Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 54 : Maaf Alea


__ADS_3

Marvel sontak tertawa mendengarnya.


###


Andika yang saat ini tengah asyik menikmati makan siangnya berdua dengan Aluna, baru menyadari jika Alea masih menunggunya di lobi.


Dengan cepat laki-lamk itu mengambil ponselnya dan menghubungi Alea, berkali-kali panggilannya terhubung tapi tidak ada jawaban dari perempuan itu.


Andika sedikit panik, khawatir jika Ales membuat masalah lagi.


"Luna, kayaknya pertemuan kita kali ini sampai disini dulu yah soalnya aku ada urusan mendadak di tempat lain. " Ujar Andika berusaha tenang.


"Eh kamu buru-buru banget pasti urusannya penting, yaudah kalau gitu hati-hati di jalan. " Balas Aluna, ekspresinya nampak sedikit kecewa.


"Kamu juga hati-hati nanti pulangnya. " Ujar Andika.


"Btw kamu pulang ke Indonesianya kapan?. " Tanya Aluna, sebelum Andika keluar dari ruangan pertemuannya.


"Dua hari lagi. " Balas Andika.


"Mau pulang bareng nggak?. "


Andika segera mengangguk.

__ADS_1


"Boleh-boleh aja, nanti kita komunikasi lewat WA aja yah. " Ujar Andika.


"Oke, sekitar lagi hati-hati yah. " Balas Aluna.


Andika segera keluar dari ruangan tersebut, keasyikan mengobrol dengan Aluna membuatnya hampir lupa jika Alea juga ikut bersamanya ke gedung pertemuan itu.


Hampir 5 jam Andika meninggalkan Alea, sendirian. Sesampainya di lobi Alea masih duduk disana. Duduk diam, memandangi sekitarnya.


Sesekali oeremouan itu mengucapkan sesuatu yang Andika tahu betul, istrinya itu pasti sedang mengomel. Beberapa orang yang berlalu lalang juga ikut memoerhatikan Alea yang tampak aneh karena berbicara sendirian.


Andika segera menghampirinya.


"Alea, maaf aku kelamaan yah.. " Ujar Andika.


Alea nampak terkejut dengan kehadiran Andika yang tiba-tiba, namun sedetik kemudian taut wajahnya berubah kesal.


"Maaf Alea, tadi... " Andika ingin menjelaskan situasinya namun, tidak mungkin ia mengatakan bahwa dirinya keasyikan mengobrol dengan Aluna sehingga lupa dengan Alea, bisa-bisa sampai di Indonesia hubungan mereka benar-benar berakhir.


Alea pasti akan menuduhnya berselingkuh.


"Tapi apa? Aku tuh nungguin kamu berjam-jam, kelaparan, uang yang kamu kasih cuman 200 ribu lebih cuman cukup buat beli makanan di negara ini, kalaupun aku pake buat beli makanan dan ternyata kamu ninggalin aku disini uangnya nggak bakalan cukup buat ongkos aku pulang ke hotel! Kamu jadi orang brengsek banget tau nggak. " Omel Alea panjang lebar, perempaun itu nampak ingin menjambak rambut Andika.


Jika saja mereka saat ini tidak berada di keramaian.

__ADS_1


"Kamu itu kenapa sih? Kalau kamu nggak suka sama aku harusnya dari awal pas aku nyuruh kamu batalin perjodohan kita langsung setujua aja! Nggak mesti kita sampai nikah dan kamu bawa aku ke negara ini cuman buat dibikin kelaparan dan nunggu berjam-jam! Bisa-bisanya yah kamu ngakunya ke orang tua kita dan bawa aku kesini buat bulan madu tapi sampai disini kamu malah biarin aku kelaparan selama berjam-jam! Aku telponin kamu berkali-kali tadi, tapi kamu sama sekali nggak angkat atapun balas pesan aku, hampir aja aku telpon orang tuaku buat ngirimin uang biar aku pulang ke Indonesia hari ini juga. " Alea terus mengeluarkan uneg-unegnya.


Beberapa orang memperhatikan mereka berdua.


Andika menghela nafasnya.


"Maafin naku Alea, ini yang terakhir kalinya! Aku janji nggak bakalan bikin kamu nunggu dan kelaparan lagi yah. " Ujar Andika, meminta maaf sekali lagi.


Kali ini, laki-laki itu benar-benar menyadari kesalahannya.


"Nggak sekian aja kamu pergi diam-diam dari gedung ini ninggalin aku? aku bakalan nyerahin diri ke polisi biar aku bisa di pulangin secara gratis. " Pekik Alea.


Andika hampir saja tertawa mendengar ucapan Alea barusan.


"Iya iya, maaf Alea! Ini yang terakhir kalinya. " Ujar Andika.


"Sedari awal harusnya kamu perlakuin aku dengan baik, memanusiakan manusia, kalau kamu mahasiswaku sudah kubuat nilaimu error tau. " Balas Alea.


Andika tidak bisa lagi menahan senyumnya, perkataan Akea terasa menggelitik.


"Kenapa kamu senyam senyum kayak orang kesambet gitu?. " Lanjut Alea.


Andika segera menggeleng. Ia kemudian mengeluarkan dompetnya. Berharap Alea akan menyudahi omelannya.

__ADS_1


"Hmm bagaimana kalau sebagai permintaan maafku, aku bakalan kasih kamu uang buat belanja, gimana?. " Tawar Andika.


Bersambung...


__ADS_2