Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 13 : Perempuan Gila?


__ADS_3

"Ih nggak mau, aku maunya di bantuin om ganteng itu. " Alea menepis tangan Sonya dan menunjuk ke arah Andika.


###


"Hah aku? Aku bukan om-om dan aku tidak sudi membantu perempuan gila sepertimu. " Ujar Andika.


"Hah? Ayolah om. " Pinta Alea sambil merengek mengarahkan kedua tangannya ke arah Andika, seolah-olah anak kecil yang minta di gendong oleh orang tuanya.


Aurora dan Sonya yang sudah sangat hapal dengan kelakuan Alea jika sudah mabuk begini hanya bisa pasrah dan menggeleeng-gelengkan kepalanya.


Alea memang bisa menjadi karakter apa saja jika sudah bersenruhan dengan minuman keras dan mabuk.


"Alea, sadar! Ayo kita pulang biar aku dan Sonya saja yang membantumu yah!. " Ukar Aurora mencoba meraih tangan Alea.


"Ah tidak mau aku ingin om itu. " Tunjuk Alea kepada Andika.


"Alea dia bukan om-om dia masih muda, maaf yah pak Andika, teman saya memang seperti ini kalau sudah mabuk karakternya bisa jadi apa saja. " Jelas Sonya kepada Andika.


"Awasi teman kalian itu, jangan sampai aku bertemu lagi dengannya, dasar perempuan gila. " Pekik Andika berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Sekali lagi, Maaf yah pak Andika. " Timpal Aurora, sebelum Andika benar-benar hilang dari hadapan mereka bertiga.


Sementara Alea terus merengek.


"Hei om, mau kemana? Om ganteng? Bantu aku berdiri om. " Panggil Alea.


"Alea, dia bukan om-om, ayo biar aku yang membantumu berdiri. " Ujar Sonya.


"Paksa aja Son, nanti juga bakalan sadar sendiri. " Ujar Aurora sambil menarik tangan Alea.


"Ah apa-apaan kalian menyakitiku! Aku tidak mau pulang, mau disini saja" Pekik Alea menghempaskan tangan kedua temannya.

__ADS_1


Namun, dengan sigap Aurora dan Sonya memegang kedua tangan Alea dan membantu gadis itu berdiri, lalu memaksanya berjalan.


"Ayo kita bawa dia pulang. " Ujar Aurora di balas anggukan oleh Sonya.


Beberapa waktu kemudian, Dengan cepat mereka bertiga sudah berada di dalam mobil Alea.


"Om Ganteng jahat... " Racau Alea dalam tidurnya.


Aurora saat ini sedang menyetir mobil, sementara Sonya duduk di kursi penumpang bersama Alea yang sudah tertidur dengan posisi kepala Alea berada di pangkuan Sonya.


###


Di tempat lain, Andika yang sudah sampai di rumahnya segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.


Andika bersiap-siap untuk beristirahat.


"Dasar perempuan gila!. " Pekik Andika, mengingat kejadian yang menimpanya di club malam tadi.


Ucapan teman-teman Andika juga kembali terngiang-ngiang di dalam otaknya.


"Kalau sudah empat kali ketemu tanpa sengaja sama orang yang sama, biasanya itutuh jodoh. "


Kalimat Danu, yang tadinya ingin Andika percayai namun setelah mengetahui karakter perempuan yang sudah dua kali ditemuinya tanpa sengaja itu, ternyata sangat freak, Andika langsung tidak menyetujuinya.


"Mana ada laki-laki yang mau dengan perempuan Freak dan penuh drama itu, prempuan gila. " Ujar Andika.


Memikirkannya saja sudah membuatnya pusing, bagaimana jika dirinya benar-benar berjodoh dengan perempuan tersebut, bisa-bisa dirinya ikut-ikutan gila.


"Semoga tidak akan ada lagi kebetulan-kebetulan selanjutnya. " Ujar Andika penuh harap, sebelum dirinya benar-benar terlelap.


###

__ADS_1


Pagi hari di dalam kamar Alea, salah seorang pelayan sedang mencoba membangunkan Alea yang tertidur dengan posisi separuh tubuhnya berada di bawah kolom ranjangnya, entah bagaimana perempuan itu bisa berakhir disana.


"Nona Alea, bangun! Sebentar lagi sarapan pagi akan di mulai, nyonya dan tuan sudah menunggu. " Ujar pelayan itu.


Tidak ada jawaban dari Alea.


"Nona, nona?. " Kini pelayan itu mennggoyang-goyangkan tubuh Alea dengan sedikit keras, biasanya cara itu ampuh untuk membuat Alea segera terbangun dari tidurnya.


Benar saja.


"Ah apa? Apaan? Aku dimana? Kamu siapa?. " Pekik Alea panik, saat perempuan itu sudah terbangun dan langsung terduduk karena kaget.


"Nona, ini di dalam kamar nona, saya pelayan yang bertugas membersihkan kamar nona pagi ini, Tuan dan Nyonya sudah menunggu di meja makan. " Jelas pelayan ituitu.


Meskipun dirinya sudah berkali-kali mendapati pertanyaan yang sama setiap kali Alea pulang dalam keadaan mabuk berat, namun dengan sabar pelayan tersebut selalu menjawab dengan jawaban yang sama hampir setiap hari.


"Ah maaf Dora, sepertinya aku linglung semalam sepertinya aku minum terlalu banyak. " Ujar Alea meminta maaf kepada pelayannya tersebut.


"Tidak apa-apa nona, ini sudah menjadi bagian dari tugas saya. " Jawab pelayan itu.


"Ah aku sudah bilang, kamu tidak usah terlalu formal saat bicara denganku, santai saja, anggap saja kita ini adalah kawan lama. " Ujar Alea, mengambil handuk dari tangan pelayannya tersebut dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Pelayan tersebut mengikuti Alea.


"Aku sudah bilang, aku tida jika ada orang lain di dalam kamar mandi ku saat aku sedang mandi, lebih baik bereskan saja kamarku dan pergilah beristirahat, kau tidak perlu tiap hari mengikuti kuis sampai ke kamar mandi seperti ini, aku bisa mandi sendiri. " Omel Alea.


Pelayan tersebut memang di tugaskan untuk mengurus dan membersihkan kamarnya, sekaligus mengurus Alea.


"Tapi, Nona ini adalah bagian dari tugas saya, jika Tian dan Nyonya tahu saya tidak mengerjakan tugas saya dengan baik, mereka akan.. "


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2