dengan pelan.
"Hmm, apa sebaiknya aku lebih baik pulang saja, tidak enak mengganggu kalian berdua. " Marvel menolak untuk tinggal di hotel tersebut.
Alea nampak kecewa mendengarnya.
"Ih nggak boleh gitu, kita datang kesini bareng-bareng, pulangnya juga harus barengan dong, ayo. " Sentak Alea, menarik tangan Marvel lagi agar laki-laki itu segera menuruti perkataannya.
Mereka berdua lalu berjalan ke arah lift, kini gantian Andika yang berjalan di belakang mereka.
"Tapi Alea aku nggak enak ganggu.... "
Alea memotong ucapan Marvel.
"Udah nggak usah tapi-tapian, biaya hotelnya udah di tanggung sama suamiku yang kaya raya ini, jadi tenang saja. " Timpal Alea menunjukkan Andika.
"Alea, jangan memaksa orang lain yang tidak ingin tinggal, biarkan saja dia pulang duluan. " Timpal Andika.
Alea menghentikan langkahnya.
"Kamukan sudah pesan 2 kamar, mana mungkin kamar yang satunya kita biarkan kosong? Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kita harus berhemat?. " Cecar Alea.
Andika menghela nafasnya.
"Terserah, aku hanya memberi saran tadi. " Balas Andika.
"Marvel, kamu mau kan tinggal disini? Besok baru kita akan pulang bersama-sama, oke! . " Ujar Alea kepada Marvel.
__ADS_1
Marvel mengangguk dengan kikuk.
"Baiklah kalau kamu memaksa, aku akan tinggal. " Jawab Marvel patuh.
Andika memutar bola matanya, malas.
"Marvelnya mau kok Dik, sekarang udah nggak ada masalah lagi kan? Lets go. " Pekik Alea, meloncat masuk ke dalam lift.
Marvel dan Andika kemudian ikut masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka bertiga ke lantai 2 hotel tersebut.
Andika memesan kamar 211 dan 212, Marvel sudah lebih dulu masuk ke kamar 211.
"Selamat istirahat yah Vel, makasih buat jalan-jalannya hari ini, aku senang banget, lain kali kita jalan bareng lagi yah. " Ujar Alea sebelum Marvel menutup pintu kamarnya.
Marvel tersenyum.
"Iya Alea, aku juga bersenang-senang hari ini. " Balas Marvel.
"Alea, ayo cepat masuk ke kamar!. " Perintah Andika yang nampak tidak suka dengan perlakuan Alea kepada Marvel. Andika sepertinya sedang cemburu.
"Ya udah, bye Vel. " Livia melambaikan tangannya lalu mengikuti langkah Andika yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar 212 yang tepat berada di samping kamar Marvel.
"Alea apa-apaan sikap kamu yang seperti tadi itu?. " Cecar Andika, sesaat setelah mereka berdua sudah masuk ke dalam kamar.
Alea tidak menghiraukan ucaoan suaminya itu dan malah fokus membuka satu persatu pintu lemari.
"Ih disini nggak ada di sedian baju ganti gitu yah Dik? Aku mau ganti baju bih gimana dong?. " Oceh Alea.
"Alea, kamu belum jawab pertanyaanku tadi, kenapa kamu bisa sampai kesini dengan laki-laki itu?. " Cecar Andika lagi.
__ADS_1
Bersambung...