
"Alea, kamu apa-apaan pergi sama laki-laki lain sampai jam segini, ingat kamu tuh udah nikah jangan sampai mama sama papa tau kalau kamu pergi sama laki-laki ini, kamu nggak mikirin perasaan suami kamu apa?. " Aulia mulai menceramahi adiknya itu.
###
"Laki-laki lain apanya? Orang Marvel itu temanku kok, dia udah jadi bagian dari hidupku, lagian aku cuman jalan-jalan doang bukannya berbuat zinah. " Balas Alea, ketus. Tidak senang saat Aulia mengatakan Marvel adalah orang lain yang bagi Alea laki-laki itu seperti malaikat baik dalam hidupnya.
"Alea... " Aulia mencoba memperingati adiknya tersebut, jangan sampai keluarga atau rekan kerja Andika ada yang melihat Alea berjalan dengan laki-laki lain.
Bukan hanya orang tua Andika yang akan marah tapi harga diri keluarga Wicaksono juga di pertaruhkan.
"Bawel banget sih, udah ah ayo Vel kita pergi ke tempat lain yang lebih asyik aja. " Ujar Alea menarik tangan Marvel untuk menjauhi Aulia yang terlihat khawatir.
"Dasar keras kepala. " Desis Aulia, ia tahu betul adiknya itu sangat susah untuk di berikan nasihat.
Alea tidak menghiraukan ucapan Aulia dan terus menarik tangan Marvel untuk pergi menjauh. Setelah cukup lama berjalan Marvel tiba-tiba saja melepaskan tangan Alea.
Keduanya pun akhirnya berhenti melangkah.
"Ada apa Vel?. " Tanya Alea bingung.
"Kakak kamu benar Alea, kita nggak seharusnya pergi berduaan kayak gini, apalagi sekarang udah malam, seharusnya kamu pulang dari tadi. " Ujar Marvel yang membuat Alea kebingungan, ternyata laki-laki itu mendengar ucapan Aulia tadi.
"Tapi kamu bukan orang lain Vel, kitakan udah jadi teman? Wajar aja dong orang temenan jalan bareng sekali-kali?. " Bantah Alea.
Marvel menggeleng.
"Aku emang teman kamu Alea, tapi aku ini laki-laki, lawan jenis kamu! Meskipun kita temenan tetap aja orang-orang bakalan mikir kita ini ada apa-apanya walaupun pada kenyataannya kita ini cuman teman biasa! . " Oceh Margel menekankan ucapannya pada kalima 'Teman Biasa'
Alea mengalihkan pandangannya ke arah lain, tetap tidak peduli.
"Apa kamu nggak mikirin perasaan suami kamu kalau dia tau kita jalan bareng kayak gini? Gimana reputasi dia kalau tiba-tiba ada rekan bisnisnya yang ngeliat kamu jalan sama aku?. " Lanjut Marvel.
"Kenapa aku harus mikirin perasaan dan reputasi dia sementara dia sendiri nggak mikirin gimana perasaan aku?. " Batin Alea.
__ADS_1
Alea lebih memilih memendam pertanyaan itu seorang diri.
"Lebih baik kamu pulang Alea, aku juga udah mau pulang, ada hal lain yang mesti aku urus mendadak. " Ujar Marvel meninggalkan Alea yang masih terpaku di tempatnya sendirian.
Marvel akhirnya berlalu pergi.
###
Kediaman Keluarga Prasetya..
Andika yang hari ini pulang agak terlambat karena harus menghadiri beberapa rapat penting, di sambut oleh Bu Widia yang sedang bersantai di ruang tamu.
Bu Widia nampak heran melihat Andika yang pulang seorang diri.
"Andika... " Sapa bu Widia.
"Mama ma. " Balas Andika.
Andika mengangguk.
"Enak kok ma, Alea lagi ada urusan bentar diluar mungkin nggak lama lagi pulang kok. " Jelas Andika, sedikit berbohong.
Pada kenyataannya ia sendiri tidak tau kemana istrinya itu pergi.
"Ih harusnya kamu tuh jangan biarin istri kamu pergi sendirian Dika, kasian tau dia tadi abis pulang ngajar langsung bantuin mama bikinin kamu kue, pasti dia juga lagi capek itu tapi demi kamu dia mau bela-belain sampai ngantar kuenya ke kantor kamu, eh kamunya malah biarin dia pergi sendirian. " Oceh bu Widia.
"Iya ma, tadi Andika ada rapat jadi Alea minta pergi sendirian aja lagian Alea cuman pergi ke rumah temannya doang kok nggak usah terlalu di khawatirin, nanti juga pulang sendiri. " Andika mencoba menenangkan mamanya.
Bu Widia menghela nafasnya.
"Ya udahlah, yang penting nanti kamu telpon dia yah tanyain dia udah ada dimana, kasian dia pergi sendirian mana udah malam gini. "
"Iya ma, tenang aja. "
__ADS_1
Bu Widia kemudian masuk ke dalam kamarnya, sementara Andika kembali mencoba menghubungi ponsel Alea. Memastikan keadaan perempuan itu.
"Nomor yang Anda tujuan sedang... "
Klik
"Dasar pembuat onar, pergi kemna lagi kamu Alea!. " Gerutu Andika.
###
Alea kembali mengendarai mobilnya seorang diri, setelah Marvel meninggalkannya di mall tersebut malam ini Alea benar-benar tidak memiliki tujuan.
"Duh, kalau pulang ke rumah orang tuamu bisa-bisa aku di omelin lagi dan ujung-ujungnya pasti mereka nyuruh aku pulang atau nyuruh Andika jemput aku, malas banget liat muka Andika kampret itu. " Gerutu Alea.
"Kalau pulang ke rumah Andika sama aja mesti ngeliat mukanya juga. "
Alea benar-benar bosan. Alea kemudian menepikan mobilnya lalu mencoba menghubungi kedua sahabatnya, biasanya ketika sedang bosan dia orang itu selalu menjadi tempat pelarian Alea.
Tidak lama kemudian panggilan terhubung.
"Halo... " Sapa Alea.
"Halo, Alea? Tumben kamu nelpon ada apa?. " Ujar seseorang di ujung telepon.
"Kamu lagi dimana Ra? Aku ke tempat kamu yah sekarang. " Pinta Alea dengan nada memelas.
"Aduh Alea, kamu lupa yah akukan lagi ke London sama cowokku kebiasaan deh kamu suka lupa, akukan udah kabarin kamu sebelum aku berangkat kesini. " Jelas Aurora.
"Ah iya yah aku lupa, ya udah deh aku ke tempatnya Sonya aja, havefun yah bye.. "
Alea memutuskan sambungan teleponnya dan mulai mencari kontak telepon Sonya.
Bersambung...
__ADS_1