
"Iya di rumah lah, kan dulu mama kamu yang hobby banget potoin kalian pake kameranya. " Ujar pak Putra.
###
Pikiran Alea kemudian merencakan untuk menyembunyikan poto-ooto tersebit agar Andika kesulitan menemukannya, sehingga Alea tidak perlu mengabulkan permintaan laki-laki itu.
Alea akan berpura-pura tidak tahu apa-apa.
"Alea, Andika itu anaknya baik dari kecil bahkan cuman dia yang mau temenan sama kamu, karena dulu kamu itu anaknya anti sosial banget tau apalagi kalau kamu ikut main sama teman-temannya Aulia, kamu pasti selalu pulang dalam keadaan menangis habis karena habis bertengkar, dulu cuman Andika yang nggak menjauh dari kamu padahal kamu anaknya cengeng dan pemarah banget pas kecil. " Oceh pak Putra kembali menggali ingatannya.
Alea hanya diam mencoba mencerna ucapan papanya karena ia sama sekali tidak mengingat moment tersebut.
"Papa harap hubungan kalian akan langgeng dan selalu bersama-sama hingga tua meskipun akan ada banyak masalah yang hadir dalam pernikahan kalian. " Lanjut pak Putra.
"Papa, menurut aku punya pasangan ataupun nggak punya pasangan sampai tua bukannya tetap bakalan ada masalah selama kita hidup di dunia ini? Kalau nggak mau ada masalah mah yah mati aja. " Gerutu Alea.
Pak Putra mengerutkan alisnya mendengar gerutuan Alisa.
"Bukannya lebih baik jika kita punya teman untuk menghadapi masalah-masalah yang datang itu? Lebih baik menghadapi masalah bersama seseorang yang akan selalu memberikan kita support dari pada sama sekali tidak memiliki seseorang sama sekali di sisi kita Alea, pahamilah ucapan papa ini, meskipun kamu masih belum yakin dengan perasaanmu sendiri tapi percayalah lambat laun cinta akan tumbuh seiring banyaknya waktu yang kalian habiskan bersama. " Tutur Pak Putra, tidak henti-hentinya memberikan petuah rumah tangga pada anak perempuannya itu.
Alea kembali terdiam ia mulai sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Gimana mau langgeng, orang Andika aja masih belum bisa konsisten sama ucapannya sendiri. " Batin Alea menggerutu, mengingat kemarin Andika berjanji akan memperbaiki semuanya agar mereka berdua tidak terus-terussan bertengkar lagi, tapi apa yang terjadi hari ini membuat Alisa sadar laki-laki itu sama sekali tidak memiliki perasaan yang lebih untuknya.
__ADS_1
"Eh cintaku bertepuk sebelah tangan?. " Batin Alea, akhir-akhir ini Alea memang merasakan debaran yang aneh saat bersama Andika. Alea sudah sadar jika ia jatuh cinta pada laki-laki itu.
Akan tetapi ego dan gengsi di dalam dirinya mencoba untuk menyembunyikan rasa cinta tersebut serapat mungkin.
"Alea... " Panggil pak Putra yang membuat lamunan Alea seketika buyar.
"Eh iya pa? Hehe maaf Alea melamun hehehe. " Ujar Alea cengengesan.
Pak Putra terlihat menghela nafasnya.
"Kalian itu itu pas kecil udah keliatan saling sayangnya, meskipun sering bertengkar tapi papa yakin dari dulu kalian itu selalu saling peduli, meskipun pada akhirnya kita pindah dan kamu lupa sama kenangan masa kecilmu, Alea papa cuma mau minta sesuatu dari kamu. " Ujar pak Putra nada suaranya kali ini terdengar lebih serius.
Alea kembali memandang lurus ke wajah ayahnya itu.
"Minta sesuatu apa pa?. " Tanya perempuan itu.
"Janji? Eh tapi nanti kalau Alea nggak bisa nepatin gimana?. " Alea nampak panik.
"Alea, papa nggak pernah minta apa-apa sama kamu selama ini, papa juga nggak pernah nuntut dan maksa kamu untuk menjadi sesuatu yang papa inginkan, ini satu-satunya permintaan papa mana tau ini adalah yang terakhir kalinya kan? Besok-besok mungkin papa udah nggak ada lagi. " Oceh oak Putra yang membuat Alea menjadi khawatir.
"Ih papa apa-apaan sih, jangan ngomong sembarangan dong! Bikin Alea takut aja, papa kan tau juga aku nggak bisa hidup tanpa papa. " Gerutu Alea menutupi kekhawatirannya.
Pak Putra tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu kamu mau buat janji nggak nih sama papa?. "
Alea tidak banyak berpikir, perempuan itu langsung mengangguk.
"Iya pa, Alea janji. "
"Papa mau kamu sama Andikatetap bersama, apapun yang akan terjadi dan masalah apapun yang akan datang, papa pengen ngeliat kalian tetap menjadi pasangan suami istri dan berakhir saling mencintai sampai tua,papa ngomong kayak gini bukan tanpa alasan Alea, karena cuma Andika yang bisa papa percayai untuk menjaga kamu kalau nanti papa udah nggak ada. " Tutur pak Putra.
Alea kembali terkejut mendengar ucapan terakhir papanya.
"Ih papa bisa nggak sih kalimat terakhirnya itu di hilangin aja, bikin Alea takut. " Balas Alea.
"Maka dari itu kalau kamu nggak pengen papa mati dengan cepat, kamu harus nurut sama suamimu, jangan bikin ulah dan cobalah membuka hati untuk Andika. " Ujar pak Putra lagi.
Alea nampak berpikir cukup lama kali ini, bukan tanpa alasan. Mungkin bisa saja Alea mencoba untuk memperbaiki hubungannya yang sudah kusut dengan Andika, akan tetapi apakah laki-laki itu juga akan melakukan hal yang sama?.
Kemarin saja laki-laki itu sudah berjanji jika mereka berdua tidak akan bertengkar lagi karena Andika menuduh Alea berselingkuh dengan Marvel dan setelah semua masalah selesai dan akhirnya mereka berjanji untuk sama-sama memulai kehidupan yang baru tanpa pertengkaran.
Kini, justru Andika lah yang memicu pertengkaran itu lagi dengan berangkulan mesra bersama Aluna di tempat umum.
Alea sangat ingin mengatakan jika dirinya tidak bisa menjanjikan hal tersebut, akan tetapi melihat ekspresi memelas pada wajah papanya, Alea menjadi tidak tega.
Dengan satu tarikan nafas, Alea kemudian mengangguk.
__ADS_1
"Iya pa, tenang aja Alea janji hubungan kami bakalan langgeng kok. " Ujar perempuan itu pada akhirnya.
Bersambung...