Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 65 : Alea Ingin Terbang


__ADS_3

"Wuah, rasanya aku ingin tinggal disini saja selamanya. " Pekik Alea, takjub.


###


Andika yang baru saja selesai mandi, merasa heran saat mendengar suara Alea yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.


Ia cepat-cepat mengenakan pakaiannya lalu keluar dari kamar mandi, ingin memastikan dengan siapa istrinya itu sedang mengobrol.


"Alea, kamu ngomong sama siapa? Heh Ngapain kamu disitu?. " Cecar Andika, saat melihat separuh tubuh Alea bagian atas yang nampak sudah keluar dari jendela sementara dari pinggang hingga kaki Alea masih berada di dalam ruangan.


Andika dengan panik berjalan ke arah istrinya itu, lalu segera menariknya menjauhi jendela.


Bug


Keduanya mendarat di lantai dengan posisi Alea menindih tubuh Andika, Alea segera bangun begitupula dengan Andika.


"Ih apa-apaan sih. " Pekik Alea.


"Kamu yang apa-apaan, kamu mau bunuh diri?. " Cecar Andika.


Alea memalingkan wajahnya.


"Siapa juga yang mau bunuh diri, orang cuman mau bereksperimen aja kok. " Jelas Alea, tanpa merasa bersalah.


"Heh eksperimen apanya? Kalau kamu jatuh dari jendela itu gimana?. " Omel Andika.

__ADS_1


"Yah aku cuman mau rasain gimana rasanya terbang. " Balas Alea.


"Hah?. " Andika terperanjat mendengar jawaban Alea barusan.


Ada-ada saja tingkah Alea.


"Gara-gara kamu nih, aku jadi nggak bisa ngerasain sensasi angin diluar sana, padahal dikit lagi aku bisa ngerasain kayak terbang beneran. " Oceh Alea, berjalan meninggalkan Andika ke arah ranjang.


Andika melongo.


"Terbang? Perempuan gila! mana ada orang terbang modelnya kayak gitu. " Cibir Andika, merasa surprise dengan tingkah konyol Alea barusan.


Andika merasa menyesal sudah menarik perempuan itu menjauhi jendela, bukannya berterima kasih Alea malah mengomelinya.


"Hah? Terjun payung? Mana ada Alea jangan aneh-aneh deh, hari ini kamu udah pergi tanpa pamitan dulu sama aku, terus tiba-tiba aja kamu ngomong pengen terbang dan sekarang mau terjun payung? Nggak sekalian kamu terjun ke jurang?. " Cecar Andika.


"Wah, ide bagus tuh Dik, aku terjun payung ke jurang? Kayaknya bakalan seru banget apalagi kalau aku terjun payungnya sama Marvel, pasti dia bakalan nopang badan aku sebelum kita sampai ke tanah, hihihi. " Oceh Alea cekikikan membayangkan dirinya melakukan terjun payung bersama Marvel.


"Nggak, itu nggak bakalan pernah terjadi! Besok pagi kita bakalan langsung pulang ke hotel kita. " Sentak Andika, merasa dirinya tidak di anggap ada.


Alea mengernyitkan wajahnya.


"Kenapa sih? Sensi banget jadi orang? Lagi pms yah? Kayak cewek aja ngomel mulu. " Cibir Alea.


"Bodo amat Alea, pokoknya besok pagi kita harus kembali ke hotel. " Tegas Andika.

__ADS_1


"Ngeselin banget, yaudah emangnya kamu mau pulang sama siapa?. " Tanya Alea kemudian.


"Ya sama kamu lah, masa sama monyet. " Balas Andika, ketus.


Alea mengerucutkan bibirnya, kembali kesal dengan jawaban Andika. Mereka berdua tidak ada henti-hentinya berdebat.


"Ih aku mau pulang sama Marvin, kamu pulangnya naik taxi aja lagi sendiri. " Ujar Alea.


"Nggak, kita bakalan pulang sama-sama pake mobilnya si laki-laki tadi itu, akukan udah bayar kamar hotelnya, jadi anggap aja itu bayaran buat dia. " Balas Andika, tidak mau kalah.


Alea menatapnya dengan tajam.


"Perhitungan banget sih jadi orang, lagian Marvel kan nggak minta kamu bayarin hotelnya. " Cecar Alea.


"Yah sama aja, intinya aku udah bayarin hotelnya jadi besok dia harus nyupirin aku dong Alea. " Balas Andika dengan santainya menganggap Marvel seperti seorang supir.


"Marvel bukan supir tau, jangan ngatain orang sembarangan dasar kikir. " Pekik Alea.


"Mana ada aku ngatain?heh aku nggak kikir yah. " Balas Andika, tidak terima Alea terus-terussan memihak Marvel di banding dirinya yang jelas-jelas adalah suami perempuan itu.


Alea terdiam untuk sejenak, memikirkan sesuatu.


"Ya udah biar kau aja yang naik taxi, kalian naik mobil berdua saja pulangnya. " Ujar Alea kemudian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2